Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cerita ABG SMA di Gedung Tua Yang Panas

Cerita ABG SMA
Cerita ABG akhir-akhir ini sedang marak diperbincangkan oleh masyarakat terutama masyarakat warga Warung Blogger. Pagi yang cerah, 5 November 2013 pukul 9.00, gedung tua itu ramai. Banyak sekali ABG SMA yang datang. Di gedung tua yang diberinama dengan Gedung Soetarjdo itu sedang diadakan sebuah acara Lomba Mendongen Cerita Rakyat yang diadakan oleh Pusat Penelitian Budaya Etnik dan Komunitas - Universitas Jember. Acara ini diadakan dalam rangkaian acara hari ke-4 Festival Tegal Boto 2013 Universitas Jember.

Gedung Soetardjo
Menurut ketua panitia sekaligus Kapuslit Budaya Etnik dan Komunitas Universitas Jember, Dr. Novi Anoegrajekli, M. Hum, acara ini diadakan untuk melestarikan kebudayaan mendongeng. Acara yang sudah ditawarkan pada seluruh ABG SMA, SMK, dan MA se-eks Karisidenan Besuki sejak sebulan lalu ini memperebutkan juara 1 yang akan mendapatkan uang Rp. 1.500.000+trophy, juara 2 yang akan mendapatkan uang Rp. 1.250.000 + trophy, juara 3 yang akan mendapatkan uang Rp. 1.000.000 + trophy, dan juara harapan 1 yang akan mendapatkan uang Rp. 750.000 + trophy.

Lomba Mendongeng Cerita Rakyat
ABG-ABG SMA ini ditantang untuk bercerita dalam waktu 10 menit dan diberi toleransi 3 menit. Sebelumnya Para ABG ini diminta mengumpulkan teks dongeng yang akan diceritakannya pada saat pendaftaran. Penilaiannya pun tidak terlalu rumit. ABG-ABG ini dinilai dari segi kelengkapan cerita, jalan cerita, artikulasi, intonasi, kelantangan suara, dan gerak/bahasa tubuh serta sebagai nilai plus adalah kelengkapan setting cerita, seperti pohon, boneka/wayang hewan, dan lain-lain.

Para Juri
ABG SMA yang mengikuti acara ini berjumlah 81 orang yang dibagi menjadi 2 grup. Grup A dan Grup B. Pembagian ini dimaksudkan untuk menghemat waktu, karena jika peserta bercerita satu persatu maka akan memakan waktu yang panjang. Bayangkan 1 ABG diberi waktu 10 menit, jika 81 peserta bisa memakan waktu minimal 810 menit atau 13½ jam. Untuk itu Gedung Soetardjo dibagi menjadi 2 bagian yang dipisahkan oleh sekat yang terbuat dari papan. Yang masing-masing grup dipimpin oleh 3 MC dan 3 Juri.

  • Juri Grup A
    1. Dra. Titik Masikatin, M. Hum.
    2. Dra. Asri Sundari, M. Si.
    3. Edy Haryadi S, M. A.
  • Juri Grup B
    1. Dr. Agus Sariono, M. Hum.
    2. Dra. Sri Maryati, M. A.
    3. Dra. Erna Rohyati, M. Hum.
Pembagian Gedung Soetarjdo
Semua ABG diminta mengambil nomor undian yang akan menentukan nomor urutan tampil dan ditempatkan pada grup apa. Sistem kompetisisnya adalah setelah ke 81 ABG berdongeng, maka akan diambil 4 ABG dari setiap grup, lalu kedelapan ABG tersebut diminta untuk menceritakan kembali dongeng yang telah dia ceritakan tadi di depan 6 juri. Meskipun Gedung Sutarjdo (adalah gedung paling luas yang pernah aku liat di Universitas Jember) sangat luas, tapi siang itu cuaca sangat panas dan tidak dapat dipungkiri juga bahwa ada persaingan yang panas disana, tapi tidak menurunkan semangat para ABG dalam berdongeng. Beragam dongeng yang ditampilkan oleh ABG-ABG ini, baik itu fabel maupun legenda.

ABG Yang Bercerita Tentang Si Kancil dan Buaya
ABG Yang Bercerita Tentang Situ Bagendit
ABG Yang Bercerita Tentang... apaan yak? lupa
ABG Yang Bercerita Tentang Asal Muasal Gandrung
ABG Imut Bercerita Tentang Si Kancil dan Monyet
ABG Chubby Bercerita Tengang Keong Mas
ABG Cantik Bercerita Tentang Legenda Danau Toba
ABG Unyu Bercerita Tentang Ande-Ande Lumut
Banyak sekali ABG cantik, imut, dan menggemaskan yang menggoda untuk digoda. Aku coba menguatkan imanku dengan mendoktrin pikiranku dengan kata-kata, "sabar pak sabar... ingat umur, mereka masih ABG dan dirimu sudah uzur, hassh... nggak lah aku juga masih muda, paling juga beda hanya 9 tahunan dengan mereka". Dan apa daya imanku pun goyah. Beda 9 tahun saja tak bisa menahanku untuk berbicara dengan salah satu peserta (kakek-nenekku saja bedanya 10 tahun lebih, so what?). Aku pun mengajak ngobrol seorang ABG cantik dari SMAN Kencong - Jember (yang fotonya aku pasang paling atas tuh). Dari dialah aku tau informasi sejak kapan lomba ini ditawarkan pada sekolah dan berapa besar hadiah yang diperebutkan. Tapi sayang sekali aku gak sempat meliat dia tampil. Dia berada pada nomor 39, sedangkan waktu sudah menunjukkan pukul 15.30 tapi peserta masih pada nomor urut 28 di grup A dan nomor urut 29 di grup B. Aku harus pulang untuk makan dan mandi karena masih ada acara asyik yang harus aku hadiri malam harinya. Pagelaran Kyai Kanjeng. Jadi aku juga gak tau siapa juaranya.

Alat Peraga ABG Dari SMA 1 Genteng - Banyuwangi
Alat Peraga ABG Peserta Lomba
Aku salut dengan acara yang diadakan oleh Pusat Penelitian Budaya Etnik dan Komunitas - Universitas Jember yang menginginkan membudayakan budaya mendongeng dalam ini. Seperti yang kita tahu, ABG-ABG zaman sekarang lebih sering bercerita tentang cinta lah, rindu lah, kangen lah, cintaku bertepuk sebelah tangan lah, cintaku ketinggalan di Monas lah, ini kah rasanya cinta pandangan pertama lah, ini kah rasanya ciuman pertama lah, dan masih banyak lagi. Tidak hanya itu, mereka juga kerap terlibat dalam cerita-cerita mesum, panas, syur, dan mengundang syahwat yang mengarah pada pornografi. Saya juga salut kepada para pengurus Warung Blogger yang mengadakan even Gerakan Peduli Kata Kunci (Gerakan PKK). Gerakan ini dimaksudkan untuk bersih-bersih Google (gampangnya seperti itu) dari konten-konten yang tidak jelas juntrungannya dan tidak mendidik yang malahan mengarah pada cerita vulgar. Misalkan saja kita mengetikka "anak SMA", "anak SMP", atau "Cerita ABG" yang akan muncul adalah cerita yang aneh-aneh yang tidak relevan seperti yang apa kita inginkan. [sumber referensi: Warung Blogger]. Artikel ini dibuat selain untuk memberitakan bahwa ada acara bagus di Festival Tegal Boto 2013 Universitas Jember, artikel ini juga turut mendukung gerakan PKK Warung Blogger dengan kata kunci Cerita ABG.





54 komentar untuk "Cerita ABG SMA di Gedung Tua Yang Panas"