Cerdas Mengelola Keuangan dengan Aplikasi Sikapi Uangmu dari Otoritas Jasa Keuangan

Sikapi uang dengan bijak

Cerdas Mengelola Keuangan - Orang bijak mengatakan bahwa, "Harta dan penghasilan kita hari ini, tidak menjamin kesejahteraan kita di masa tua". Dan orang zaman now selalu bermimpi, "Muda foya-foya, tua kaya-raya dan mati masuk surga". Bisa kah? Tentu saja bisa, asal kita dapat mengelola keuangan saat muda dengan baik.

Jangan jauh-jauh ke masa tua dulu deh, kadang kita susah banget mengelola gaji dalam satu bulan. Kadang di akhir bulan agak kesulitan soal uang kadang malah banyak uang, meskipun yang satu ini jarang terjadi sih. Pengeluaran-pengeluaran tak terduga sering muncul, seperti misalnya bencana alam, keadaan kesehatan yang tidak menentu, kehilangan suatu benda dan lain sebagainya. Untuk itulah kita perlu mengelola keuangan dengan baik.

Mengadaptasi istilah yang digunakan oleh Eiichiro Oda dalam manga One Piece, Era Baru. Kita sekarang sedang berada di Era Baru, sebuah era dimana perkembangan dan pembangunan infrastruktur sangat pesat. Hal ini membuat kita mengkonsumsi atau memakai produk secara berlebihan dan itu kita lakukan secara sadar. Ditambah dengan semakin mudahnya kita memperoleh barang dan jasa juga semakin banyaknya tawaran untuk mendapatkannya dengan cicilan (kredit).

Pengelolaan yang cerdas adalah kunci keberhasilan keuangan kita. Karena dengan pengelolaan keuangan yang baik, membuat kita dapat memahami dampak keputusan yang kita ambil. Misal nih kita memutuskan untuk piknik jauh dengan biaya yang tidak sedikit, kita jadi paham resiko-resiko apa yang akan terjadi pada keuangan kita nantinya.

Selain itu, kita juga semakin bisa mempertimbangkan efek jangka pendek dan jangka panjang serta memudahkan kita untuk beradaptasi dalam perubahan biaya kebutuhan hidup saat ini dan masa depan.

Biasanya fase kehidupan manusia dibagi menjadi 3 fase. Fase pertama, fase menerima, yaitu masa-masa kita masih sekolah dan masih belum mampu bekerja (umur 0-25 tahun). Fase kedua, fase memberi, yaitu masa setelah lulus dan sudah mampu bekerja (umur 25-55 tahun). Fase ketiga, fase menikmati hidup, yaitu masa purnabakti (umur 55 tahun sampai dengan wafat).

Biaya hidup dan tujuan hidup setiap orang di setiap fase tentu berbeda-beda. Tentu tujuan hidup di fase pertama adalah lulus sekolah dengan baik. Kemudian masuk fase kedua, tujuan hidup kita mulai berkembang. Seperti menikah, memiliki keluarga kecil bahagia, memiliki tempat tinggal sendiri, memiliki kendaraan pribadi sampai memiliki tabungan yang cukup untuk dinikmati di hari masa purnabakti.

Lalu bagaimana sih cara cerdas mengelola keuangan agar gaji yang kita miliki bisa untuk kehidupan full satu bulan bahkan bisa untuk menyisihkan sebagian penghasilan untuk kebutuhan masa depan, sehingga kita dan keluarga dapat hidup sejahtera? Ada 6 proses perencanaan keuangan yang harus kita lalui, yaitu:
  1. Mengevaluasi kondisi keuangan saat ini
  2. Melakukan analisis dengan memperhatikan kondisi keuangan terkini, seperti gaji atau penghasilan yang diterima setiap bulannya, harga kebutuhan pokok, kewajiban-kewajiban yang harus dibayarkan dan lainnya.
  3. Menyusun tujuan-tujuan keuangan
  4. Menyusun tujuan-tujuan yang ingin dicapai, baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek, seperti memiliki tabungan, ingin punya rumah atau kendaraan pribadi, ingin naik haji dan lainnya.
  5. Menyusun perencanaan keuangan dan alternatifnya
  6. Perencanaan keuangan dapat berupa kegiatan yang akan dilakukan dan bauran produk keuangan yang akan digunakan, dikaitkan dengan jangka waktu pencapaiannya. Misalnya untuk menabung berkala secara rutin berkala sebaiknya kita memilih tabungan rencana, ingin memiliki rumah sendiri dalam waktu 15 tahun dengan cara kredit sebesar Rp 800.000/bulan, menabung Rp 500.000/bulan untuk dana naik haji selama 20 tahun dan lainnya.
  7. Melaksanakan perencanaan keuangan
  8. Dibutuhkan komitmen masing-masing individu untuk menyadari dan melaksanakan apa yang sudah direncanakan tersebut secara disiplin. Kalau tidak disiplin semua rencana dan tujuan akan sulit tercapai.
  9. Mengevaluasi dan menyempurnakan perencanaan keuangan secara periodik
  10. Kondisi keuangan dan kebutuhan seseorang bisa berubah. Misalnya seperti naiknya harga kebutuhan pokok, lahirnya anggota keluarga baru, mengalami sakit yang membutuhan biaya besar, terganggunya sumber penghasilan keluarga, dan lainnya. Dalam kondisi seperti ini hendaknya kita mengevaluasi proses perencanaan keuangan yang telah kita siapkan. Misalnya dengan mulai menyediakan dana talangan atau bisa juga mengikuti asuransi sesuai dengan yang dibutuhkan.
Aplikasi sikapi uangmu
Otoritas Jasa Keuangan memiliki aplikasi kece yang dapat membantu kita menganalisis keuangan juga membantu mencatat pengeluaran dan pemasukan kita setiap harinya. Aplikasi yang bisa didownload secara gratis di playstore maupun di appstore ini bernama Sikapi Uangmu.

Selain dapat membantu mencacatat perencanaan keuangan kita, aplikasi ini juga memberikan informasi terbaru tentang portal waspada investasi yang berisi tentang perusahaan yang melakukan praktek investasi bodong, informasi keuangan juga aktivitas edukasi yang dilakukang oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Cara menggunakannya cukup mudah, pertama kita download terlebih dahulu aplikasi Sikapi Uangmu secara gratis di Play Store (untuk android) atau di App Store (untuk iPhone). Setelah itu kita bisa menggunakan fitur-fitur yang telah disediakan disana seperti rencana keuangan dan kalkulator keuangan.

    Kalkulator Keuangan
  1. Kalkulator Keuangan
  2. Dengan fitur ini kita bisa mengevaluasi keadaan keuangan kita saat ini dengan menggunakan simulasi yang ada. Setelah mengklik icon Kalkulator Keuangan akan muncul beberapa apliasi yang harus kita isi. Mulai dari periksa dompet, periksa anggaran, tujuan keuangan sampai catatan kartu kredit kita.

    Pada menu periksa dompet, akan muncul beberapa menu lagi yaitu catatan harta dan utang, catatan penghasilan dan pengeluaran lalu hasil periksa dompet.

    Pertama kita harus mengisikan semua harta yang kita punya. Mulai dari uang yang ada di dompet saat ini, tabungan, perhiasan, hewan ternak, hasil panen, kendaraan, rumah, tanah dan harta lainnya. Semua harta dinilai dalam rupiah, maksudnya adalah jika di jual maka kira-kira uang yang kita dapat berapa.

    Kemudian kita mengisi semua utang yang kita punya harus ditulis. Mulai dari hutang yang ada di toko sebelah rumah, saudara, KPR dan lainnya. Sehingga akan terlihat total harta bersih yang kita miliki.

    Setelah ditemukan harta bersih yang kita miliki, barulah kita mengisi penghasilan dan pengeluaran kita setiap bulannya. Penghasilan yang dimaksud adalah semua uang yang kita dapatkan setiap bulan. Seperti gaji, hasil usaha, hasil pertanian jika ada, hasil menyewakan rumah, tanah dan lainnya.

    Pengeluaran yang harus diisi adalah pengeluaran bulanan yang harus kita keluarkan setiap bulannya. Mulai dari zakat, sedekah, tabungan, iuran, belanja kebutuhan rumah tangga, uang sekolah anak, tagihan air, listrik, pulsa telpon, cicilan hutang dan lainnya.

    Setelah semua diisi, kita akan mengetahui apakah dompet kita, keadaan keuangan kita sedang sehat atau malah buruk yang ditandai dengan rasio ukuran uang tunai, rasio ukuran menabung dan rasio ukuran cicilan hutang.

    Setelah kesehatan dompet kita didapat, selanjutnya kita bisa memulai untuk melakukan simulasi membuat anggaran keuangan seperti rencana dan tujuan keuangan baik jangka pendek maupun jangka panjang.

    Rencana Keuangan

  3. Rencana Keuangan
  4. Fitur ini lebih sederhana dari kalkulator keuangan. Dengan fitur ini kita bisa mencatatat semua keuangan kita yang sebenarnya. Mulai dari harta kita saat ini, pemasukan yang didapat dan pengeluaran yang kita lakukan setiap harinya. Pencatatan ini bisa kita lakukan dan update setiap hari dan setiap saat kita mendapatkan uang ataupun mengeluarkan uang.

    Seperti pada aplikasi kalkulator keuangan, di awal kita akan diminta untuk mengisi uang yang sedang kita pegang saat ini sebagai saldo awal. Setelah itu kita mengisi alokasi anggaran. Dalam menu alokasi anggaran kita akan mengisikan alokasi-alokasi dana yang kita dapatkan dan dana yang kita keluarkan.

    Alokasi dana ini menjadi tolak ukur apakah di akhir bulan kita sudah benar dalam menggunakan uang kita sesuai dengan rencana atau malah over budget. Untuk itu kita harus menulis alokasi anggaran dengan selengkap mungkin. Jika di menu yang disediakan tidak tersedia, kita bisa membuat post-post alokasi anggaran sendiri sesuai dengan kebutuhan.

    Setelah alokasi anggaran selesai dibuat, kita tinggal mengisikan transaksi yang kita buat setiap harinya sesuai dengan alokasi yang sudah kita buat. Sehingga kita bisa membuat dan melaksanakan perencanaan keuangan lebih mudah. Tinggal memupuk konsistensnya.

  5. Portal Waspada Investasi dan Informasi Keuangan
  6. Fitur Portal Waspada Investasi berisi tentang instansi atau entitas yang tidak terdaftar dan tidak dibawah pengawasan OJK yang bersumber dari informasi masyarakat melalui FCC-OJK.

    Fitur Informasi Keuangan berisi tentang informasi, artikel dan berita terkini tentang keuangan.
Benar-benar sangat berguna bukan aplikasi Sikapi Uangmu untuk mengelola keuangan. Cerdas mengelola, masa depan sejahtera.


1 Komentar untuk "Cerdas Mengelola Keuangan dengan Aplikasi Sikapi Uangmu dari Otoritas Jasa Keuangan"

  1. saya baru tau OJK puny apalikasi kece seperti ini. Selama ini sebagai seseorang yang melek finansial saya lakukan semuanya serba manual sih. hahaha...

    tapi ada baiknya nyoba aplikasi besutan OJK ini ah, mana tau keren kan

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 2