Push Bike 3.0 by Element, Balance Bike Murah!

Balance Bike atau push bike, beberapa orang menyebutnya dengan kick bike, adalah sepeda tanpa pedal, tanpa rantai dan tanpa gear-box yang dirancang khusus untuk pesepeda pemula. Cara menggerakkannya pun mudah yaitu dengan mengandalkan gaya dorong dari kedua kaki atau memanfaatkan jalan yang menurun, tinggal berjalan, berlari atau meluncur menuruni jalan yang menurun sambil duduk diatas sadel.

Sesuai namanya, balance bike memeliki fungsi untuk melatih keseimbangan (balance), sebelum memakai sepeda berpedal (sepeda normal). Selain itu, menurut beberapa artikel yang saya baca, sepeda ini memiliki beberapa manfaat lain, yaitu melatih otot kaki, melatih koordinasi kaki dan tangan, serta melatih fokus bahkan ada yang bilang untuk melatih kecerdasan anak.

Apakah saya membeli balance bike karena semua manfaat yang dimilikinya? Emm... tentu saja tidak! Awalnya saya berminat membeli sepeda ini karena unik, jarang yang punya, agar anak terlihat keren, mengikuti tren dan kebetulan anak saya, Alzi, sudah berumur 2 tahun. Sungguh alasan yang cukup hedon bukan? Hahaha...

Sebelum mantap membeli balance bike, saya dan istri berinisiatif untuk sewa terlebih dahulu dengan tujuan mencoba minat anak. Sayang juga kalau beli tapi anak gak mau pakai. Kebetulan di Jember ada tempat persewaan balance bike, Rp 140.000 per bulan.

Kok mahal, Rp 140.000 per bulan, emang kalau beli harganya berapa? Kebetulan tempat persewaan balance bike tersebut hanya menyediakan Kick Bike London Taxi yang harga barunya di beberapa toko online rata-rata Rp 1.200.000 (belum ongkos kirim). Cukup mahal untuk ukuran sepeda anak kecil. Jadi dari pada beli, lebih baik sewa saja.

Sayangnya harga semahal itu Alzi tidak mau menggunakan sepeda tersebut di 2 minggu awal sewa. Hanya dilihat, dipegang dan dirobohkan tanpa mau menaikinya. Merasa rugi karena kehilangan waktu sewa selama 2 minggu tanpa digunakan, saya coba mengenalkan sepeda tersebut melalui beberapa video youtube. Esoknya, dia pun tertarik mencoba sepeda itu. Saking senengnya, dia seharian penuh mencoba sepeda itu.

Seminggu pertama, masih pelan-pelan. Seminggu ke-2 sudah mulai sedikit mahir bahkan dia suka sekali bersepeda. Karena ga tega memisahkan Alzi dengan sepeda yang baru dia sayangi itu, saya tambah masa sewa 1 bulan lagi. Semakin hari dia semakin mahir. Bukannya semakin hari semakin bosan, tapi semakin hari semakin sayang dengan sepeda itu.

Sebenarnya tak tega untuk memisahkan Alzi dengan sepedanya, karena saya tahu bagaimana rasanya ditinggal saat sedang sayang-sayangnya. Tapi keadaan eknomi kami yang sedang sulit memaksa saya untuk mengembalikan sepeda tersebut. Sedih, ini adalah pertama kali Alzi, anak berumur 26 bulan, patah hati. Hampir setiap hari dia selalu menanyakan dimana sepedanya. Apalagi kalau ada pesepeda lewat depan rumah, dia pasti merengek mencari sepedanya.

Bukan hanya Alzi yang patah hati, saya dan istri pun ikut sedih melihatnya. Sambil pelan-pelan menabung, kami membulatkan keinginan membeli balance bike untuk Alzi. Untuk menghindari ongkos kirim yang lumayan mahal, kami coba mencari toko yang menjual sepeda tersebut. Dari sekian banyak toko yang kami datangi, hanya ada 1 toko di Jember yang menjual balance bike. Itu pun hanya menjual 1 merk saja, Push Bike 3.0 by Element. Harganya pun murah hanya Rp 450.000. Tanpa pikir panjang, kami langsung membelinya. Itu pun saya mendapat subsidi Rp 200.000 dari orang tua, "Untuk cucuku", ujar Papa.

Apa beda Kick Bike dari London Taxi dan Push Bike dari Element? Tentu saja perbedaan yang paling mendasar adalah harga, Rp 1.200.000 dibadingkan dengan Rp 450.000. Seperti kata orang Jawa "Ono rego, ono rupo", yang berarti "Ada harga, ada wujud" atau dapat diartikan ada harga ada kualitas.

Secara bentuk dasar kedua push bike ini memiliki kesamaan yang cukup mirip. Keduanya sama-sama menggunakan ban mati (ban tanpa angin). Menurut saya, setidaknya ada 5 perbedaan dari keduanya.
  1. Kerangka
  2. London Taxi memiliki kerangka yang lebih kokoh dibandingkan dengan Element, namun kerangka London Taxi terasa agak lebih berat dibandingkan dengan Element.
  3. Spon pada handlebar
  4. Pada balance bike, biasanya ditambah aksesoris berupa spon di bagian handlebar. Entah fungsinya untuk apa, perkiraan saya sih untuk melindungi dada anak, ketika jatuh dada tidak langsung terhantam handlebar yang keras. Namun, sayangnya Element memasang spon tersebut terkesan asal-asalan, kurang rapi dengan bahan yang kurang bagus jika dibandingkan dengan London Taxi.
  5. Bahan karet pegangan (grips)
  6. Bahan grips milik London Taxi terbuat dari bahan karet dengan bentuk yang sangat aesthetic. Sedangkan milik Element terbuat dari bahan spons biasa saja.
  7. Bahan dan bentuk sadel
  8. Bahan kulit sadel milik London Taxi terbuat dari kulit (entah asli atau sintetis, saya kurang paham tentang kulit), terlihat sangat clasic. Sedangkan milik element teruat dari bahan biasa saja. Tapi dari bentuknya, menurut saya lebih nyaman milik Element dari pada milik London Taxi.
  9. Bentuk lengan penyangga ban belakang
  10. Pada lengan penyangga ban belakang milik London Taxi, terdapat cat hitam agak kasar seperti aspal sedangkan milik Element tidak ada. Awalnya saya tidak tahu apa fungsi dari bagian hitam tersebut. Tapi setelah melihat beberapa video tentang balance bike di youtube, ternyata bagian itu bisa digunakan anak berdiri saat sepeda meluncur lurus melaju dan agar tidak terpeleset bagian tersebut dibuat kasar.
Tapi dari semua perbedaan itu, Alzi terlihat nyaman menggunakan Push Bike 3.0 by Element. Bahkan anak yang kini berumur 2,5 tahun ini semakin ngebut mengendarai sepeda kesayangannya itu. Untuk penjelasan lebih lengkap akan coba saya upload di youtube dalam waktu dekat.

6 Komentar untuk "Push Bike 3.0 by Element, Balance Bike Murah!"

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 2