Gambar Palu dan Arit di Uang Seratus Ribu Rupiah Hoax Berikut Penjelasan Bank Indonesia

Gambar Palu dan Arit di Uang Seratus Ribu Rupiah
Isu Gambar Palu dan Arit di Uang Seratus Ribu Rupiah
Palu dan Arit di Seratus Ribu Rupiah - "Baru tau kalo logo Bank Indonesia (BI) sudah berubah, rasanya kok gak ada publikasinya ya... (ah, mungkin saya yang kurang gaul). Bicara soal logo BI yang baru ini, rasanya lagi, kok saya sulit yah bacanya, soalnya saya kok gak melihat huruf B disitu.... Malah seperti tanda baca, tanda tanya (?) lebih pas nya.... atau ekstrim nya, kok kayak lambang partai yang dulu pernah ada di Indonesia, tapi sudah dilarang sekarang...(ah lagi-lagi mungkin saya yang gak gaul)", ujar Bachren Lukskardinul pada status facebooknya yang kemudian menjadi viral.

Bahkan ada yang menulis lebih jelas, bukan hanya menyindir halus, "Perhatikan logo BI pada uang pecahan 100 ribu cetakan terbaru. Logo BI mengalami perubahankah? tapi kok mirip PALU ARIT?". Dan kemudian masyarakat Indonesia pun heboh.

Palu dan arit (☭) merupakan bagian dari simbol komunis. Gambar palu dan arit yang tumpang-tindih masing-masing mewakili kaum buruh dan petani, menyimbolkan persatuan kedua kaum tersebut. Simbol ini muncul pada saat meletusnya Revolusi Rusia dan dikenal luas setelah dicantumkan di panji merah Uni Soviet dan Partai Komunis Tiongkok beserta bintang merah (sumber: wikipedia).

Isu palu dan arit di Indonesia adalah isu sensitif yang mudah sekali menjadi viral. Beberapa waktu lalu bahkan seorang mahasiswa dihajar habis-habisan lantaran menggunakan kaos bergambar palu dan arit.

Isu ini menjadi sensitif karena mengingatkan pada sebuah kejadian kelam di Indonesia pada 30 Semptember 1965, dini hari. Atau yang lebih dikenal dengan G30S atau gestapu atau juga dikenal dengan sebutan gestok. Pada saat itu tujuh perwira tinggi militer Indonesia beserta beberapa orang lainnya dibunuh dalam suatu usaha percobaan kudeta. Banyak nyawa melayang pada kejaduan tersebut. Tidak hanya tujuh perwira tinggi militer Indonesia, tapi orang-orang yang dituduh sebagai komplotan partai komunis juga dihabisi.

Hal tersebutlah yang membuat masyarakat Indonesia sulit move on terhadap peristiwa ini. Karena korban yang jatuh tidak hanya dari pihak militer dan pihak partai komunis, bahkan orang yang difitnah sebagai komunis (padahal tidak tau apapun persoalan tersebut, hanya dituduh komunis) pun menjadi korban.
Ciri-Ciri Uang Kertas Pecahan Rp 100.000
Ciri-Ciri Uang Kertas Pecahan Rp 100.000
Bank Indonesia pun mengklarifikasi atas isu tersebut. Berikut penjeasan dari Bank Indonesia atas isu palu dan arit ini.

Sehubungan dengan beredarnya informasi di media sosial tentang uang kertas pecahan seratus ribu rupiah th.2014 yang mempunyai tanda/gambar "Palu Arit", perkenankan kami menyampaikan penjelasan bahwa pada setiap uang kertas Rupiah yang masih berlaku (mulai pecahan Rp.1.000,- s.d. Rp.100.000,-) terdapat Unsur Pengaman yang disebut sebagai RECTOVERSO atau GAMBAR SALING ISI.

Rectoverso pada uang kertas Rupiah dapat dilihat pada bagian depan uang di sudut kiri atas dibawah angka nominal & pada bagian belakang uang di sudut kanan atas di bawah nomor seri. Rectoverso adalah suatu teknik cetak khusus pada uang kertas dimana pada posisi yg sama dan saling membelakangi di bagian depan dan bagian belakang uang kertas terdapat suatu ornamen khusus seperti gambar tidak beraturan.

Namun demikian apabila Rectoverso pada uang kertas diterawang ke arah cahaya maka akan terbentuk suatu gambar yang beraturan. Pada setiap pecahan uang kertas Rupiah, Rectoversonya membentuk ornamen lambang "BI" (singkatan dari Bank Indonesia).
Rectoverso Uang Rupiah
Sejauh ini Rectoverso adalah unsur pengaman yang sulit dipalsukan. Selain digunakan pada uang kertas Rupiah, unsur pengaman Rectoverso juga digunakan oleh banyak negara, seperti uang kertas Malaysia Ringgit (membentuk ornamen bunga) dan uang kertas Euro (membentuk ornamen nilai nominal).

Dengan demikian Rectoverso pada bagian belakang uang kertas Rupiah th.2014 adalah TIDAK BENAR merupakan ornamen/lambang "Palu dan Arit". Jadi jangan khawatir dgn uang Rupiah kita ya.

Salam hangat Bank Indonesia

"Inget ya... ini rectoverso. Alat pengaman keaslian uang rupiah. Bukan palu arit. Mungkin sekilas mirip arit, tapi gak ada yang mirip palu. Yang mirip kujang ada... tapi di pecahan 5000. Tergantung sudut pandang yang menilai juga. But anyway... kami di Bank Indonesia tetap menjaga integritas dan nasionalisme. Sempet juga loh mendadak masuk hari sabtu bahas desain nih pecahan. Percayalah... tak ada niatan untuk menyusupkan palu arit", ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara.




3 Responses to "Gambar Palu dan Arit di Uang Seratus Ribu Rupiah Hoax Berikut Penjelasan Bank Indonesia"

  1. Hahaha, saya malah nggak nyadar logonya berubah mas. Wong tiap ngambil uang langsung dibelanjain, wkwkwk..

    BalasHapus