Pengalaman Recruitment Teknisi Otoritas Jasa Keuangan Jember


Recruitmen Teknisi OJK Jember - Sekali lagi do'a ibuku terkabul. Sejak kecil aku dilarang ini dan itu. Dalam keluargaku, aku selalu didoktrin agar tidak merokok, tidak bertato, tidak bertindik dan tidak minum minuman keras agar anak-anaknya nanti saat dewasa bisa bekerja di instansi pemerintah, Tentara, Polisi dan Perbankan. Meski tanpa melihat cita-citaku (saat itu aku ingin jadi insinyur), tapi apa yang diinginkan ibu saat itu adalah sesuatu yang terbaik untuk anak-anaknya. Agar anak-anaknya dapat hidup layak secara ekonomi.

Masih jelas dalam ingatanku, saat itu 6 Desember 2015, aku mendapat pengumuman sebuah lowongan kerja dari sebuah grup jejaring sosial Facebook, Info Warga Jember. Lowongan yang akan ditutup pada 8 Desember 2015 itu merupakan lowongan kedua setelah sebelumnya terdapat recruitment Sekertaris untuk Kepala Otoritas Jasa Keuangan Jember. Pada lowongan tersebut, disebutkan bahwa OJK Jember membutuhkan beberapa orang yang akan ditempatkan pada posisi Teknisi, Operator Telepon, Cleaning Service, Security, Messanger, dan Driver, dengan kriteria minimal lulusan SMA. Yap! OJK Jember membuka lowongan besar-besaran kali ini.
Lowongan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember
Lowongan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember

Saat itu aku masih bekerja pada sebuah klinik dermatology, yang beberapa orang menganggapnya sebagai salon kecantikan, Erha Skin Jember sebagai General Affair. Tugas utama General Affair di Erha Skin adalah membuat jadwal dan melakukan maintenance fasilitas klinik seperti peralatan kantor, peralatan medis, AC, genset dan peralatan IT; mengawasi penggunaan listrik, air dan telephone agar digunakan secara efisien; menyediakan supplies document centre, mengatur segala perizinan yang diperlukan oleh klinik, serta sebagai support dari semua divisi yang ada di klinik.

Setelah mendapat info lowongan tersebut aku langsung bercerita kepada seluruh teman klinik. Mungkin ada yang berminat. Terutama teman-teman cleaning service dan security. Semua temanku antusias ingin melamar sesuai dengan kemampuan dan disiplin ilmu masing-masing. Kemudian temanku, Pak Yasin, yang juga security di Erha Skin bertanya, "Sampean gak ikutan melamar mas?"

"Posisi apa pak?" aku bertanya kembali.

"Teknisi mas, kan cocok sama pekerjaan sekarang," kata Pak Yasin.

"Enggak deh pak, lagian itu kan lowongan buat SMA," jawabku.

"Kenapa mas kalau itu buat SMA?" Pak Yasin kembali bertanya.

Sedikit bimbang aku pun menjawab, "Kan aku S1 pak, gak enak aku sama yang lulusan SMA. Lagian gajinya pasti kecil soalnya kan buat SMA".

"Lho pekerjaan yang sekarang kan juga lowongan buat SMA mas? Lagi pula walaupun tergolong kecil pasti gajinya lebih dari yang sekarang, kan instansi milik pemerintah", ujar pak Yasin memberiku semangat.

Syarat untuk menjadi General Affair di Erha Skin Jember saat itu adalah minimal lulusan SMA (atau di utamakan SMK Kelistrikan), baca kisahnya di Ada Apa Dengan GA? Dari Genetic Algorithm Sampai General Affair. Aku pun berpikir ucapan Pak Yasin ada benarnya juga dan memantapkan diri ikut mendaftar untuk lowongan tersebut. "Bener juga ya Pak Yas, aku tak ndaftar wes ah," ujarku pada Pak Yasin.

Mengingat waktu sangat mepet, aku langsung bergegas menyiapkan segala persyaratan yang diperlukan. Mulai dari ijazah yang sudah dilegalisir, Foto, Surat Keterangan Catatan Kepolisian sampai surat sehat dari Puskesmas. Aku masih berkerja dan harus menyelesaikan tanggung jawabku sebagai karyawan sehingga semua persyaratan baru selesai aku kumpulkan saat hari terakhir lowongan tersebut dibuka, 8 Desember 2015.

Hari itu aku bimbang apakah ku antar langsung ke Gedung Kantor Perwakilan Bank Indonesia di jember (Saat itu OJK masih berada satu gedung dengan BI di Jember) ataukah melalui jasa kantor pos. Karena pada lowongan tertulis "Cap Pos", maka aku putuskan aku kirim lamaran tersebut melalui kantor Pos. Saat menyerahkan kepada petugas Kantor Pos, aku merasa pasrah saja, dalam hati berpikir, "Keterima ya alhamdulillah, gak ketrima ya wis".

Setelah seminggu berlalu, aku mendapat panggilan untuk melakukan tes tulis di Kantor Otoritas Jasa Keuangan Jember yang baru, Jalan Hayam Wuruk 41 Jember. Dengan penuh semangat aku meminta izin kepada atasanku untuk mengikuti tes tulis tersebut.

Tes tulis diikuti oleh pelamar untuk posisi teknisi, cleaning service dan security. Kami diarahkan agar duduk sesuai dengan nomor urut yang telah disiapkan oleh panitia. Saat itu aku duduk pada nomor urut 39. Menurutku ini adalah awal yang bagus, karena nomor ini adalah nomor absenku saat duduk dibangku kelas XI dan XII.

Tes tulis saat itu hanya tentang kepribadian diri saja. Seperti "Anda akan memilih hal A atau hal B" dan "Tuliskan kelemahan dan kelebihan anda". Hanya seperti itu saja, meskipun terdapat 50 soal lebih, aku bisa mengerjakan dengan santai dan cepat. Tapi...

Saat waktu berakhir, panitia mengumumkan bahwa pelamar selain teknisi diperbolehkan pulang jika telah selesai mengerjakan soal. Untuk teknisi masih belum diperbolehkan pulang karena masih ada tes lanjutan. Tes kedua berupa tes kemampuan dasar tentang teknisi. Disinilah awal mula rasa pesimisku muncul. Banyak soal yang tidak bisa aku jawab. Meski begitu, aku bisa mengerjakan 20 menit lebih cepat dari waktu yang diberikan oleh panitia.

Sampai di klinik aku pun merasa pesimis akan diterima dan sudah tidak mengharap lagi akan pekerjaan tersebut. Tapi seminggu kemudian aku diundang untuk melakukan wawancara dengan Kasubag OJK Jember. Dihari yang sama aku juga harus menyelesaikan maintenance AC di Erha bersama vendor. Sesi maintenance dibagi menjadi 2 sesi yang dikerjakan pada Siang hari dan malam hari setelah klinik tutup (agar tidak mengganggu pasien).

Datang ke OJK, aku mulai optimis lagi karena lagi-lagi aku mendapat absen dengan nomor keberuntunganku, 5. Aku pun mengobrol dengan pelamar lain yang berhasil sampai tahap ini. Nyaliku pun mulai ciut. Mereka membicarakan semua pengalaman mereka yang super keren (buatku). Dibandingkan mereka, ceritaku di Erha tidak ada apa-apanya meskipun aku juga mengalami hal yang serupa. Aku pun memilih hanya menjadi pendengar.

Saat itu aku diwawancarai oleh 3 Kasubag, Pak Ngatmo, Pak Budi dan Pak Dodi. Semua pertanyaan mereka sebenarnya tidak susah karena semua yang ditanyakan telah aku lalui di Erha. Sehingga aku bisa menjawab dengan tenang, percaya diri dan lancar. Sampai pada pertanyaan terakhir dari Pak Dodi, "Taukah anda tentang merk-merk kabel listrik?"

Jujur saja aku tidak mengetahui tentang merk-merk kabel. Bahkan tugasku untuk menghafal jenis-jenis kabel dari atasanku pun masih belum tuntas aku lakukan. Aku pun menjawab jujur, "Tidak tau pak, saya hanya tau jenis-jenis kabel saja, tapi saya tidak mengingat banyak hanya NYY dan NYA saja".

Sepulang dari wawancara aku pun kembali ke klinik. Pertanyaan terakhir dari Pak Dodi cukup membuatku terpukul. Aku pun malas untuk pulang, hingga malamnya harus melakukan maintenance AC. Maintenance AC sesi malam selesai pada pukul 23.00, aku pun merasa mengantuk dan merasa berbahaya jika pulang dalam keadaan mengantuk. Aku memutuskan untuk menginap di klinik.

Pagi harinya, saat teman-teman datang pukul 7.00 aku pun bergegas pulang untuk mandi dan sarapan lalu kembali ke klinik dengan izin atasan. Namun tanpa sengaja handphoneku tertinggal di klinik. Saat kembali ke klinik, salah satu temanku mengatakan bahwa baru saja ada telpon dari OJK ke handphoneku bahwa aku harus datang ke OJK paling lambat pukul 9.00, sedangkan saat itu jam sudah menunjukkan pukul 8.45.

Sesampai di OJK aku dipersilahkan untuk menemui Kasubag Administrasi (yang merangkap SDM saat itu) Pak Budi Walibroto. Saat bertemu dengan Pak Budi, beliau langsung memberiku selamat karena aku terpilih sebagai Teknisi Otoritas Jasa Keuangan Jember.

Aku hampir tidak bisa mengatakan apapun saat itu. Aku merasa senang dan terkejut, ternyata kepasrahanku selama ini membuahkan hasil. Aku pun mencoba menenangkan diri dan meyakikan diri bahwa ini semua bukan mimpi (mengingat aku kurang tidur hari itu). Pak Budi memintaku untuk mulai bergabung dengan OJK pada 4 Januari 2016.

Meskipun senang bukan main, aku tidak memberitahu ke banyak temanku. Bahkan seorang temanku yang mengetahui bahwa aku berhasil diterima di OJK Jember dari salah satu rekannya di OJK kemudian memberitahuku dan memberiku selamat (mengira aku belum tau bahwa aku di terima disana sebagai salah satu pegawai). Aku pun berpura-pura terkejut dengan pengumuman yang dia berikan. "Dalam waktu dekat sampean pasti ditelpon oleh OJK bahwa sampean diterima mas", begitu kata temanku. Aku hanya tersenyum menanggapinya.

Terimakasih Otoritas Jasa Keuangan Jember telah mau menerimaku sebagai Teknisi. Meskipun aku bukan teknisi yang serba bisa, tapi aku akan melakukan semua yang terbaik semampuku.

Terimakasih Erha Skin Jember, tempatku banyak belajar pengalaman maintenance gedung, maintenance peralatan medis, interpersolan skill, dan public relation sehingga aku bisa melakukan maintenance fasilitas klinik di dalam dan di luar gedung seperti peralatan kantor, peralatan klinik, peralatan medis, peralatan telekomunikasi, genset, mengawasi penggunaan listrik, air, dan telpon yang efisien, menyediakan supplies document centre, serta sebagai support dari semua divisi yang ada di klinik.

Terimakasih Ibu karena telah menginginkan dan mendoakan agar anak-anaknya bisa bekerja di perbankan. Kini Adik sudah bekerja di salah satu Bank BUMN dan aku, meskipun tidak bekerja di perbangkan tapi aku sekarang bekerja di Otoritas Jasa Keuangan yang bertugas mengatur, mengawasi dan melindungi Industri Jasa Keuangan Indonesia. Pekerjaan ini juga tidak jauh dari cita-citaku menjadi insinyur. Karena sejatinya insinyur adalah seorang teknisi.

Meskipun teknisi di Otoritas Jasa Keuangan Jember bukanlah pegawai tetap hanya Tenaga Honorer Outsourcing (THOS) tapi aku bangga menjadi bagian dari insan OJK.

Barrakallahu...




1 Response to "Pengalaman Recruitment Teknisi Otoritas Jasa Keuangan Jember"