Menikah di Tanggal Cantik 17 September 2017


Menikah di Tanggal Cantik 17 September 2017 - "Salah satu kenikmatan hidup manusia di dunia ini ialah bahwa di samping pria (laki-laki), Allah menciptakan pula wanita (perempuan), dan antara keduanya selalu ada perasaan tarik-menarik, lalu dari perasaan tarik-menarik ini timbul rasa cinta-mencintai. Dan dari perasaan cinta-mencintai ini, terciptalah hidup bahagia. Alangkah sepinya kehidupan di dunia ini, bila tidak ada rasa cinta-mencintai ini". Bey Arifin pada buku Hidup Sesudah Mati, halaman 174, tahun 1987.

Sampai saat ini aku masih takjub dengan segala rencana yang diberikan Allah untuk ku. Terutama rencana saat aku bertemu dengan wanitaku, Karimatus Sholihah, yang akrab disapa Lily. Begitu terasa bahwa ini semua adalah rencana Allah.

Kami dipertemukan di sebuah klinik dermatology terkenal di Jember sebagai karyawan. Tak butuh waktu lama untuk membuatku jatuh hati padanya. Terlebih kami bekerja di satu ruangan yang sama dan setiap hari pasti bertemu.

Sempat aku Sholat Istikharoh meminta pentunjuk-Nya, "Ya Allah jika memang Karimatus Sholihah baik untukku, izinkan aku bisa menikah dengannya dan berilah petunjukmu, biarkanlah kami mengenakan baju dengan warna yang sama besok".

Atas izin dan kehendak Allah, besoknya kami mengenakan baju yang sama saat dikantor. Aku pun membernikan diri untuk menyatakan perasaanku kepadanya. Namun rencanaku tak semulus dan tak semudah dugaanku.

"Sebenarnya aku sayang kamu, maukah kamu jadi pacarku?", aku memintanya saat kami sedang piknik di pulau sebrang.

"Maaf aku gak bisa menerimamu, aku gak bisa jadi pacarmu. Tapi bukan berarti hari ini aku menolakmu. Ada suatu perasaan ku ke kamu tapi aku gak tau itu apa. Yang jelas ada rasa percaya ke kamu. Kalo aku menolakmu, aku takut ternyata kamu adalah jodoh yang disiapkan oleh Allah untukku. Lagi pula, diumurku sekarang aku sudah gak mau lagi pacaran", jawab Lily saat itu.

"Jadi aku gimana? Aku ditolak nih?", desakku.

"Aku kan sudah bilang tadi, aku gak berani menolak kamu. Tapi kalau jadi pacar aku menolakmu", jawab Lily tenang.

"Kalau begitu ayo kita menikah, aku sayang kamu", pintaku kepada Lily.

"Untuk yang satu ini aku gak bisa jawab sekarang. Karena memang tak mudah untuk menjawab itu. Aku harus bertanya Umi dulu. Menikah gak cuma modal sayang aja, harus ada perasaan lebih dari itu yang harus dipupuk. Lagi pula kita masih satu kantor lho, kita ga boleh menikah kalau masih satu kantor", jawab Lily masih dengan tenangnya.

Sejak saat itu hubungan kami terus dekat dan kami membuat komitmen akan menikah saat aku sudah mendapat kerja di tempat lain, di tempat yang lebih baik. Aku pun terus berusaha mencari kerja di tempat baru. Hingga akhirnya aku bekerja di Otoritas Jasa Keuangan Jember sebagai Tenaga Honorer Outsourcing Teknisi (THOS Teknisi), aku memberanikan diri untuk memintanya menikah.

"Neng sekarang kita sudah bekerja di kantor yang berbeda, jadi maukah kamu menikah denganku", aku bertanya padanya di sela obrolan kami pada messanger.

"Coba kamu tanyakan langsung sama Umi, aku mau menikah sama kamu. Tapi kalau Umi gak setuju aku bisa apa?", jawab Lily.

Tanpa pikir panjang aku langsung datang ke rumah Lily dan menemui Umi. Kebetulan saat itu dirumah hanya ada Umi. Lily sedang bekerja dan Kakak laki-laki Lily sedang berada di luar kota.

"Umi sebenarnya saya suka sama Lily dan ingin menjadikan Lily istri saya, apa Umi tidak keberatan?", tanpa basa-basi aku bertanya langsung pada Umi.

Terlihat kaget Umi pun menjawab, "Sebenarnya saya gak menduga kalau Mas Adit suka sama Lily. Saya pikir Mas Adit sudah menganggap Lily sebagai adik sendiri. Tapi kalau seperti itu keinginan Mas Adit, saya akan merestui. Tapi restu saya bergantung pada Lily. Kalau Lily setuju, ya saya akan merestui kalian berdua menikah".

Dengan perasaan bahagia, aku pun pulang dan menceritakan apa yang sudah aku lalui kepada kedua orang tuaku. Tapi aku malah diomeli Ayah, "Bukan begitu cara melamar seorang gadis. Kamu harus bawa keluarga dan dipersiapkan secara matang".

Akhirnya sebelum Ramadhan 1437 H (2016 M) aku bersama keluargaku ke rumah Lily untuk melamar Lily secara resmi. Hingga akhirnya kami semua sepakat bahwa Aku dan Lily akan menikah pada 17 September 2017.

Menikah di tanggal cantik ternyata tak semudah pikiranku. Sulit sekali. Karena ternyata banyak orang yang menginginkan menikah di tanggal tersebut. Mulai dari venue, catering, photographer sampai dengan penghulu. Padahal semua itu sudah kami siapkan sejak setahun lalu tapi tidak mudah untuk menentukan vendor yang tepat dan sedang kosong di tanggal tersebut.

Alhamdulillah kami semua bisa terus mempersiapkan segalanya dengan bantuan teman dan saudara. Hingga...

Hari ini adalah waktuku
Saat aku memintamu menjadi temanku
Teman seumur hidupku
Hidup sebagai ratu
Ratu dalam Kerajaan Berlumutku

Berdua kita saling mendoakan
Mendoakan untuk dipersatukan
Tak mudah jalan kita untuk menuju pelaminan
Terlalu banyak godaan setan

Dulkemo dan Dulkiyem
Panggilan saat kita saling berantem
Hubungan kita jarang bisa ayem
Semoga kedepan bisa jadi bekal hidup tentrem

Dengan berantem aku jadi tau siapa kamu
Kamu juga jadi tau siapa aku
Dengan begitu
Hidup tentrem bukan hanya jadi angin lalu

Dulkiyem,
Saat nanti kamu jadi istriku
Ingatlah lagu yang paling sering kita dengar dulu
Lagu oleh Bang Tulus

Jangan cintai aku apa adanya
Tuntutlah sesuatu
Biar kita jalan kedepan
Aku ingin jadi jagoanmu

Ndul...
Mulai hari ini mari kita ubah doa
Tak lagi hanya soal cinta
Tapi sakinah mawahdah wa rohmah menggapai surga
Menyempurnakan separuh agama

Aku tak pernah bisa menjanjikanmu harta
Aku pun tak bisa menjanjikanmu selalu bahagia
Bagiku kamulah harta dan bahagia
Aku ingin, kepadaku kamu merasakan yang sama

Dengan restu keluarga
Kita akan membangun sebuah keluarga
Keluarga sederhana dan bahagia
Bersama anak-anak kita

Jember, 17 September 2017
Adit dan Lily




0 Response to "Menikah di Tanggal Cantik 17 September 2017"

Posting Komentar