UNEJ Bersepeda Sehat Bersama Komunitas Sepeda Tua Indonesia

Monumen Triumviraat Perintis Universitas Jember
Universitas Jember. Pagi itu, 3 November 2013, cuaca cerah mendukung. Jadwal acara pukul 6.00 tapi 5.30 aku sudah ada di lokasi. Kaget bukan main, bukannya keramaian yang aku temukan, Doble Way Universitas Jember sepi. Hanya ada satu panggung disana yang ternyata disediakan untuk merayakan Dies Natalis Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember sekaligus Hari Kesehatan Nasional. Lalu dimana letak acara yang sedang aku cari? Sepeda Sehat? Tanya satpam memang acaranya dimulai jam 6.00 dan sekarang kan belum waktunya jadi aku diminta santai menunggu. Sambil menunggu aku coba mengamati suasana Minggu Pagi di UNEJ. Ini merupakan kali ke-3 aku berdiri disana sepagi itu. Pertama dulu waktu aku masih seorang Mahasiswa Baru, ke-2 yaitu persiapan upacara Wisuda.

Ternyata jam 6.00 itu peserta mulai hadir, bukan dimulainya acara. Sepeda yang digunakan oleh peserta merupakan sepeda tua. Semua peserta merupakan anggota dari Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Korwil Jember. Acara yang bertema Sepeda Sehat ini diadakan untuk turut memeriahkan Festival Tegal Boto 2013 Universitas Jember. “Dengan acara ngonthel bareng ini merupakan wujud sinergisitas anta Universitas Jember dengan masyarakat, terlebih lagi para pengonthel sepeda adalah mereka yang suka pola hidup sehat, sederhana dan apa adanya” tutur Prof. Dr. Maryono dalam web resmi UNEJ. Berikut adalah hasil foto yang berhasil aku abadikan.

Akhirnya Datang Juga
Peserta Mulai Datang
Sepeda Tua Milik Peserta
Persiapan Start
Pembukaan Even
Rektor Universitas Jember Juga Ngontel!
Jalur yang ditempuh bapak-bapak ini lumayan jauh, kurang lebih 10 kilometer. Berstart di Doble Way Universitas Jember, melalui Jalan Kalimantan menuju Antirogo. Sampai Perempatan Antirogo belok kanan menuju Kantor Kelurahan Antirogo. Dari sana terus mengikuti jalan yang akan tembus ke Kaliurang dan Jalan Mastrip lalu belok melalui Rumah Sakit Gigi dan mulut Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember dan menuju ke Lapangan Timur Universitas Jember. Cukup jauh, aku yang mencoba rutenya menggunakan sepeda motor saja udah capek sendiri :p apa lagi bapak-bapak itu. Pesertanya bukan dari kalangan muda, kisaran 40an tahun keatas lah. Jalannya juga gak sepenuhnya mulus, banyak lubang sana-sini, ada banyak tanjakan. Tapi asik karena melewati pedesaan. Untuk mengetahui jalurnya bisa diliat dari peta berikut ini.




6 Responses to "UNEJ Bersepeda Sehat Bersama Komunitas Sepeda Tua Indonesia"

  1. bapak bapak peserta sepeda sehat itu, tentu bakal ngerasa muda kembali, dan kenangan tentang daerah yang dilewati kembali membayang dipelupuk mata...kenangan indah saat berpacaran naek sepeda tentu bergelayut didada mereka...;o)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahahaha iya mungkin pak, sayang sekali gak bisa baca pikiran mereka hehehehe

      Hapus
  2. Bersepeda itu memang menyenangkan sobat. :) selain itu bersepeda juga salah satu olahraga rekreasi. Blognya sudah saya follow ya. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya... bisa ngilangin stress kalau bersepeda, tapi sayang udah gak punya sepeda lagi...
      Ada nilai investasi juga sebenarnya apa lagi sepeda tua

      Hapus
  3. waahh.. udah jarang bersepeda sekarang. Plak...
    padahal seru pas sekolah bersepeda bareng-bareng :D
    ngrambyang :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sama dulu pas sekolah bersepeda, tapi anak zaman sekarang udah pada pake motor padahal umurnyaa.. hahahah enak zaman dulu sebenernya. Tapi sayang udah gak punya sepeda lagi, gak punya duit buat beli lagi hehehehe

      Hapus