Mata Najwa On Stage Jember Sport Garden - Perempuan Penentu


Mata Najwa On Stage Jember - Mata Najwa adalah salah satu acara talkshow unggulan di Metro TV. Acara yang tayang setiap hari Rabu pukul 20.00 ini dipandu oleh jurnalis cantik Najwa Shihab, yang merupakan jurnalis senior Metro TV. Obrolan yang ditampilkan pada acara ini meski membahasas bahasan yang serius tapi dikemas secara santai. Dan di akhir acara disajikan kesimpulan yang menarik seperti sebuah sajak.

Kali ini syuting acara Mata Najwa On Stage akan diadakan di Stadion Jember Sport Garden bertajuk Perempuan Penentu. Acara ini dihadiri oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani dan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Khofifah Indar Parawansa.

Acara yang diadakan pada 22 Agustus 2016, Sabtu malam tersebut berhasil memecahkan rekor MURI sebagai acara talk show dengan penonton terbanyak, yaitu sebanyak 35.000 penonton. Rekor ini dilansir juga akan menembus rekor dunia.

"Saya Najwa Shihab tuan rumah Mata Najwa. Setiap orang memiliki hutang kepada perempuan. Setidaknya pada ibu yang mengasuh dalam kandungan. Tak selamanya perempuan meng-iyakan bahkan berabad-abad perempuan dilemahkan, dihalangi beragam tabu. Kaum perempuan terpaksa tunduk dengan lidah yang kelu. Kini zaman telah berganti, peran perempuan tak gampang lagi dikebiri hanya dengan alasan pratriarki. Mari simak kisah perempuan-perempuan penting Indonesia yang sedang ikut menentukan nasib Bangsa", ujar Najwa sebagai prolog pada acaranya, Mata Najwa.

Susi Pudjiastuti, kemanapun pergi selalu membawa termos berisi air panas dan teh panas. Suka meminum kopi dan favoritnya kopi hitam asal Lampung. Tidak bisa makan dan tidak mau makan kalau tidak pedas. Cabe bubuk selalu siap menunggu. Sejak muda Susi selalu menjadi pusat perhatian, bahkan sejak SD pun banyak yang sudah mendekati dan mengaku naksir dengan Susi.

Selain pandai mengaji, dia juga pernah jadi juara cerdas cermat lalu lintas se-Kabupaten Ciamis. Pakaian favoritnya saat remaja adalah celana jeans bolong-bolong yang bangga dikenakan sambil naik motor. Tak bisa mandi kalau tidak pakai garam mandi. Kebiasan mandi dengan air garam rupanya sudah turun-temurun dari keluarga.

Kehadiran Susi Pudjiastuti pada Kabinet Kerja sempat mencuri perhatian. Dengan gaya khasnya yang eksentrik, Susi berusaha menunjukkan bahwa dia adalah pilihan tepat untuk memimpin tata kelola kelautan dan perikanan di Indonesia. Susi juga dikenal salah satu pebisnis di Indonesia. Kehidupan keras di pesisir Pangandaran, menempa Susi untuk menjadi pebisnis ulet yang mengendalikan banyak perusahaan. Salah satunya maskapai penerbangan Susi Air.


Khofifah Indar Parawansa, penyuka kopi hitam pekat tanpa gula. Sehari bisa bergelas-gelas. Jika pukul sembilan malam para staf sudah mengantuk, Khofifah masih tetap segar bugar berkat kopi hitam. Terkesan feminim, tak disangka Khofifah muda suka naik motor trail. Sempat bercita-cita menjadi pembalap, tapi wurung setelah tahu harga mobil balap sangat mahal. Aktifitas partas kerap menyita waktunya, jauh dari keluarga. Anak sulungnya membuat coretan di tembok, "Bubarkan saja partainya karena ibu tak pernah pulang".

Khofifah ternyata juga penggemar batu akik. Dia hafal berbagai jenis batu akik meski tidak mengkoleksi. Mengaku tidak suka pedas, tapi setiap makan pasti makan sambal. Masakan favoritnya adalah lontong kikil khas Surabaya. Suka menyanyikan lagu-lagu Rhoma Irama, Iwan Fals dan Michael Jackson.

Khofifah, kini Menteri Sosial di Kabinet Kerja, adalah nama yang tak asing di jagad politik nasional. Bermula sebagai politisi DPR dari Fraksi PPP, Khofifah berhasil mencuri hati khalayak saat membacakan sikap kritis Fraksi PPP terhadap pemerintah Orde Baru pada Sidang Umum MPR 1998. Periode berikutnya, kembali menuju ke Senayan melalui PKB. Presiden Abdurrahman Wahid ketika itu menunjuk Khofifah menjadi Menteri Pemberdayaan perempuan. Pada tahun 2014 silam nama Khofifah sempat juga muncul dalam perebutan posisi Gubernur Jawa Timur.

Puan Maharani, saat ini dikenal sebaga politisi. Tapi masa mudanya ternyata pernah menjadi jurnalis magang di sebuah majalah berita. Sangat hobi dengan makanan daerah. Kemanapun pergi pasti selalu berburu makanan lokal untuk didatangi. Puan gemar minum jamu. Kegemaran ini sebetulnya bermula dari paksaan Sang Ibu, Megawati Soekarno Putri. Punya hobi menari Jawa, dan ibunya lah yang mengajari Puan menari Jawa sejak kecil.

Selain suka menari, Puan juga jago memanjat pohon. Tapi pintar naik, bukan berarti bisa turun. Kerap kali Puan sengaja loncat turun dan menimpa kakaknya dibawah. Saat kecil Puan Maharani memiliki obat jitu ketika terbaring sakit. Dia akan sembuh jika memegang kaos oblong milik ayahnya.

Puan Maharani, kini Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di Kabinet Kerja, pernah diganjar rekor MURI sebagai Menteri Koordnator perempuan pertama dan termuda dalam sejarah kabinet di Indonesia. Dalam karir politiknya, Puan konsisten berada di Partai moncong putih. Cucu dari Bung Karno ini sempat menjadi Ketua Fraksi PDIP di DPR saat masih berusia 36 tahun.

Najwa mengajak pemirsa untuk mengenal kiprah dan sepak terjang ketiga perempuan tersebut. Kabinet Kerja Jokowi-JK saat ini berisi 9 menteri perempuan. Ini merupakan rekor terbanyak jumlah perempuan dalam sebuah kabinet. Dan tiga diantaranya adalah Puan Maharani, Susi Pudjiastuti dan Khofifah Indar Parawansa.

Karena pertanyaan yang menyenangkan sudah terlalu umum saat talk show, Najwa pun bertanya sedikit terbali kepada ketiga menteri tersebut. "Apa yang paling tidak enak dengan menduduki posisi Menterinya Jokowi", tanya Najwa.

Ketiga Menteri kompak menjawab, "Yang tidak enak adalah sebuah tanggung jawab dan kewajiban yang berat".

Kemudian Najwa bertanya pada Puan, "Anda sebagai menteri termuda, perempuan lagi, pernahkah anda merasa canggung membawahi delapan kementerian? Sempat dibahas dibanyak media saat anda mengatakan 'saya bukan menteri titipan', apakah anda sadar ada banyak pihak yang meragukan Puan Maharani?".

"Alhamdulillah tidak, karena saya selalu berusaha merangkul dan berkomunikasi dengan baik bersama mereka. Saya sudah berkecimpung di politik sudah sebelas tahun dan belajar dari bawah. Saya merasa dalam sebelas tahun, saya berjuang, saya belajar dan saya merasa bahwa saat mendapat amanah ini saya harus mempertanggung jawabkan dengan melakukan sebaik-baiknya membantu Presiden mewujudkan nawacita. Saya bersyukur karena tidak semua orang bisa menjadi cucu seorang Soekarna dan anak dari Megawati, dan saya adalah cucu dari Soekarno dan anak dari Megawati. Saya bukan Bung Karno, bukan Megawati. Saya Puan Maharani yang anaknya Megawati dan Cucunya Bung Karno", jawab Puan.

Najwa mengalihkan pertanyaan penting kepada Susi Pudjiastuti. Najwa mengingatkan pertanyaan Susi beberapa waktu lalu bahwa dia hanya akan menjadi seorang Menteri selama dua tahun saja. Najwa ingin memastikan bahwa pernyataan tersebut masih berlaku sampai sekarang atau tidak. Jika benar, maka Oktober 2016 nanti jabatan Susi sudah genap 2 tahun.

Kontan Susi sedikit kebingungan. Dia menjelaskan bahwa banyak kekurangan yang masih harus dibenahi di sistem kemaritiman, kelautan dan perikanan di Indonesia. Tersirat bahwa dia sangat menyayangkan jika harus mundur jika melihat keadaan kelautan dan perikanan di Indoensia yang masih seperti sekrang ini. Namun terlalu banyak tekanan, sehingga membuat dia berfikir untuk mundur.

Dari semua penjelasan yang dituturkan oleh Susi, Najwa menyimpulkan bahwa "sepertinya" Susi tidak mungkin untuk mundur saat masa jabatannya sudah dua tahun. Najwa meminta Susi berjanji agar tidak mundur dari jabatannya. Namun Susi masih belum berani berjanji.

Pertanyaan beralih ke Khofifah. "Bu Khofifah pernah menjadi menteri di zaman Presiden Gus Dur dan sekarang menjadi menteri di era Presiden Jokowi. Lebih enak mana?", tanya Najwa.

"Tidak ada yang lebih enak dan tidak ada yang lebih berat, keduanya sama. Saya sama-sama harus tidur di angka kecil. Jika di zaman Gusdur saya tidur di kisaran jam 2 pagi dan di saat era Jokowi pun sama, saya harus tidur kisaran yang sama juga. Namun memiliki tantangan yang berbeda. Kalau dulu tantangannya adalah bagaimana kita menjawab ekspektasi masyarakat karena awal reformasi, sekarang tantangannya adalah kerja keras dan kerja nyata", jawab Khofifah dengan enteng.

Yang menarik dalam acara ini, terdapat Menteri yang mati-matian mengejar pendidikan dan ada juga menteri yang hanya lulus SMP saja. Najwa bertanya kepada ketiga menteri, pentingkah sebenarnya pendidikan?

Menteri Puan dan Mentri Khofifah sepakat menjawab sama, perlu. Menteri Susi, sebagai seorang Menteri yang hanya lulus SMP, juga menjawab demikian, "Pendidikan sekolah sangatlah penting. Bahwa saya tidak lulus SMA dan menjadi Menteri itu sebuah kebetulan. Tidak semua orang bisa memiliki kebetulan ini. Saya pikir itu hal yang sangat jarang terjadi. Jadi jangan ikut-ikut tidak lulus SMA untuk menjadi menteri. Saya menjadi Menteri selain karena kebetulan juga karena rezeki dan nasib".

Di pertengahan acara, Najwa mengundang Sujiwo Tejo untuk mengisi acara. Mbah Tejo meminta ketiga menteri untuk memilih wayang sesuai yang mereka suka. Susi Pudjiastuti memilih Dewi Drupadi, Puan Maharani memilih Dewi Kunti dan Khofifah Indar Parawansa memilih Srikandi. Kemudian Mbah Tejo memainkan wayangnya sesuai dengan karakter masing-masing wayang tersebut. Sesuaikah dengan karakter dari masing-masing Menteri yang memilihnya?

Satu pesan Mbah Tejo kepada ketiga Menteri perempuan tersebut, Puan, Khofifah dan Susi, "Jangan terlalu sombong jika perempuan menjadi pemimpin. Karena segudang apapun pengalaman perempuan, tidak akan mengalami pahit getirnya kejepit resleting. Katanya melahirkan itu sakit, tapi kan sudah berencana (direncanakan). Kalau kejepit resleting kan gak ada rencana sama sekali".

Diakhir acara, Najwa memberi catatan sebagai penutup, "Sangat banyak perempuan Indonesia yang berbakat, namun tak gampang jadi perempuan dengan capaian yang terhebat. Dibebani kewajiban sebagai ibu sekaligus istri, kendala perempuan dua kali lebih berat dari laki-laki. Maka jika ada perempuan yang benar-benar berprestasi, percayalah kalau usahanya sungguh tak terperi. Bersama anak-anak muda yang penuh harapan, kaum perempuan harus berperan dengan signifikan. Mustahil mengabaikan peran perempuan dan kontribusi anak muda, Indonesia sulit bergerak jika hanya ditangani oleh pria dan kaum tua. Sudah banyak perempuan dan anak muda yang memberi bukti bahwa usia dan jenis kelamin bukan halanan memberi kontribusi. Sebab jika perempuan dan anak muda makin berdaya, niscaya kian hebat sebuah bangsa".

Dirangkum dari acara Mata Najwa On Stage Jember
Jember, 27 Agustus 2016




0 Response to "Mata Najwa On Stage Jember Sport Garden - Perempuan Penentu"

Posting Komentar