Akhirnya Blog Kerikil Berlumut Berhasil Pindah

Pindah Rumah
Pindah Rumah[1]
Pindah kemana? Ke laut? Ke gunung? Ke hutan? Ke kota? Ke desa? Ke negara lain? Ke planet lain? Ke galaksi lain? Atau ke kuburan? Ke neraka? Ke Surga!? Gimana kalau ke hatimu aja?


Sebernernya agak lebay kalau dibilang pindahan. Cuma baru aja kontrak domain [dot]com. Lebay ya, cuma seperti ini aja pakai ditulis di blog. Nggak juga sih, ada cerita dibalik pembelian domain ini.
Inna ma'al 'usri yusro.
Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan [Q.S. ASY-SYARH: Ayat 6].
Entah sudah berapa kali aku menuliskan ayat favoritku ini di blog ini. Tapi memang ayat ini bagus kok maknanya, daripada sekedar bilang "Sabar-sabar, orang sabar di sayang Tuhan", aku lebih suka ayat ini, lebih menguatkan hati yang sedang dalam kesulitan. Masih ingat kan beberapa waktu lalu aku sakit dan diinfus? (baca: Diinfus Kali Ke-3 Seumur Hidup, Semoga Terakhir). Waktu rawat inap di puskesmas itu banyak sekali orang yang menjengukku, dan tidak sedikit yang memberiku uang untuk menghiburku, sebagai tanda keprihatinan mereka padaku. Tak banyak memang jumlahnya, tapi lumayan lah.

Sepulang dari puskesmas aku bingung untuk apa uang itu. Apa aku berikan orang tua aja? Tapi kata ibu, ibu sudah dapat 'jatah' juga dari para pembesuk. Alhamdulillah. Semakin bingung karena setelah sakit ini aku masih tak boleh jajan sembarangan. Aku yang hobi jajan makanan dan minuman dijalanan, sementara ini takut untuk jajan. Biasanya ada uang pasti berburu bakso atau mie ayam di seluruh pelosok Jember. Kita semua tau kalau bakso dan mie ayam tak akan terasa lezat tanpa diberi tambahan saus dan sambal yang ekstra. Lalu kuapakan uang ini?

Lalu terfikirkan, "Kenapa nggak beli domain [dot]com saja?". Keputusan ku pun membulat, tekatku sudah kuat untuk membeli domain [dot]com. Dan Alhamdulillah sekarang sudah terbeli dan terpasang dengan baik. Ada satu perubahan kecil yang berefek besar yang aku lakukan bersama pembelian domain ini. Penggantian judul blog. Yang awalnya Insinyur Pikun, aku kembalikan ke judul awal blog ini di era 2009 dulu, Kerikil Berlumut. Alasannya?

  1. Insinyur Pikun adalah nama orang dan sebuah karakter, nggak cocok jika dijadikan nama sebuah blog (benda).
  2. Konsistensi blog ini mulai dipertanyakan. Alasan penggunaan nama Insinyur Pikun tahun 2012 kemarin adalah niche blog ini yang rencananya akan memuat artikel-artikel ke-insinyur-an. Tapi lama-lama semakin abstrak. Sehingga ku kembalikan menjadi Kerikil Berlumut. Kerikil sendiri memliki bentuk yang abstrak, apa lagi jika sudah berlumut?
  3. Ingin semakin konsisten menulis hal abstrak tentang hidupku yang simpel tapi rumit.
Tapi penggantian judul pun tidak semerta-merta aku lakukan, butuh pemikiran yang panjang tentang itu. Karena setelah tanya si Mbah Google, ternyata banyak sekali hal negatif yang terjadi pada blog jika melakukan penggantian judul. Dari yang sekedar ranking alexa yang membuncit sampai SERP yang mulai mengenal kembali blog kita dengan judul yang baru, aritinya blog yang sudah terdaftar didalam database Sarch Engine dengan nama lama, perlahan akan hilang dan search engine akan kesulitan menemukan blog kita. Itulah mengapa kemarin aku menuliskan artikel yang super pendek, Membongkar Untuk Membenahi. Meskipun tidak benar-benar membongkar, hanya mengganti judulnya saja, tapi efeknya sama dengan dibongkar total. Aku tak peduli jika memang itu yang terjadi. Bukankah inna ma'al 'usri yusro?

Dan Alhamdulillah akhirnya sudah menjadi www.kerikilberlumut.com setelah merasakan beberapa kesulitan.




Sumber gambar:
[1]Sumber gambar pindah rumah: http://www.marktoon.co.uk/stickmen.htm


8 Responses to "Akhirnya Blog Kerikil Berlumut Berhasil Pindah"

  1. Selamat yaaaa
    semoga www.kerikilberlumut.com semakin okeee....

    BalasHapus
  2. Hehehe selamat ya, Mas akhirnya beli domain ciyeciyeee. Semoga jadi bikin semangat nulisnya :))

    BalasHapus
  3. selamat selamat :D
    ciee cieee yang udah beli domain, ayo tasyakuran dulu :D

    BalasHapus
  4. wah iya nih baru sadar klo uda pake dot com... selamet yeee mas :D smoga makin rajin nulisnya gak kyk aku yg rajin komen hahaha XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahahaha ayo Mbak Wulan, semangat nulis juga, aku kan selalu menunggu komen-komenmu #uhuk hahahaha

      Hapus