Perguruan Seni Bela Diri Silat BS Melati Tidak Pernah Bubar

BS. Melati Cabang Jember
Bukit Samboja, Teluk Love, Payangan - Jember - Jawa Timur
BS Melati Tidak Pernah Bubar - Beberapa tahun lalu ada berita yang tersebar bahwa Perguruan Seni Bela Diri Silat BS. Melati telah bubar dan melebur menjadi satu dengan beberapa perguruan membentuk nama baru. Berita yang tersebar secara masif ini sontak membuat banyak anggota kebingungan dan mengundurkan diri dari perguruan. Berita tersebut berhasil membuat vakum beberapa cabang Perguruan Seni Bela Diri Silat BS. Melati, termasuk Cabang Jember dan Cabang Banjarmasin.

Berita bubarnya Perguruan Seni Bela Diri Silat BS. Melati adalah berita bohong, berita hoax dan berita tersebut merupakan berita fitnah. Perguruan Seni Bela Diri Silat BS. Melati tidak pernah bubar. Karena sampai sekarang, Perguruan Seni Bela Diri Silat yang berpusat di Semarang itu terus berkembang pesat di seluruh Indonesia dan bahkan sampai Malaysia. Hingga saat ini telah ada sekitar 60 cabang BS.Melati tesebar di seluruh Indonesia dan Malaysia.

Berikut adalah sejarah singkat Perguruan Seni Bela Diri Silat BS. Melati

Sekitar tahun 1960-an, A Munawir yang berasal dari Purworejo mendapat kepercayaan atau mandat untuk merintis dan mengembangkan bela diri pencak silat Budi Suci dari gurunya yang berasal dari Banten. Setelah beberapa tahun berjalan, ternyata perkembangan Budi Suci yang dipimpin oleh A Munawir tidak banyak mengalami kemajuan, khususnya di Kota Semarang yang mana pada saat itu beliau berdomisili di Semarang. Hal tersebut disebabkan karena usia beliau yang sudah lanjut dan masih belum tersusun administrasi yang baik.

Oleh sebab hal tersebut, pada tanggal 7 Agustus 1978, A Munawir mewariskan ilmunya dan memberi mandat kepada salah seorang muridnya yang bernama Achmad Boesjairi yang berasal dari Jember untuk mengembangkan dan melestarikan Budi Suci. Maka sejak itu Achmad Boesjairi meneruskan dan mengembangkan Budi Suci secara tertib administrasi sampai ke daerah-daerah lain dengan alamat sekretariat pusat di Purwosari Wijilan No.360A, Kudus, Jawa Tengah.

Pada awal tahun 1986 sebelum A Munawir wafat, beliau pernah datang ke sekretariat pusat Budi Suci di Kudus dengan tujuan ingin menggabungkan Budi Suci yang dipimpinnya dengan Budi Suci yang dipimpin oleh Achmad Boesjairi. Beliau juga berpesan kepada salah seorang murid terdekatnya di Semarang bahwa bila ia ingin melanjutkan dan mengembangkan Budi Suci supaya bergabung dengan Budi Suci yang dipimpin Achmad Boesjairi di Kudus, karena pada saat itu telah disinyalir bahwa banyak bermunculan nama Budi Suci di daerah-daerah lain yang ternyata bukan satu aliran dan hanya kebetulan memiliki nama yang sama.

Demi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan serta untuk membedakan aliran Budi Suci yang berpusat di Kudus dengan aliran Budi Suci yang lain, maka Achmad Boesjairi selaku guru besar Seni Bela Diri Silat Budi Suci mengambil suatu kebijaksanaan untuk mengeluarkan Surat Keputusan No.01/GB/BSMelati/1/1990 Tgl.13-01-1990 tentang perubahan nama Budi Suci yang berarti perbuatan baik menjadi Budi Suci Melati (BS Melati) yang berarti perbuatan baik lahir dan batin. Dengan arti kata lain bahwa Budi Suci Melati (BS Melati) lebih mengutamakan mutu atau kualitas dibandingkan dengan kuantitas.

Kemudian pada tanggal 19 April 1996, sekretariat pusat dipindahkan ke Semarang berdasarkan Surat Keputusan Guru Besar No.02/GB/BSMelati/IV/96 ke alamat Jalan Randu Garut No.27 Rt.004 Rw.08, Tugu, Semarang, Jawa Tengah.

Sejak tahun 1996 perkembangan BS.Melati cukup pesat. Hal ini terbukti dengan berdirinya beberapa cabang di seluruh Indonesia, bahkan sampai ke Malaysia. BS.Melati telah tersebar di 15 propinsi, yaitu : Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI, DIY, Banten, Sumatra Selatan, Sumatra Barat, Jambi, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat,Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah dan NTB.

Pada tahun 2003, kesehatan Guru Besar “BS.Melati” H.Achmad Boesjairi mulai menurun, hal ini karena usia beliau yang sudah lanjut, sehingga tidak dapat menjalankan tugasnya sebagai guru besar secara optimal. Pada bulan oktber 2003 H.Achmad Boeesjairi menderita sakit stroke. Oleh karena itu seluruh kegiatan kenaikan tingkat “BS.Melati” diserahtugaskan kepada anaknya yang bernama Erieke Yuryevi Antony,S.Si. Sampai akhirnya tanggal 22 Juli 2005 H.Achmad Boesjairi menghadap Sang Khaliq.

Pada tanggal 20 Nopember 2005 bertempat di Kudus, diadakan pertemuan antara Dewan Guru dan Pelatih BS.Melati seluruh Indonesia yang menghasilkan keputusan bahwa seluruh Dewan Guru dan Pelatih mendukung dan meneruskan perjuangan BS.Melati bersama Erieke Yuryevi Antony, S.Si., sebagai Guru Besar. Alhamdulillah BS.Melati banyak mengalami kemajuan baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Saat ini telah ada sekitar 60 cabang BS.Melati tesebar di seluruh Indonesia dan Malaysia.



4 Responses to "Perguruan Seni Bela Diri Silat BS Melati Tidak Pernah Bubar"

  1. Itulah hebatnya, kadang murid lebih pandai dari gurunya. Wawasannya lebih luas, pandanganya lebih jauh kedepan.

    BalasHapus
  2. btw di foto itu kamu yg mana ya bro?
    #salahfokus

    BalasHapus