Alasan Tidak Menonton Jember Fashion Carnaval

Jember Fashion Carnaval merupakan sebuah perhelatan akbar yang diprakarsai oleh Dynand Fariz. Acara ini diadakan setiap setahun sekali di Kabupaten Jember. Tidak hanya dikenal oleh masyarakat Jember, namun acara ini juga sudah berhasil mengambil perhatian masyarakat di seluruh Indonesia bahkan Internasional.

Hampir seluruh elemen masyarakat Jember berterimakasih kepada acara ini, karena membuat nama Jember dikenal di mata dunia. Saya pun sangat terharu hingga Jember bisa dikenal di mata dunia. Sangat berterima kasih kepada pemrakarsa acara ini. Namun, setelah berterimakasih lalu apa? Setelah nama Jember dikenal dunia, lalu apa? Hanya orang-orang yang memiliki pendidikan perekonomian dan pariwisata yang dapat menjawabnya. Paling tidak, para pelaku bisnis di Jember yang bisa menjawabnya (dari pengusaha kecil (pedagang asongan) sampai yang besar).

Sejak awal acara ini dilaksanakan, saya baru sekali melihat Jember Fashion Carnaval pada acara JFC ke-12 tahun 2013 lalu (baca: Cerita Lain Pada Jember Fashion Carnaval). Setelah acara tersebut, saya bertekad untuk melihat JFC lagi tapi dengan membeli tiket agar bisa duduk manis menikmati acara ini. Namun di tahun 2014, keinginan untuk membeli tiket tersebut tidak terlaksana. Saya merasa uang sebanyak itu sayang jika hanya sekedar digunakan untuk membeli tiket JFC. Hingga akhirnya sampai hari ini, saya tidak berminat untuk melihatnya lagi dan saya merangkum semua alasan saya tidak melihat acara ini.
  1. Buat saya Jember Fashion Carnaval itu aneh. Sebuah acara yang mengatas namakan fashion tapi menurut saya tidak ada fashion-nya. Entah saya tidak mengerti fashion atau bagaimana, tapi saya yakin tidak ada satu pun orang yang ingin menggunakan kostum JFC untuk kegiatan sehari-hari.
  2. Harga tiket yang cukup tinggi untuk melihat acara yang menurut saya aneh. Untuk dapat melihat JFC dengan jelas dan nyaman, maka kita harus membeli tiket dengan nominal tertentu. Dimana tiket tersebut dibagi menjadi beberapa kelas.
    Harga Tiket Jember Fashion Carnaval
    Harga Tiket Jember Fashion Carnaval
  3. Gak beli tiket artinya harus siap nonton orang yang lagi nonton JFC, bukan nonton talent apalagi acara JFC.
    Ramainya Jember Fashion Carnaval
    Ramainya Jember Fashion Carnaval
  4. Beberapa ruas jalan pasti macet karena acara ini. Kalau sudah begini, jangankan untuk melihatnya, keluar rumah saja sudah malas.
  5. *Edited* Alasan nomor 5 saya hapus karena terlalu vulgar dan terlalu menyakiti hati orang lain. Karena terlalu banyak orang yang membaca hanya separuh arti.
Artikel ini tidak bermaksud untuk menjelek-jelekkan Jember Fashion Carnaval yang telah membesarkan nama Jember. Artikel ini hanya ingin menjelaskan alasan saya untuk tidak menonton JFC yang mungkin suatu saat nanti saya berubah pikiran dan ingin sekali menontonnya (wallahu a'lam bishawab).

Saya hanya berdoa agar Allah memberi segala yang terbaik untuk Jember dan masyarakat Jember kedepannya apapun yang terjadi.




4 Responses to "Alasan Tidak Menonton Jember Fashion Carnaval"

  1. Aq slama 8 tahun (2003-2011) ng jember dorong pernah delok JFC blas... hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eman mas coy, seenggaknya ngerti sepisan wae wakkwkawkaw... ben gak plonga-plongo nek ditakoni hehehe... iso ndelok JFC neng yutub sih tapi kan kurang mengerti hahaha

      Hapus
  2. Mas coy emang kurang piknik tuh mas adit.... hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahahha... ajakin piknik lah mar, biar bisa tambah sakinah mawahdah warohmah hehehehe... Paling enggak ajakin nonton JFC.

      Hapus