Ini Tentang Menulis dan Kematian

Seikat Pocong Galau - Film Poconggg Juga Pocong
Senada dengan apa yang pernah dituliskan oleh Mbak Pritha Khalida dalam blognya prithamori.blogspot.com dengan artikel yang berjudul Ngeblog, Meninggalkan Jejak Langkah Di Dunia Maya pada subab Saya Adalah Apa Yang Saya Tulis, "Nggak nulis yang bagus-bagus aja supaya di-like orang atau bahkan dikagumi. Nggak yang berusaha cari simpati orang atau apa lah semacamnya. Lebih jauh lagi, saya pengin kelak kalau jatah umur udah habis, anak, mantu dan cucu saya bisa baca blog saya lalu mereka tahu seperti apa ibu/ibu mertua/nenek mereka dari waktu ke waktu". Begitu pula denganku, aku ingin dengan blog ini orang lain mengerti gaya pemikiranku kemarin, kini, dan nanti.

Mbak Pritha, Ibu satu orang anak ini memang penulis beneran yang benar-benar memiliki buku yang dia tuliskan dan telah beredar dipasaran. Sehingga pemikirannya bisa dibaca banyak orang lewat buku-buku yang telah terbit dan akan terbit. Sedangkan aku hanya berkutat dengan blog www.kerikilberlumut.com ini. Buatku, cara yang paling ampuh dakam memasarkan tulisan di blog adalah melalui Google. Tulisan indah bermanfaat atau memotivasi sekalipun akan terasa hambar percuma jika tidak ada yang membacanya. Mengandalkan social media? Tidak akan efektif jika kita bukan selebriti. Hanya orang-orang tertentu yang akan membacanya. Orang-orang yang pernah hadir atau membaca isi blog lalu ketagihan dengan isi blog tersebut. Atau orang-orang iseng lain yang mirip denganku, mengunjungi blog agar dikunjungi balik. Ya, seperti itulah aku dulu. Seorang blogger yang tidak ikhlas.

Tak salah memang, tapi tak bisa dibenarkan juga. Blogger yang tidak ingin rugi tentu sah-sah saja bukan? Itu semacam hak asasi manusia bagi setiap blogger, selama tidak menyalahi TOS Google, norma, dan hak asasi blogger lain (Hak Asasi: mengunjungi atau tidak mengunjungi). Bahkan meminta dikunjungi balik juga hak asasi kok. Tapi ingat, blogger lain juga punya hak asasi untuk tidak mengunjungi balik. Yang aneh adalah ketika seorang blogger yang kebetulan mendapat pengunjung yang meminta dikunjungi balik malah ngomel-ngomel tidak jelas soal hak asasi. Pertanyaanku, "BUAT APA?".

Mungkin benarlah teori yang pernah kupikirkan dan kutuliskan singkat dalam blog ini. Memilih 'take it or leave it' itu lebih susah dibandingkan dengan memilih 'take it or nyinyit-it-then-leave-it'. Terbukti bahwa terlalu banyak orang yang dengan mudahnya nyinyir terhadap suatu masalah yang tidak disukai lalu meninggalkannya begitu saja. Kenapa aku bisa memikirkan hal ini? Karena aku sendiri termasuk salah satu yang pernah suka sekali nyinyir yang tak bertanggung jawab.

Kembali ke ide menulis untuk menceritakan kepada orang lain siapa aku yang sebenarnya dan seperti apa pemikiranku kemarin, kini, dan nanti. Aku pun bertanya-tanya apakah blog ini mampu tetap hidup meskipun aku sendiri sudah tak memiliki jatah menghirup oksigen bumi ini. Apakah masih ada yang mengenal blog ini? Apakah Google masih sudi menayangkan blog ini dalam search enginenya? Atau jangan-jangan malah dicuri orang?

Sebenarnya aku pernah menuliskan tentang pertanyaan serupa dan ide tentang makna kematian kematian dalam blog ini dengan artikel yang berjudul Andai Aku Mati Esok Hari. Aku tidak menuliskan secara gamblang, hanya menuliskan secara tersirat saja. Disana kutuliskan bahwa akhir-akhir ini aku memikirkan soal kematian. Bukan hal baru memang, sebelum-sebelumnya aku sering memikirkan soal kematian orang lain, tapi kali ini aku memikirkan bagaimana jika aku yang mati. Beberapa orang mengartikan salah tentang artikel ini, beberapa lainnya mengerti dengan apa yang kutulis.

Beberapa orang yang tidak mengerti itu (kebanyakan teman-teman dari Google Plus) berpikir bahwa aku terlalu memikirkan dunia ini, seakan aku tak rela mati dan meninggalkan yang ku miliki di dunia ini (eh emangnya aku punya apa?). Mereka menasehatiku dengan sebuah nasehat yang baik, meskipun sebenarnya sudah kutuliskan secara tersirat. Mungkin niatnya ingin membantu menyimpulkan agar orang lain yang membacanya tidak salah arti. Jadi tak lupa selalu aku ucapkan terimakasih. Aku selalu bersyukur memiliki teman-teman online, seperti yang pernah aku ungkapkan beberapa waktu lalu.

Awalnya aku menginginkan bahwa ilmu yang ada diblog ini terus mengalir meskipun aku sudah tak memiliki oksigen. Ilmu-ilmu itu akan mengalir terus menjadi amal-amal yang tak padam sampai blog ini menghilang dijajaran SERP. Tapi mengingat aku sedang terjebak dalam kolonialisme pembelian domain, aku pun jadi berfikir ulang akan konsep itu. Aku mulai tergiur memasang iklan dalam blog ini. Mendulang sen demi sen disamping menebar kebaikan dalam blog ini.

Sekarang aku sudah tidak lagi memikirkan kata orang-orang, "Ah sok alim, sok bijaksana, sok pinter, sok jadi ketua, sok tua, sok jadi pemimpin, bla bla bla bla... padahal aslinya nggak gitu". Dari pada blog ini menebar keburukan bukan? Yang membuat galau sebenarnya adalah menebar kebaikan sambil mendulang sen demi sen dengan memasang iklan hukumnya gimana? Apakah ada pahala kebaikan saat menebar kebaikan dengan menampilkan iklan? Pilihannya 2, dapat pendapatan sampai anak cucu, atau dapat pahala sampai anak cucu. Sampai aku mati? Bahkan setelah mati sekalipun?

Sumber cover Poconggg Juga Pocong: www.pustakasekolah.com/...-film-poconggg-juga-pocong.html


8 Responses to "Ini Tentang Menulis dan Kematian"

  1. wah. keren banget ini tulisannya. tulisannya mengalir, enak. dan menegur juga. kayaknya aku juga msh menjadi blogger yg tidak ikhlas. blogwalking supaya di kunjungi balik. semoga nanti pengunjung datang ke blogku karena mereka emang ingin membaca tulisanku.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi sebenarnya itu wajar kok, hampir semua orang melakukan itu.

      Hapus
  2. Balasan
    1. Apane sing bagus Mar? Biasa aja ini :D

      Hapus
  3. Setuju..menulis itu bisa dimana saja. Yang pentng telah mengukir sejarah hidup melalui karya kita yang bisa dibaca itu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap sejarah jelek atau buruk yang penting makna dan pesan yang tertanam...

      Hapus
  4. Renungan banget buat blogger pemula seperti saya mas. Tapi dengan menulis ini ada kenikmatan teesendiri, bahkan bisa dibagi untuk temen" blogger lainnya. Mencatat semua yang telah terjadi dalam kehidupan kita :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Direnungkan bener apa nggak des, kalau nggak bener cepet tegur saya ya :)

      Hapus