Mampukah Aku Menjadi Patriot?

Aku, Adik, Ibu, dan Ayahku
Mampukah aku menjadi patriot? Orang keempat dari Parto, Akri, Eko lalu ditambahkan aku, Adit? Tentu saja tidak, karena aku tak berminat dan post ini tidak sedang akan membahas grup lawak yang bernama Patrio ini. Patriot yang ku maksud adalah patriot dalam arti yang ada dalam imajinasiku sendiri, karena setiap orang pasti memiliki definisi yang berbeda-beda tentang patriotisme. Dan mungkin ini adalah post versi ke-3 dari post Andai Aku Mati Esok Hari, setelah versi ke-2 berjudul Ini Tentang Menulis dan Kematian. Tak bermaksud lebay sampai membuat versi ke-3 atau menginginkan mati lebih cepat, tapi dari dua judul itu aku tidak mendapatkan kepuasan. Karena terasa masih ada saja yang kurang. Dan memang tulisan ini sudah terlalu lama mendekam di kolom draft dengan judul yang berbeda.

Menurut KBBI online, kbbi.web.id, arti kata patriot adalah pencinta (pembela) tanah air. Tapi menurutku aku terlalu kecil bagi tanah air ini, aku bukan apa-apa dibandingkan mereka yang berjuang memerangi kebodohan dan kemiskinan di negri ini, meskipun begitu aku tetap mencintai tanah airku, dan siap membela meskipun banyak anak bangsa ini sendiri yang mencercanya. Patriot buatku adalah orang yang tak bisa dilupakan meskipun sudah meninggal. Tak bisa dilupakan karena semua jasa, ilmu, amal, dan kebaikan yang masih terus mengalir untuk orang-orang yang mengenalnya terutama orang-orang yang menyayanginya. Jadi kembali ke pertanyaan awal, mampukah aku menjadi patriot bagi diriku sendiri, keluargaku, dan orang-orang yang mengenalku?
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” ― Pramoedya Ananta Toer
Sebelum melangkah lebih jauh tentang cita-citaku menjadi patriot, karena aku sendiri tak bisa mendeskripsikan definisi patriot buatku sendiri, aku ingin menceritakan sebuah episode dari sebuah serial televisi terkenal, Glee season 5. Episode yang diberi judul The Quarterback ini bercerita tentang kematian Finn Hudson yang meninggalkan kesedihan mendalam bagi semua orang. Anggota dan alumni New Directions serta setiap orang yang terkait dengannya mengenang dan menghormati kepergian Finn dengan berbagai cara. Cory Monteith, pemeran Finn, meninggal sesaat sebelum produksi Glee season 5 dimulai. Monteith meninggal diusianya yang beru menginjak 31 tahun pada Juli 2013 lalu. Seperti yang dikutip dari kompas.com, "Monteith meninggal akibat keracunan campuran obat terlarang, termasuk heroin dan alkohol".

Bukan kematian Monteith yang ingin ku tekankan disini, karena memang dia meninggal dengan tidak baik, karena keracunan obar terlarang. Pada episode The Quarterback itu terlihat banyak sekali kesedihan para pemain Glee. Bagaimana berartinya seorang Finn Hudson dimata para karakter yang lain.

Sebenarnya masih banyak lagi cerita-cerita tentang kematian yang diambil dari sebuah film. Meskipun bukan kisah nyata tapi menyentuh dan menginspirasi. Seperti misalnya kematian Albus Percival Wulfric Brian Dumbledore pada sekuel ke-6 novel dan film Harry Potter. Kematian Dumbledore menimbulkan efek yang sangat besar bagi sang pemeran utama, Harry. Bahkan kematiannya merupakan sebuah rencana besar untuk menjaga anak dari salah satu muridnya itu. Kematiannya meninggalkan teka-teki besar yang harus dipecahkan Harry untuk membantunya dalam usaha mengalahkan Voldemort.

Dari dua cerita kematian tersebut, bisa ditarik bahwa seperti itulah gambaran definisi patriot buatku. Sebuah cinta, sebuah kenangan, sebuah jasa yang tak akan lekang oleh waktu. Nabi Muhamad Shallallahu 'alihi wasallam bersabda: "Jika manusia meninggal dunia maka putuslah amalnya kecuali tiga hal; Shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang mendoakannya." (HR. Muslim). Dari hadist ini, aku memiliki sebuah cita-cita menjadi seorang patriot bagiku sendiri, keluargaku, dan orang-orang yang mengenalku. Ada 2 keinginan terbesar yang ingin ku kerjakan sebelum aku mati nanti, seperti yang sudah aku ungkapkan secara tersirat pada post Andai Aku Mati Esok Hari.
  1. Seperti yang dikatakan oleh Pramoedya Ananta Toer yang kutulis diatas, aku ingin dikenal lewat tulisan-tulisanku. Aku memang bukan seorang penulis beneran, hanya mengandalkan blog ini saja, tapi cita-cita terbesarku adalah terus berbagi ilmu dalam blog ini. Ilmu yang bermanfaat dan sebisa mungkin bersahabat dengan google. Sehingga meskipun aku telah mati nanti semua artikelku yang bermanfaat akan tetap terbaca oleh orang-orang yang membutuhkan melalui google.
  2. Memiliki usaha besar atau kecil yang penting terus mengalir meskipun aku sudah mati nanti. Dengan usaha ini aku bisa mencetak anak-anakku yang sholeh dan sholehah dan melancarkan segala amal-amalku.
Dengan dua hal itu aku ingin menjadi patriot kecil yang dikenal, bukan terkenal. Semoga saja rencanaku itu bisa terwujud sebelum aku mati nanti. Dan suatu saat ada seseorang yang menuliskan tentangku, tentang patriot yang ada dalam hati mereka. Who know!?

Meskipun sedikit melenceng dari tema karena artikel ini tentang bagaimana keinginanku menjadi seorang patriot bukan tentang siapa patriotku atau pun mengenang sosok patriot dikehidupanku, artikel ini diikut sertakan dalam Syukuran di Bulan Maret : Sang Patriot di Kehidupan Kami.


12 Responses to "Mampukah Aku Menjadi Patriot?"

  1. Semoga keinginannya menjadi patriot yang dicita-citakan terkabul. *Semangat menulis, semoga jadi ladang amal yang pahalanya tak terputus, Amiin...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiiin... itu yang diharapkan oleh semua penulis agar ladang amalnya tak terputus...

      Hapus
  2. yo penulis beneran toh sam hahaha

    matur nuwun ya sudah turut meramaikan Tasyakuran Sang Patriot

    BalasHapus
    Balasan
    1. Angel sam, ra iso nulis sing ngarang-ngarang hahaha

      Hapus
  3. Mari menulis, mencoba menjadi patriot lewat kata.

    Terima kasih atas partisipasinya :)

    BalasHapus
  4. Yap, menjadi patriot itu menurut gue juga bagian dari kontribusi dalam sejarah, begitu juga dengan menulis. :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya... kata seseorang sih "Membaca untuk mengenal dunia, menulis untuk dikenal dunia".

      Hapus
  5. semoga cita-citanya terkabul semua ya mas :) dan semoga bisa berkarya di dunia nyata, tidak hanya di blog..
    Tuhan meridhoi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Barrakallu... Jazakillahu khoiron katsiron :)

      Hapus
  6. Lama tidak kesini. Hehehe.
    Para pembaca dan penulis pasti doakan keinginanmu mas! Bermimpilah-berusahalah-berdoalah-bertawakalah :D

    BalasHapus