Perguruan Seni Bela Diri Silat BS Melati Cabang Jember

Seni Bela Diri Silat BS. Melati Cabang Jember
BS. Melati Cabang Jember
Bukit Samboja, Teluk Love, Payangan - Jember - Jawa Timur
Silat Jember - BS. Melati adalah salah satu perguruan seni bela diri silat yang ada di Indonesia yang merupakan singkatan dari Budi Suci Melati. Organisasi Perguruan Seni Bela Diri Silat BS. Melati berkedudukan di Semarang, Jawa Tengah sebagai Sekretariat Pusat dan memiliki maksud dan tujuan sebagai berikut:
  1. Mendidik generasi muda agar berbuat kebaikan, berakhlak mulia, berbudi luhur dan percaya diri serta ber-Ketuhanan Yang Maha Esa.
  2. Mendidik generasi muda untuk bersikap:
    1. Taat pada agama masing-masing;
    2. Hormat dan patuh pada orang tuah;
    3. Menghargai dan menghormati orang lain;
    4. Ramah tamah dan sopan santun terhadap sesama.
  3. Mendidik generasi muda untuk bersikap kesatria dan suka menolong sesama.
  4. Mendidik generasi muda untuk mencintai dan melestarikan kebudayaan asli/tradisional yang merupakan peninggalan nenek moyang.
  5. Mendidik generasi muda untuk mencintai perdamaian dan mengembangkan semangat gotong royong.

Beberapa tahun lalu ada berita yang tersebar bahwa Perguruan Seni Bela Diri Silat BS. Melati telah bubar dan melebur menjadi satu dengan beberapa perguruan membentuk nama baru. Berita yang tersebar secara masif ini sontak membuat banyak anggota kebingungan dan mengundurkan diri dari perguruan. Berita tersebut berhasil membuat vakum beberapa cabang Perguruan Seni Bela Diri Silat BS. Melati, termasuk Cabang Jember dan Cabang Banjarmasin.

Berita bubarnya Perguruan Seni Bela Diri Silat BS. Melati adalah berita bohong, berita hoax dan berita tersebut merupakan berita fitnah. Perguruan Seni Bela Diri Silat BS. Melati tidak pernah bubar. Karena sampai sekarang, Perguruan Seni Bela Diri Silat yang berpusat di Semarang tersebut terus berkembang pesat di seluruh Indonesia dan bahkan sampai Malaysia. Hingga saat ini telah ada sekitar 60 cabang BS. Melati tesebar di seluruh Indonesia dan Malaysia.

Berikut adalah sejarah singkat Perguruan Seni Bela Diri Silat BS. Melati

Sekitar tahun 1960-an, A. Munawir yang berasal dari Purworejo mendapat mandat untuk mengembangkan bela diri pencak silat Budi Suci dari gurunya yang berasal dari Banten. Setelah beberapa tahun berjalan, perkembangan Budi Suci tidak banyak mengalami kemajuan, khususnya di Kota Semarang tempat A. Munawir tinggal pada saat itu. Hal tersebut disebabkan karena usia beliau sudah lanjut dan administrasi yang masih belum tersusun dengan baik.

Oleh sebab itu, tanggal 7 Agustus 1978, A. Munawir mewariskan ilmunya dan memberi mandat kepada salah seorang murid beliau yang bernama Achmad Boesjairi yang berasal dari Kabupaten Jember untuk mengembangkan dan melestarikan Budi Suci. Sejak itu, Achmad Boesjairi mengembangkan Budi Suci secara tertib administrasi hingga ke daerah-daerah lain dengan sekretariat pusat yang beralamat Purwosari Wijilan No. 360A, Kudus, Jawa Tengah.

Setelah berkembang pesat di Kudus dan Wonosobo, beliau, Achmad Boesjairi, kembali ke kampung halaman, Jember, untuk mengembangkan BS. Melati disana bersama saudara-saudara beliau. Perguruan silat ini pun berkembang pesat di Jember sabagai salah satu Silat Jember yang dibawah naungan IPSI. Setelah Cabang Jember berkembang pesat, beliau kembali ke Kudus, Jawa Tengah.
Silat Jember
Salah Satu Perguruan Silat di Jember
Awal tahun 1986 sebelum A. Munawir wafat, beliau pernah berkunjung ke sekretariat pusat Budi Suci di Kudus dan berpesan kepada salah seorang murid terdekatnya di Semarang, bahwa beliau ingin menggabungkan Budi Suci yang dipimpin olehnya dengan Budi Suci yang dipimpin oleh Achmad Boesjairi di Kudus, karena pada saat itu telah disinyalir banyak bermunculan nama Budi Suci di daerah-daerah lain yang ternyata bukan satu aliran namun hanya kebetulan memiliki nama yang sama.

Demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan serta untuk membedakan aliran Budi Suci yang berpusat di Kudus dengan aliran Budi Suci yang lain, maka Achmad Boesjairi selaku guru besar Seni Bela Diri Silat Budi Suci mengambil suatu kebijaksanaan untuk mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 01/GB/BSMelati/1/1990 Tanggal 13 Januari 1990 tentang perubahan nama Budi Suci yang berarti perbuatan baik menjadi Budi Suci Melati (BS. Melati) yang berarti perbuatan baik lahir dan batin.

Pada tanggal 19 April 1996, sekretariat pusat dipindahkan ke Semarang berdasarkan Surat Keputusan Guru Besar Nomor 02/GB/BSMelati/IV/96 ke alamat Jalan Randu Garut No. 27 RT 04 RW 08, Tugu, Semarang, Jawa Tengah. Dengan pertimbangan Semarang sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah.

Sejak tahun 1996 perkembangan BS. Melati cukup pesat. Hal ini terbukti dengan berdirinya beberapa cabang di seluruh Indonesia, bahkan sampai ke Malaysia. BS. Melati telah tersebar di 15 propinsi, yaitu : Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Banten, Sumatra Selatan, Sumatra Barat, Jambi, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Barat.

Pada tahun 2003, kesehatan Guru Besar BS. Melati, H. Achmad Boesjairi, mulai menurun. Hal ini karena usia beliau yang sudah lanjut, sehingga tidak dapat menjalankan tugasnya sebagai guru besar secara optimal. Pada bulan oktober 2003 H. Achmad Boeesjairi menderita sakit stroke. Seluruh kegiatan kenaikan tingkat BS. Melati diserah tugaskan kepada anak beliau, Erieke Yuryevi Antony, S.Si. Sampai akhirnya tanggal 22 Juli 2005 H. Achmad Boesjairi menghadap Sang Khaliq.

Tanggal 20 November 2005 bertempat di Kudus, diadakan pertemuan antara Dewan Guru dan Pelatih BS. Melati seluruh Indonesia yang menghasilkan keputusan bahwa seluruh Dewan Guru dan Pelatih mendukung dan meneruskan perjuangan BS. Melati bersama Erieke Yuryevi Antony, S.Si., sebagai Guru Besar. Alhamdulillah BS. Melati banyak mengalami kemajuan baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Saat ini telah ada sekitar 60 cabang BS. Melati tesebar di seluruh Indonesia dan Malaysia termasuk Cabang Jember.
Kenaikan Tingkat BS Melati Cabang Jember
Kenaikan Tingkat BS. Melati Cabang Jember Dihadiri Pengurus Kabupaten IPSI Jember
Perkembangan silat di Jember sangat pesat. Banyak perguruan silat yang berkembang dengan baik di Jember, termasuk BS. Melati. Meski sempat vakum hampir 20 tahun, perguruan seni bela diri silat yang bersekretariat di Jalan Letjen Suprapto XVIA No.2 Jember ini mulai berkembang pada 2016 lalu. Melalui Surat Izin Nomor 04/BS Melati/PST/IX/2016 yang ditandatangi oleh Ketua Umum, Maftukhin, S.Pd, dan Guru Besar, Erieke Y. Antony, S.Si, M.Pd, tertanggal 20 September 2016 BS. Melati Cabang Jember resmi terbentuk.

Kemudian untuk pertama kalinya, setelah vakum hampir 20 tahun, BS. Melati Cabang Jember mengadakan Ujian Kenaikan Tingkat di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember pada 4 Desember 2016.

Sejak saat itu, di Jember BS. Melati mulai berkembang di Kecamatan Ambulu, Kecamatan Sumbersari, Kecamatan Mumbulsari, Kecamatan Jenggawah dan akan terus berkembang di tempat lain. BS. Melati juga menjadi salah satu Silat Jember di bawah naungan Pengurus Kabupaten IPSI Jember.
Lambang BS Melati
Nama Perguruan: BS. Melati
Pusat: Jl. Kauman No. 24, Randu Garut Tugu, Semarang, Jawa Tengah
Cabang Jember: Jl. Letjen Suprapto XVI A No. 2 Jember, Jawa Timur
Telp. (0331) 323594
Ketua Cabang Jember: Aditiya Zamrud Anggar Kasih, S. T.
No. HP: 085330703458

31 Responses to "Perguruan Seni Bela Diri Silat BS Melati Cabang Jember"

  1. Itulah hebatnya, kadang murid lebih pandai dari gurunya. Wawasannya lebih luas, pandanganya lebih jauh kedepan.

    BalasHapus
  2. btw di foto itu kamu yg mana ya bro?
    #salahfokus

    BalasHapus
  3. ayah aku dulu juga ikut bs melati tahun 90 an .....namanya tuwuh handoko sama gurunya orang payangan namanya pak andem/handem

    BalasHapus
  4. Bagiku BS. Melati adalah Gerakan yang indah lemah lembut berirama tapi bertenaga dipadu dengan nafas yang halus dan didukung dengan keyakinan yang tinggi, hingga tercipta suatu bentuk gerakan yang berestetika tinggi dan memiliki fungsi filosofi menyatu dalam rasa serta menanamkan karakter berbudi pekerti yang baik dan luhur ke dalam diri setiap anggota. Bagi kami gerakan silat tanpa ada do'a adalah gerakan yang tidak baik. BS. Melati tidak ada unsur klenik atau yang digembar-gemborkan banyak orang memakai jin pendamping. Sungguh itu adalah fitnah. Kami tegaskan, kami lebih percaya kekuatan Allah SWT dari pada kekuatan jin atau apapun.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul sekali... BS. Melati tidak menggunakan klenik atau pun jin. Meski terlihat lembut, namun gerakan di BS. Melati sangatlah kuat dan bertenaga. Semoga bisa berkembang menjadi salah satu Silat Jember yang berkembang dengan selaras dengan perguruan silat lainnya di Jember.

      Hapus
    2. Tak pernah ragu menggali ilmu di BS. Melati, tak hanya tentang bela diri tapi juga untuk memiliki budi pekerti yang suci dan luhur. Semoga bisa menginspirasi untuk semuanya.

      Hapus
    3. Siap bu, terimakasih atas inspirasinya. Semoga dapat menginspirasi seluruh anggota BS. Melati dimanapun berada, khususnya Cabang Jember. Semoga sehat selalu.

      Hapus
  5. BS. Melati mengajarkanku agar tidak melawan orang tua, bahkan mengatakan "ah" saja tidak boleh dan selalu menaati norma-norma yang berlaku di masyarakat. Semoga BS. Melati Cabang Jember terus kompak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap... melawan orang tua adalah sebuah pantangan yang tidak boleh dilanggar oleh setiap anggota BS. Melati dimanapun berada. Karena melawan orang tua adalah sebuah kesalahan yang fatal, setiap agama juga mengajarkan agar menghormati dan tidak melawan orang tua.

      Hapus
    2. Betul sekali. Orang tua, terutama ibu, sangatlah berjasa bagi kita semua. Ibu yang telah melahirkan kita dan merawat kita sejak kita lahir. Ibu rela tubuhnya berubah saat mengandung kita selama 9 bulan, menahan sakit saat kita di dalam kandungan, menahan sakit dan berjuang antara hidup-mati demi melahirkan kita. Ayah pun berperan penting dalam kehidupan kita. Tanpa ada ayah kita tidak mungkin lahir didunia ini, ayah juga yang rela membanting tulang mencari nafkah untuk kehidupan kita. Untuk itulah di BS. Melati kita sangat dilarang untuk melawan kedua orang tua. Selain itu kita juga harus menghormati orang yang lebih tua dari kita seperti saudara tua, kakak tingkat, guru di sekolah karena itu juga termasuk etika perguruan. BS. Melati tidak hanya mengajarkan cara membela diri tapi juga perilaku yang luhur.

      Semangat terus Cabang Jember, terus tingkatkan kualitas diri setiap anggota. Jember adalah salah satu cabang BS. Melati yang tertua. Meski sempat vakum, tapi saya yakin bisa kembali berkembang pesat.

      Tetap semangat.

      Hapus
    3. Iya Pak, kita semua sepakat bahwa tidak ada satu pun agama yang mengajarkan untuk melawan atau berani kepada orang tua, apa lagi ibu. Tentu semua agama yang ada di Indonesia mengajarkan hal tersebut.

      Itu adalah salah satu bukti bahwa BS. Melati mengajarkan suatu kebaikan di diri kami, tanpa harus mengenyampingkan urusan agama.

      Alhamdulillah Pak Rudi, kami akan tetap terus semangat. Demi kemajuan perguruan dan organisasi kedepan. Semoga sehat selalu.

      Hapus
  6. Betapa hangat dan indah kebersamaan BS Melati... Tidak hanya bertemu dengan teman, tapi malah bertemu dengan saudara di BS. Melati. Semoga bisa bersinergi dengan Silat Jember yang lainnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih, semoga saudara kita di Jember bisa tetap bersatu dan terus bertambah banyak dan semakin baik silaturahmi dengan perguruan silat lainnya...

      Hapus
    2. Betul sekali mas, saya Anggota BS. Melati Ranting Merangin, Cabang Jambi. Saat datang ke Jember disambut seperti saudara sendiri di Cabang Jember. Semoga tetap jaya.

      Hapus
  7. Semoga bisa terus berkembang di Jember....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam hangat dari BS. Melati Cabang Jember

      Hapus
    2. Salam Melati dari BS. Melati Cabang Merangin

      Hapus
  8. Meskipun di Jember banyak sekali perguruan bela diri, tapi yang ku pilih hanya BS. Melati. Karena tidak hanya belajar soal membela diri, namun masih banyak hal lain termasuk pengobatan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sip... ayo semangat dan istiqomah latihan tiap minggunya. Tunjukkan bahwa Cabang Jember bisa bangkit lagi seperti dulu.

      Hapus
  9. Semoga Guru Besar sehat selalu meski setiap minggu menghadiri Kataman(kenaikan tingkat) di Seluruh Indonesia dan Malaysia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiiin... Siwo hampir setiap minggu harus menghadiri Kenaikan Tingkat di seluruh cabang. Kemarin beliau datang ke Jogja. Semoga kenaikan tingkat untuk daerah Jawa Timur bisa diadakan di Jember lagi dan Siwo bisa datang lagi ke Jember.

      Hapus
  10. Perlahan tapi pasti Seni Bela Diri Silat BS. Melati Cabang Jember berkembang. Mempererat tali persaudaraan, menumbuhkan keteguhan hati setiap anggota. Menjunjung tinggi budi pekerti yang luhur dan tidak melanggar segala aturan maupun peraturan hukum yang ada di Indonesia, karena kita semua adalah Warga Indonesia.

    BalasHapus
  11. Dari tahun sekitar 93 aku ikut nie...trus ngilang...setelah tak tekuni lagi badan jadi lebih sehat lagi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah... semoga bisa terus bermanfaat ya... tetap berjuang dan berlatih bersama BS. Melati Cabang Jember. Semoga tetap berjaya.

      Hapus
  12. Belajar bela diri bukan cara untuk menakuti lawan. Bela diri ada karena kita harus melindungi diri sendiri dan orang lain tanpa harus menggunakan kesombongan. Itu yang saya pelajari dari BS. Melati.

    BalasHapus
  13. Baju seragam dan atributnya aja udah cerah, kebayang dong punya pasangan Anggota BS. Melati pasti masa depannya juga cerah. Semangat terus BS. Melati Cabang Jember, terus didik pemuda untuk memiliki akhlak yang baik dan budi pekerti yang suci.

    BalasHapus
  14. Saalah satu bentuk kebaikan BS Melati adalah melarang seluruh anggotanya untuk bersikap takabur dan sombong.

    BalasHapus
  15. Bela diri bukanlah untuk sombong-sombongan, bukan untuk jago-jagoan, bukan untuk sok-sokan. Justru bela diri adalah untuk melatih diri kita supaya lebih arif, lebih sabar lagi tapi punya kekuatan. Seperti motto BS Melati diam membahayakan, bergerak mematikan. Semoga BS. Melati bisa bersinergi dengan Silat Jember yang lain tanpa saling menakuti dan bersama-sama lebih arif menjaga keamanan Jember tercinta.

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 2