Kena Marah Pasangan Soal Post Nyinyir


Kena Marah Pasangan - Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? Allah sangat menyayangiku dan terus menyayangiku. Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Segala Puji Bagi Allah. Allah selalu memberikan apapun yang aku minta, mulai dari pekerjaan hingga kini seorang pasangan yang bisa menyeimbangiku.

Tak hanya cantik luar biasa, cerdas dan (insyaa Allah) sholihah, dia juga bisa menyeimbangiku. Bukan karena dia selalu setuju dengan apa yang aku perbuat. Tapi sebaliknya, pemikiran kami selalu bertolak belakang. Hampir setiap ada suatu pembahasan kami selalu berdebat kecil. Diakhir perdebatan akan terjadi sebuah kesimpulan, entah saya yang kalah atau dia yang mengalah. Kami sama-sama keras kepala untuk urusan perdebatan. Tak jarang berakhir dengan pertengkaran. Tapi disitulah seni "bercinta" ala kami.

Sedihnya, selain dia tak memiliki akun jejaring media facebook, dia juga satu-satunya orang yang terang-terangan mengatakan tidak menyukai artikel yang aku tulis di www.kerikilberlumut.com. Sehingga dia tak pernah tau semua update artikel yang aku tulis di blog. Meskipun begitu, dia adalah gadis yang melek teknologi.

Sampai pagi tadi, Sabtu 3 September 2016, aku bercerita tentang sebuah post yang membuat beberapa orang salah paham dan sakit hati, "Alasan Tidak Menonton Jember Fashion Carnaval".

Dia pun langsung berkata sinis, "Ah kamu itu selalu begitu, selalu berpikiran melenceng dari pemikiran orang kebanyakan, itulah kenapa aku gak suka gaya menulismu dan malas membaca artikelmu".

Aku pun bertanya, "Apanya yang salah?"

"Lho artikel ini termasuk nyinyir lho, apa lagi kalau yang membaca pecinta JFC. Hamu pasti gak disukai banyak orang. Habisi kamu. Kalau menurutmu JFC itu aneh, ya udah biarin gak usah diumbar di sosial media, mau apa sih kamu? Mau cari pembaca banyak!? Gak gitu caranya! Yang jelas mau kamu nulis JFC aneh kek, JFC jelek kek apa pengaruhnya buat JFC? Mereka tetap berjalan dan berkarya", jawabnya dengan sedikit meninggikan nada bicara.

Aku yang keras kepala tidak mau kalah dengan perdebatan ini, "Justru karena aku tau ini gak akan berpengaruh ke JFC aku post tulisan ini ke facebook sayang... Kalau bakal ngehancurin JFC karena artikel ini ya gak bakal aku post artikel ini kemana-mana".

"Halah ngeles aja kerjaannya. Ya ini nih yang aku bilang tadi kalau kamu itu selalu berpikiran berbeda dengan orang kebanyakan. Sudahlah, percaya deh sama aku. Aku itu cuma gak mau kamu gak disukai banyak orang. Kalau kamu gak suka sesuatu, mending disimpan aja gak usah diumbar. Apa lagi ke sosial media. Setiap orang itu punya pemikiran sendiri-sendiri. Tulis aja yang bisa membahagiakan orang atau memotivasi orang. Tulisan yang membuat orang lain itu 'waw' gitu", dia menasehatiku dengan pelan namun pasti mulai menurunnkan nada bicaranya.

Aku pun berpikir keras. Kata-kata ini pun pernah aku dapat dari teman-temanku yang berkomentar tentang artikel tersebut. Dan kata-kata tersebut adalah komentar dari banyak orang yang 'seakan' dia rangkum. Tapi tak mungkin juga dia merangkum komentar teman-temanku di facebook karena dia sendiri tidak memiiki facecbook.

"Oh iya satu lagi, kamu itu sebenarnya gak cocok lho buat jadi penulis. Kamu itu selain pendiam, juga selalu susah mengungkapkan apa isi hatimu. Kamu susah mengungkapkan apa yang kamu maksud ke banyak orang. Jangankan banyak orang, ke aku aja susah ngungkapin apa maksudmu. Kalaupun kamu bisa mengungkapkannya, pasti menyakiti orang lain, termasuk aku. Kamu itu kalau nyletuk suka nyakitin kata-katanya, padahal kamu itu pendiam", tambah dia menasehatiku.

Aku pun terdiam. Meskipun belum terima bahwa artikel tersebut adalah sebuah artikel nyinyir, tapi aku lega. Lega, aku seperti bisa berdebat dengan banyak orang di sosial media padahal ya sama cuma dengan seorang gadis. Lega, karena masih ada yang mau mengingatkan bahwa aku salah. Kalau saja tidak ada dia, mungkin aku masih terus keras kepala dengan menertawakan komentar orang lain.

Alhamdulillah...


sumber gambar: www.voa-islam.com/read/muslimah/2014/05/14/30361/voaislamic-parenting-4-cantikmu-adalah-ketakwaanmu/


4 Responses to "Kena Marah Pasangan Soal Post Nyinyir"

  1. Hidup ini aneh, kadang kita harus kebawa arus demi dianggap sama. Tidak berani tampil beda. Berani bersuara keras keluar batas ,tapi sama orang tercinta kita lupa dan diam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas. Saya sih dalam kasus ini bukan takut sama orang yang saya cinta. Tapi saya mengghargai pemikirannya yang tidak ingin saya dibenci orang. Kami sering sekali berdebat dengan pola pikir kami masing-masing yang punya pemikiran masing-masing.

      Hapus
  2. beda itu berat ya mas, apalagi melawan arus hehehe
    istrinya baik itu mas demi kebaikan, tidak dimusuhi banyak orang
    menyenangkan orang itu pahala mungkin itu maksud istrinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang paling berat itu bukan melawan arus mas, tapi melawan orang yang kita cinta hahahaha... tapi disini pasangan yang saya maksud bukan istri lho mas, kami belum menikah hehehehe... Semoga disegerakan bisa menikah.

      Hapus