Tugas Preclass Creativa: Virus Menulis Dari Seorang Guru Sekolah Dasar

Menulis
Menulis - Beberapa waktu lalu saya mendapat tawaran seorang teman bahwa akan ada kelas menulis gratis, Kelas Menulis Creativa, yang akan diadakan oleh Hari Setiawan, seorang Wartawan Jawa Pos Radar Jember.

Saya tidak langsung percaya, tapi saya juga berpikir bahwa saya sangat membutuhkan guru untuk menulis dengan baik demi kelancaran serta masa depan blog www.kerikilberlumut.com.

Saya pun mencoba untuk mendaftar. Disinilah kesalahan pertama saya. Saya hanya mencoba mendaftar bukan serius mendaftar untuk mengikuti Kelas Menulis Creativa.

Setelah mendaftar saya pun dimasukkan kedalam sebuah grup whatsapp yang dibuat oleh Pak Hari. Awalnya saya hanya menjadi pembaca yang baik pada grup (saya memang kerap menjadi seorang pembaca saja dari pada ikut mengobrol pada sebuah grup). Ternyata di dalam grup tersebut terdapat sekitar 60 orang yang memiliki minat menulis dan sangat serius ingin mengikuti kelas ini.

Dari 60 orang, awalnya Pak Hari hanya akan menerima 6 orang saja sebagai peserta kelas, tapi karena banyaknya peminat maka Pak Hari menambah quota menjad 10 orang saja. Untuk itu, Pak Hari menyeleksi peserta dengan memberikan beberapa tugas. Melihat betapa humble dan telatennya Pak Hari di grup whatsapp, saya pun juga ingin serius untuk mengikuti kelas ini.

Tugas pertama di berikan pada Senin, 4 April 2017, puku 7.00 dan harus dikumpulkan melalui email paling lambat 17.00 pada hari yang sama. Tugasnya sangat mudah sebenarnya yaitu membuat sebuah tulisan tentang : 1) mengapa Anda layak lolos ke Kelas Menulis Creativa; dan 2) apa janji/komitmen terbaik Anda bila menjadi peserta Kelas Menulis Creativa yang layak belajar bersama saya. Dengan aturan sebagai berikut:
  1. Setting ukuran kertas di MS Word di A4, margin atas 4 cm, kiri 4 cm, kanan 3 cm, dan bawah 3 cm.
  2. Pilih font Times New Roman 12, spasi 1.
  3. Panjang tidak boleh lebih dari 1 halaman.
  4. Jarak antara nama, judul, dan isi satu enter.
Sungguh sebuah tugas dengan deadline yang sangat ketat mengingat jam kerja saya mulai pukul 6.00 sampai 18.00 sedangkan tugas harus dikumpulkan pada 17.00. Disela-sela istirahat siang saya menyempatkan mencari ide untuk menyelesaikan tugas yang diberikan Pak Hari. Kemudian saya menulis,
Aku adalah seorang karyawan di sebuah Lembaga Negara. Menulis adalah sebuah hobi yang diajarkan oleh seorang Guru saat aku di bangku Sekolah Dasar. Saat itu aku diharuskan menulis “Saya tidak akan membolos sekolah lagi” sebanyak 2 lembar folio bergaris bolak-balik.

"Dengan menulis kamu akan mengingat dengan baik apapun yang kamu tulis," kata Guruku saat menghukumkudan teman-teman yang juga ikut membolos. Sejak saat itu aku tidak berani untuk membolos, kecuali untuk acara yang aku rasa tidak penting seperti class meeting. Aku pun mengingat terus kata-kata guruku. Jika aku ingin mengingat sesuatu aku harus menulisnya.

Cara ini sangat ampuh membuat aku menghafal banyak rumus Matematika dan Fisika. Aku terus mencatat semua rumus yang ada pada sebuah buku dan entah bagaimana, tetiba aku sudah menghafalnya. Sungguh sebuah cara yang sangat ajaib untuk menghafal dan mengingat.

Setelah lulus sekolah, buku catatan rumus-rumus yang aku kumpulkan aku wariskan kepada sepupuku. Dia pun sangat terbantu dengan catatan itu. Semenjak kuliah aku sudah tidak lagi menulis rumus-rumus Matematika ataupun Fisika. Aku justru terbuai untuk menulis status-status di jejaring sosial friendster.com. Kemudian aku dikenalkan blog oleh seorang teman dan aku pun kecanduan untuk banyak menulis di blog pribadiku. Aku senang dapat menumpahkan ide-ide anehku di blogku itu. Pemikiran-pemikiran yang tak jarang naif.

Tapi menurut teman-teman, tulisanku agak sulit dimengerti. Ada yang bilang pemilihan diksi yang kurang tepat dan ada juga yang mengatakan aku salah dalam menempatkan tanda baca (terutama titik dan koma).

Aku sendiri juga merasa seperti itu. Selain itu aku sangat kesulitan menulis dengan cara sudut pandang orang ketiga dan menulis percakapan-percakapan yang diselipkan narasi.

Aku sangat ingin belajar menulis agar aku bisa menuangkan ide gilaku dan orang lain dapat mengerti apa yang aku tulis. Tapi apa daya aku tidak memiliki catatan tentang Bahasa Indonesia sama sekali. Aku terlalu banyak belajar Matematika dan Fisika. Beruntung seorang teman mengabariku akan dibuka sebuah kelas menulis yang akan membuka kelas untuk beberapa orang saja. Aku merasa layak untuk mengikuti Kelas Menulis Creativa karena aku suka menulis tapi aku tidak memiliki kemampuan menulis. Aku memiliki banyak ide yang ingin aku tuliskan di blog agar banyak orang mendapatkan pengetahuan tambahan.

Aku tak bisa berjanji banyak jika aku diterima di kelas ini. Bahkan untuk datang pada pertemuan yang telah ditentukan aku tidak bisa berjanji karena kesibukanku bekerja dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore setiap hari senin-jum’at. Aku harus banyak istirahat untuk pekerjaanku dan keluarga. Tapi aku berjanji akan lebih banyak menulis di blog jika aku berhasil bergabung dengan Kelas Menulus “Creativa”. Bahkan materi menulis tersebut akan aku tulis di blogku agar banyak orang juga mendapat manfaat kelas ini. Menulis di blog tidak membutuhkan waktu khusus juga tidak membutuhkan tenaga yang banyak. Hanya duduk di depan laptop dan konsentrasi menulis.
Saya sadar telah melakukan kesalahan pada tulisan ini. Tau kesalahannya terletak dimana? Tulisan ini seharusnya menulis tentang alasan kenapa saya layak diterima di Kelas Menulis Creativa dan komitmen jika diterima kelak. Saya malah menulis tentang alasan saya suka menulis dan saya terlalu takut untuk membuat komitmen dengan kelas yang diasuh oleh Pak Hari Setiawan.

Bersambung...





1 Response to "Tugas Preclass Creativa: Virus Menulis Dari Seorang Guru Sekolah Dasar"

  1. very informative post for me as I am always looking for new content that can help me and my knowledge grow better.

    BalasHapus