Rudy Habibie (2016) - Jadilah Mata Air


Rudy Habibie (2016) - "Engkau bukanlah sebuah kesalahan, tak pernah ku menyesal ku mengenalmu. Tapi biarkanlah aku terbang bebas, mencari cinta sejati". Petikan lagu yang dinyanyikan oleh Cakra Khan, berjudul Mencari Cinta Sejati, yang merupakan original soundtrack film Rudy Habibie. Seperti yang diisyaratkan oleh lagu ini, film ini menceritakan petualangan Sang Teknokrat, Rudy (nama kecil BJ Habibie), mencari cinta sejati di masa mudanya.

Film yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo ini merupakan film kedua yang menceritakan kehidupan Bacharuddin Jusuf Habibie, setelah film sebelumnya berjudul Habibie & Ainun. Film Habibie & Ainun merupakan salah satu film tersukses di tahun 2012. Terbukti dengan berhasil menyabet 3 Piala Festival Film Indonesia di tahun 2013 pada kategori Pemeran Utama Pria Terbaik, Penulis Skenario Terbaik dan Perancang Busana Terbaik.

Bacharuddin Jusuf Habibie lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936. Rudy (panggilan kecil Habibie) merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan R. A. Tuti Marini Puspowardojo. Ayahnya yang berprofesi sebagai ahli pertanian berasal dari etnis Gorontalo dan memiliki keturunan Bugis, sedangkan ibunya beretnis Jawa.

Rudy kecil, yang diperankan oleh Bima Azriel, tinggal bersama keluarganya di Parepare, Sulawesi Selatan, sampai masa penyerangan tentara Sekutu ke Indonesia dan tentara Sekutu berhasil menguasai daerah itu. Kemudian keluarga Rudy pindah ke kampung halaman Ayahnya di Gorontalo. Keluarga Rudy adalah keluarga yang taat beragama. Ajaran-ajaran agama Islam sangat kental diajarkan di keluarga Rudy.

Rudy sangat dekat denan Ayahnya, yang diperankan oleh Donny Damara. Salah satu pelajaran penting dari Ayahnya, yang ia pegang dan berusaha ia terapkan hingga dewasa adalah agar bisa menjadi mata air, yang apabila kita baik maka baiklah di sekitar kita, namun apabila kita kotor maka kotor pulalah di sekitar kita.

Ayah Rudy meninggal saat dia berusia 14 tahun. Kala itu keluarga mereka sedang sholat berma'ah, saat sujud pada rakaat terakhir, Ayah Rudy tidak kunjung bangkit dari sujudnya. Hingga Rudy berusaha memegang tumit Ayahnya, ternyata Ayahnya sudah tiada. Sebagai seorang lelaki dan makmum yang berada tepat di belakang imam, Rudy pun maju menggantikan posisi Ayahnya menjadi imam untuk menyelesaikan sholat berjamaah yang memang hanya tinggal tahiyat akhir.

Setelah dewasa, Rudy, yang diperankan oleh Reza Rahadian, bersekolah di RWTH Aachen, Jerman Barat. Sebetulnya Rudy baru setahun berkuliah di teknik mesin Universitas Indonesia Bandung (sekarang ITB). Namun karena kejeniusannya dia mendapat percepatan tiga tahun dan diperbolehkan meneruskan kuliahnya di RWTH mempelajari teknik penerbangan.

Di Aachen, Rudy tidak hanya mempelajari tentang penerbangan saja. Tapi dia juga mempelajari tentang persahabatan dan mulai mempelajari tentang cinta. Rudy bersahabat dengan Lim Keng Kie, diperankan oleh Ernest Prakasa, seorang keturunan Tionghoa, Ayu, diperankan oleh Indah Permatasari, seorang putri keraton Solo, Poltak, diperankan oleh Boris Bokir, seorang pemuda Batak.

Kehidupan Rudy di Aachen tidak sepenuhnya lurus dan bahagia. Konflik dimulai saat Rudy dan kawan-kawan bertemu dengan para senior dari Indonesia yang juga bersekolah di Jerman, Peter, Panca dan kawan-kawannya. Merasa lebih senior, Panca dan kawan-kawannya tidak suka dengan Rudy yang dianggap lebih jenius.

Namun di tengah konflik tersebut, Rudy bertemu dengan cinta pertamanya, Illona Ivanoska, diperankan oleh Chelsea Islan, seorang gadis Jerman keturunan Polandia. Illona dibesarkan di Indonesia sehingga dia lancar berbahasa Indonesia.

Rudy mulai tertarik pada Illona karena sense humor Illona mirip dengannya. Hubungan mereka terus dekat seiring dengan dukungan Illona terhadap visi dan cita-cita Rudy. Hingga akhirnya mereka berdua saling mencintai.

Cita-cita terbesar Rudy adalah membangun sebuah industri penerbangan di Indonesia. Perjuangan Rudy tidaklah mudah. Banyak orang yang tidak setuju dengan pilihan Rudy ini, bahkan perlawanan datang dari pihak pemerintah sendiri. Namun Illona terus mendukung cita-cita Rudy, Rudy pun terus berjuang dengan memegang teguh petuah dari ayahnya, "Jadilah seperti mata air, jika kau baik maka baiklah sekitarmu, namun jika kau buruk maka buruk pula lah sekitarmu".

Film ini berhasil mamadukan keceriaan, kegembiraan, kesedihan dan komedi menjadi satu. Para pemerannya pun berhasil memerankan tokoh masing-masing dengan akting yang menawan. Saya belum pernah membaca buku karya Ginanti S. Noer yang menjadi referensi film ini. Jadi saya tidak bisa membandingkan apakah cerita pada film sama atau tidak dengan buku yang telah ada sebelumnya.

Klarifikasi: Saat pertama saya share artikel ini, saya menulis bahwa pemeran Rudy kecil pada film Rudy Habibie adalah Bastian Bintang Simbolon. Namun pemeran Rudy kecil bukan Bastian, meskipun Bastian memang memerankan Rudy saat remaja (saat sekolah dan mengolok Ainun). Saya menulis Bastian karena saya membaca daftar pemeran Rudy Habibie di movie.co.id. Saya tidak menyangka kalau nama Bastian yang dimaksud adalah Rudy saat remaja. Namun saya ingat-ingat lagi, nama Bastian adalah Bastian ex-Coboy Junior yang menjadi Rudy remaja. Kemudian saya temukan di www.brilio.net bahwa pemeran Rudy kecil adalah Bima Azriel.


Note:
Sumber gambar cover: http://www.bintang.com/.../bj-habibie-ungkap-tiga-cinta-yang-dimilikinya




0 Response to "Rudy Habibie (2016) - Jadilah Mata Air"

Posting Komentar