Bela Diri Silat BS Melati Perpaduan antara Pencak Silat dan Budi Pekerti Luhur

Pencak Silat

Pencak Silat - BS. Melati adalah salah satu perguruan seni bela diri silat di Indonesia yang didirikan oleh Bapak Achmad Boesjairi. Beliau mendapat mandat dari gurunya, Bapak A. Munawir yang berasal dari Purworejo, untuk mengembangkan bela diri pencak silat Budi Suci.

Silat Budi Suci sebenarnya berasal dari Banten. Sekitar tahun 1960-an, A. Munawir yang berasal dari Purworejo mendapat mandat untuk mengembangkan bela diri pencak silat Budi Suci dari gurunya. Setelah beberapa tahun berjalan, perkembangan Budi Suci tidak banyak mengalami kemajuan, khususnya di Kota Semarang tempat A. Munawir tinggal pada saat itu. Hal tersebut disebabkan karena usia beliau sudah lanjut dan administrasi yang masih belum tersusun dengan baik.

Pada tanggal 7 Agustus 1978, A. Munawir mewariskan ilmunya dan memberi mandat kepada salah seorang murid beliau yang bernama Achmad Boesjairi yang berasal dari Kabupaten Jember untuk mengembangkan dan melestarikan Budi Suci. Sejak itu, Achmad Boesjairi mengembangkan Budi Suci secara tertib administrasi hingga ke daerah-daerah lain dengan sekretariat pusat yang beralamat Purwosari Wijilan No. 360A, Kudus, Jawa Tengah. Kemudian pada Tanggal 13 Januari 1990, ditetapkan bahwa nama perguruan menjadi Budi Suci Melati (BS. Melati).

Pencak silat BS. Melati merupakan seni bela diri yang memiliki gerakan indah, lemah-lembut berirama namun bertenaga, dipadu dengan nafas halus serta didukung dengan keyakinan yang tinggi kepada Allah SWT serta menanamkan karakter berbudi pekerti yang baik dan luhur ke dalam diri setiap anggota.

Tidak ada unsur klenik dalam Perguruan Seni Bela Diri Silat BS. Melati atau yang digembar-gemborkan banyak orang BS. Melati memakai jin pendamping. Itu tidak benar. Sungguh itu adalah fitnah. Kekuatan yang digunakan oleh BS. Melati adalah kekuatan dari Allah SWT yang digunakan untuk melindungi diri, membela diri, bukan untuk menyerang orang lain.

Karenanya, kepada setiap anggota perguruan ditanamkan pemikiran bahwa bela diri bukanlah untuk sombong-sombongan, bukan untuk jago-jagoan, bukan untuk sok-sokan. Justru bela diri adalah untuk melatih diri kita supaya lebih arif, lebih sabar lagi tapi punya kekuatan. Seperti motto BS. Melati diam membahayakan, bergerak mematikan.
bu.di
alat batin yang merupakan paduan akal dan perasaan untuk menimbang baik dan buruk
Sesuai dengan ADART perguruan dan organisasi, BS. Melati memiliki maksud dan tujuan untuk mendidik generasi muda agar berbuat kebaikan, berakhlak mulia, berbudi luhur dan percaya diri serta ber-Ketuhanan Yang Maha Esa. Untuk itu, setiap anggota diharapkan memiliki sikap dan budi pekerti luhur.
  1. Harus taat dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  2. Salah satu syarat untuk menjadi anggota BS. Melati adalah memiliki dan meyakini salah satu agama yang telah disahkan oleh Pemerintah, yaitu Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Buddha dan Khonghucu serta tidak berorganisasi yang dilarang oleh Pemerintah.
    • Bagi mereka yang beragama Islam, wajib melaksanakan sholat lima waktu, melaksanakan perintah serta manjauhi segala larangan Allah dan Rasul-Nya
    • Bagi mereka yang bukan agama Islam, wajib melaksanakan ajaran agamanya sesuai dengan keyakinan dan kepercayaan kepada Tuhan yang Maha Esa.
  3. Tidak melawan kedua orang tua
  4. Setiap manusia seharusnya paham betul bahwa manusia adalah makhluk Allah yang paling sempurna yang diciptakan melalui perantara ayah dan ibu. Ibu telah mengandung kita selama sembilan bulan, berjuang tanpa mengeluh walaupun tubuhnya merasa sangat lelah. Sedangkan ayah, tanpa putus asa mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Lagi pula, berbakti kepada kedua orang tua merupakan salah satu amal sholih yang mulia bahkan disebutkan berkali-kali dalam Al Quran tentang keutamaan berbakti pada orang tua.
  5. Tidak minum minuman keras dan narkoba
  6. Tidak hanya terpaku pada Anggota BS. Melati, tapi setiap insan pencak silat harusnya menyadari bahwa minuman keras dan narkoba dapat merusak keseimbangan tubuh, emosi, akal dan pikiran. Manusia mempunyai sebuah pusat penghalang di otak mereka. Pusat penghalang ini mencegah seseorang melakukan segala yang dia anggap salah. Saat mabuk karena minuman keras atau narkoba pusat penghalang itu terhalang. Sehingga mereka melakukan segala sesuatu yang biasanya dianggap salah oleh dirinya dan orang lain, seperti berkata kasar, melawan orang tua, berbicara dan berjalan secara tidak semestinya serta berperilaku mengacau.
  7. Tidak memakan babi
  8. Islam mengharamkan umatnya mengkonsumsi daging babi dan atau memanfaatkan seluruh anggota tubuh babi. Selain sebagai inang cacing pita (taenia solium) yang dapatberpindah kepada manusia yang mengkonsumsi daging babi. Daging babi juga dapat menebabkan banyak penyakit, seperti hepatitis, multiple sclerosis dan banyak penyakit lain. Hal ini disebabkan karena babi mengandung banyak lemak tak larut sehingga sulit dicerna.
  9. Tidak takabur
  10. Seorang insan silat memang sudah seharusnya tidak takabur atas ilmu bela diri dan kekuatan yang dia miliki, merasa menjadi besar dan kuat karena memiliki ilmu beladiri silat. Orang yang takabur menganggap dirinya yang paling tinggi derajat atau kedudukannya. Sifat takabur akan membuat seseorang selalu berkeinginan untuk menampakkan diri di hadapan orang lain sebagai orang yang lebih atau paling hebat dibanding orang lain sehingga orang lain sebagai orang lain tampak kecil di hadapannya.
  11. Tidak merusak pager ayu
  12. Pada upcara pernikahan adat jawa, pager ayu merupakan sekumpulan gadis cantik yang bertugas untuk menerima tamu dan biasanya berpasangan dengan remaja pria yang disebut dengan pager bagus. Dalam peribahasa jawa, "Jangan merusak pager ayu" berarti jangam merusak pernihkahan orang lain. Dan perlu diingat bahwa, salah satu hal yang paling dibenci oleh Allah adalah perceraian. Sedangkan iblis suka sekali merusak rumah tangga orang.
  13. Harus sopan santun, rendah hati dan menghargai kepada sesama manusia
  14. Sebagai seorang pesilat sudah seharusnya agar tidak menjadi orang yang takabur dan sombong terhadap ilmu yang dimilikinya serta harus selalu berbakti kepada orang tua, menghormati dan saling menghargai kepada masyarakat sekitar.
Sejatinya ilmu silat bukan untuk menyerang orang tapi untuk membela diri. Untuk itu, sudah seharusnya setiap pesilat sudah seharusnya dibekali budi pekerti luhur agar tidak semena-mena kepada orang lain. Justru bela diri adalah untuk melatih diri kita supaya lebih arif, lebih sabar lagi tapi punya kekuatan.

Selain menggabungkan olah tubuh dan olah pernafasan yang dipadukan dengan gerakan silat untuk membela diri, Perguruan Seni Bela Diri Silat BS. Melati memdukan gerak Pencak silat dengan budi pekerti luhur yang tinggi.

diam membahayakan, bergerak mematikan.

3 Komentar untuk "Bela Diri Silat BS Melati Perpaduan antara Pencak Silat dan Budi Pekerti Luhur"

  1. ASSALAMUNGALAIKUM dr cab Banjarnegara berdirinya BS MELATI Brarti 1990 ya mas bukan 1920 , Soale banyak dr temen2 anggota yang pasang gambar BS MELATI 1920 ,

    BalasHapus
  2. Ya begitulah seharusnya pencak silat. Harus memiliki budi pekerti yang baik, rendah hati, tidak sombong dan selalu menghormati orang lain. Sombong dan angkuh hanya akan menjadi senjata bumerang yang akan menyerang pesilat itu sendiri.

    BalasHapus
  3. Begitulah seharusnya, setiap insan pencak silat harus lebih arif dalam memanfaatkan ilmu silatnya, bukan malah untuk sombong-sombongan atau bahkan untuk mengintimidasi yang lemah, orang yang tidak mengerti soal silat. Budi pekerti luhur sangat diperlukan untuk ditanamkan kepada benak setiap pesilat.

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 2