Nikmatilah Kejutanku Inilah Aku Yang Baru


Lagu Tulus Baru - Entah ada kekuatan apa yang menyelimuti Muhammad Tulus ini sehingga saya tak pernah bosan untuk mendengar lagu darinya. Sebuah kekuatan inspirasi dibumbui dengan satu sendok motivasi. Seperti lagu berjudul Baru ini, "Nikmatilah kejutanku, inilah aku yang baru. Nikmatilah rasa ini, ku tak lagi dikuasamu".

Lagu yang liriknya di tulis oleh Tulus sendiri dan lagunya di tulis oleh Tulus dan Ferry Nurhayat ini merupakan bagian lagu dari album Gajah yang dirilis pada 19 Februari 2014 dan merupakan lagu pertama dalam album tersebut.

Menurut saya lagu ini mengajak untuk melakukan balas dendam secara elegan kepada orang yang telah merendahkan dan meremehkan kita. Berikut lirik lagu Baru oleh Tulus.
Tak perlu kau ajak aku bicara
Tak akan pernahku mendengarnya
Ini aku yang dulu bahkan tak dapat sebelah dengar dari telingamu

Tak perlu bersolek berwangi bunga
Tak akan mampu luluhkan hatiku
Ini aku yang dulu bahkan tak dapat sebelah mata dari pandanganmu

Nikmatilah kejutanku
Ini aku yang baru
Nikmatilah rasa itutak lagi dikuasamu

Tak perlu gelitik aku tertawa
Tak lagi kulihat ada yang lucu
Ini aku yang dulu namanya terus jadi sisipan setiap leluconmu

Nikmatilah kejutanku
Ini aku yang baru
Nikmatilah rasa itu
Tak lagi dikuasamu

Nikmatilah kejutanku
Nikmatilah rasa itu
Tak lagi dikuasamu

Dari dulu kamu tahu waktu aku demi kamu
Dulu lalu tinggal dulu inilah aku yang baru

Nikmatilah kejutanku
Ini aku yang baru
Nikmatilah rasa itu
Tak lagi dikuasamu
Nikmatilah kejutanku
Nikmatilah rasa itu
Tak lagi dikuasamu
Kalau kata orang kekinian sih, "Cara balas dendam paling bagus adalah dengan tampil menjadi orang yang lebih sukses dari kita yang dulu di depan orang yang telah menjatuhkan kita".

Entah sebenarnya itu ungkapan dari siapa dan oleh siapa, yang jelas kata-kata tersebut sering sekali berseliwera di beranda sosial media. Biasanya tulisan seperti ini akan ditulis pada status media sosial orang-orang yang telah diremehkan orang lain.

Lagu ini menceritakan tentang seseorang yang dulu hanya bagian dari olok-olok. Hanya sebagai obyek penderita. Di dunia nyata, orang seperti ini biasanya adalah orang yang paling gemuk didalam suatu kelompok, atau yang paling kurus, atau bisa jadi yang paling hitam, yang paling kecil, atau yang paling lemah.

Caci dan maki terus mengalir untuknya. Semua itu diselipkan dalam setiap candaan dan gurauan dalam kelompok. Ya hanya dengan dalih bercanda dan bergurau, orang rela mencemooh temannya yang lain. Dan Si Obyek Penderita tidak boleh sakit hati, harus melapangkan dadanya karena itu semua hanya gurauan. Meski gurauan mestinya tak segoblok itu.

Namun dalam lagu ini, Si Obyek Penderita akhirnya bisa menunjukkan sesuatu yang baru dari dirinya. Suatu yang lebih besar yang mampu menutupi segala kekurangannya. Kesuksesan berhasil diraihnya.

Para pengolok-olok pun akhirnya menyesal dan ingin memperbaiki hubungannya dengan Si Sukses yang dulunya hanya Obyek Penderita. Segala macam bentuk mencari perhatian mereka lakukan.

Dalam lagu ini tersirat sebuah cara untuk membalas orang-orang yang meremehkan kita dengan kekuatan atas kesuksesan kita diatas mereka.



catatan:
sumber cover: http://health.liputan6.com/read/2281969/cara-penyanyi-tulus-tutupi-kekurangan-fisik




0 Response to "Nikmatilah Kejutanku Inilah Aku Yang Baru"

Posting Komentar