Gampang Mengantuk Diabetes atau Depresi?

foto: ms-energy.blogspot.com
Gampang Mengantuk Diabetes atau Depresi? - Akhir-akhir ini aku sedang dirundung penyakit malas. Malas dalam segala hal termasuk makan, minum, dan mandi. Aku bahkan malas melakukan hal yang paling mudah didunia, membaca. Entah itu membaca buku, novel, atau artikel di blog teman-teman sekitar. Perkaranya adalah sekarng ini aku mudah sekali mengantuk. Ribet juga ya jadi manusia, nggak bisa tidur ngomel-ngomel insomnia, tidur melulu juga ngeluh. Buatku insomnia malah membuatku lebih produktif, entah itu dalam dunia game, merenung, membaca, menulis, apapun, meski tak pernah melahirkan karya yang nyata.

Mengantuk merupakan hal yang lumrah, kalau waktunya tepat, memang waktu tidur atau sudah terlalu capek. Ini malah baru bangun tidur, mandi pagi, sarapan, dan ngantuk pun segera menyerang. Bertanya sana sini melalui perantara Google, aku dapat 2 saran. Pertama kurangi karbohidrat dan protein, perbacanyak sayuran saat sarapan, kedua adalah tidak sarapan.

Kedua saran sudah ku coba, kedua saran sudah kulakukan. Tapihasilnya masih saja mengantuk. Nggak cuma pagi setelah sarapan, siang, sore, dan menjelang malam pun sudah mengantuk tidak karuan. Bahkan artikel ini benar-benar ku tulis sebelum ku ketik kedalam blog. Sambil malas-malasan mengantuk diatas kasur sepulang dari bantu-bantu ayah di RUDYS Tailor aku menulis artikel ini sampai delay 2 atau 3 hari (aku lupa).

Aku tak mau menjadi pemalas, meskipun aku sedang menyandang title job hunter, tapi aku tak boleh bermalas-malsan. Tapi semakin ku lawan rasa kantuk ini perutku mual. Apakah aku hamil? Tentu saja tidak, aku seorang lelaki normal. Aku tak bisa kedokter, bukan karena aku takut pada dokter, aku tak punya uang lebih untuk membayar mereka. Tapi aku pernah membaca bahwa gampang mengantuk dan gampang lelah adalah salah satu gejala dari dua penyakit, yaitu antara diabetes atau depresi.

Diabetes atau yang sering disebut penyakit gula atau kencing manis merupakan penyakit yang timbul akibat dari glukosa yang terdapat didalam darah mempunyai kadar terlalu tinggi sehingga penggunaan insulin dalam tubuh tidak bekerja dengan baik. Penderita biasanya tidak menyadari gejala awal dari penyakit diabetes. Berikut adalah 10 gejala awal diabetes yang telah dirangkum oleh vemale.com.
  1. Gampang lelah dan mengantuk.

  2. Berat badan turun tanpa sebab.
    Berat badan yang turun tanpa sebab bisa menjadi gejala diabetes tipe 1. Ketika seseorang sudah terkena diabetes, tubuh tidak bisa lagi menggunakan glukosa dengan tepat, sehingga timbunan lemak akan digunakan sebagai energi. Hal itulah yang membuat seseorang kehilangan berat badan. Berat badanku dari dulu tetap, tetap kecil tak pernah naik atau pun turun. Mungkinkah diabetes yang membuatku tak bisa gemuk? Entahlah.

  3. Buang air kecil lebih sering.
    Aku pikir kondisi yang disebut poliuria ini wajar karena aku mencoba minum air putih lebih sering.

  4. Sering haus.
    Sebenarnya kondisi ini dipicu oleh kondisi sebelumnya, yaitu poliuria (sering buang air kecil), sehingga tubuh kekurangan cairan.

  5. Penglihatan semakin lemah.
    Glukosa dalam darah meningkat dan akan menumpuk di sekitar lensa mata, sehingga penglihatan sering tidak fokus.

  6. Mengalami penggelapan warna kulit.
    Tubuh merespon insulin dengan menghasilkan lebih banyak pigmen, sehingga beberapa bagian kulit menjadi lebih gelap. Entahlah warna kulitku dari dulu sudah gelap.

  7. Sering merasa lapar.
    Kadar insulin membuat seseorang merasa gampang lapar peskipun sudah makan banyak. Nafsu makan ku normal.

  8. Luka butuh waktu lama untuk sembuh.
    Kada insulin dalam darah mempengaruhi dalam pembekuan darah. Aku sendiri jika terluka malah cepat sembuh (cepat kering).

  9. Sering mengalami infeksi saluran kemih.
    Ketika glukosa sudah melebihi batas tertentu, beberapa bagian tubuh akan mengalami infeksi berkala.

  10. Kaki mati rasa saat ditusuk jarum.
    Indikasi lain diabetes adalah menurunnya fungsi saraf yang menghilangkan sensasi sakit pada tungkai kaki, atau sering kesemutan.
Dari 10 gejala diatas, yang kurasakans secara langsung hanya gejala nomor 1, 3, dan 4. Kemungkinan tertinggi aku masih jauh dengan diabetes. Lalu bagaimana dengan depresi? Berbeda dengan diabetes yang menyerang organ tubuh (fisik), depresi menyerang psikis. Depresi berbeda dengan stres dan frustasi. Perbedaannya sebenarnya terketak pada tingkatannya saja. Stres yang menumpuk akan menimbulkan frustasi. Terlalu sering frustasi bisa menyebabkan depresi. Berikut adalah gejala depresi yang telah dirangkum oleh vemale.com.
  1. Munculnya perasaan bersalah, tidak berharga, putus asa, pesimis, rasa sedih, cemas, dan kosong yang berlebihan.
  2. Mudah marah dan gelisah yang berlebihan.
  3. Menurunnya kemampuan untuk fokus.
  4. Mengalami masalah dalam tidurnya. Bisa kurang tidur atau bahkan terlalu banyak tidur (gampang mengantuk).
  5. Munculnya gangguan makan, entah itu nafsu makan yang meningkat drastis atau kehilangan nafsu makan.
  6. Turunnya berat badan atau malah meningkatnya berat badan secara drastis.
  7. Suka merenung, menyendiri,dan memiliki pikiran untuk bunuh diri.
Dari 7 gejala depresi yang disebutkan diatas, hanya gejala nomor 3 dan 4 yang kurasakan secara langsung. Memang pernah beberapa kali aku memikirkan kematian, tentang kehidupan setelah kematian yang pernah aku tuangkan dalam sebuah artikel berjudul Andai Aku Mati Esok Hari dan masih ada sebuah judul tentang kematian yang masih terkatung dalam draft blog ini. Tapi tak pernah sekali pun ada niatan untuk mengahiri kehidupan ini secara tiba-tiba a.k.a. bunuh diri. Jadi apakah aku diabetes atau depresi? Sepertinya cuma dokter yang bisa menjawabnya, bukan Mbah dukun Google :)


6 Responses to "Gampang Mengantuk Diabetes atau Depresi?"

  1. Sangat bermanfaat infonya mas, kalo saya sendiri sih kadang sering ngantuk berat gitu mas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih sudah berkunjung, dan alhamdulillah kalau bermanfaat... saya masih sering mengantuk nih, mau periksa juga nggak ada uang hehehehe...

      Hapus
  2. takut nih sama yang namanya diabetes...

    BalasHapus
  3. Sama kyak q mas, q jg ngantuk berat, g bisa fokus, d ajak ngobrol orang ataupun braktifitas g bsa fokus. Sadar tp g fokus gtu.

    BalasHapus
  4. Mngkin bisa sharing2. Btw q jg dulu keserang panic attack, kpiran kematian, sakit berat dan lain2. Mknya q skrang suka ngantuk berat n g fokus jg.
    Mngkin kita bsa sharing Pin BBM q 5D83333B

    BalasHapus