Cerita ABG Noda Merah di Leher Si ABG Perawan

Cerita ABG
Cerita ABG: Noda Merah di Leher Sang ABG Perawan [1]
Cerita ABG ini bermula setelah kemumetanku dalam melawan nafsuku. Aku sedang mencoba cara baru dalam memerangi jerawat yang membandel, setelah tahun lalu menemukan cara ampuh untuk memerangi jerawat (baca: Iseng-Iseng Sama Jeruk Nipis, Jerawatku Lewat). Meskipun sangat ampuh, tapi cara itu ribet dan lumayan membuat malas. Ada sebuah cara diet melawan lemak yang baik yang digagas oleh Deddy Corbuzier, OCD. Sebuah cara diet yang mudah, bahkan bisa membuat tubuh kita lebih indah tanpa obat diet, tanpa olah raga berat, dan yang paling penting TANPA RIBET.

Sederhananya OCD [2] mengajarkan jendela makan (Waktu Makan) dan boleh memakan makanan apapun dalam menjalankan diet OCD ini. Ada 4 tingkatan dalam jendela makan ini, yaitu:
  1. Selama 8 jam kita boleh makan, dan selama 16 jam sisanya kita diwajibkan untuk tidak makan apa-apa.
  2. Selama 6 jam anda boleh makan, dan selama 18 jam sisanya kita diwajibkan untuk tidak makan apa-apa.
  3. Selama 4 jam anda boleh makan, dan selama 20 jam sisanya kita diwajibkan untuk tidak makan apa-apa.
  4. Hanya boleh makan 1 kali dalam 24 jam
Dalam acaranya, Hitam Putih, Deddy Corbuzier juga sangat menganjurkan puasa Nabi Daud (sehari puasa dan sehari lainnya tidak), dan itulah sebabnya kenapa Nabi Daud dulunya merupakan seorangyang kuat. Awalnya aku gak terlalu memikirkan soal, diet ala OCD ini karena cara ini tidak menganjurkan untuk sarapan. Aku sudah terlalu terbiasa untuk sarapan. Tapi setelah menghadiri acara Pagelaran Kyai Kanjeng yang diadakan oleh Universitas Jember dalam rangka menyemarakkan Ferstival Tegal Boto 2013 dan Tahun Baru 1 Muharam 1435 Hijriah.

Aku mendengarkan semua yang diajarkan Cak Nun saat itu. Salah satunya, beliau mengatakan bahwa rasa sakit itu penting untuk manusia, dapat menyegarkan otak manusia dan membuat manusia lebih memahami arti syukur akan kesehatan yang telah kita dapat. "Makanya kita diajarkan puasa, ntah itu puasa wajib Ramadhan atau puasa-puasa sunah lainnya", ujar buadayawan berumur 60an itu. Beliau juga memberikan wejangan kepada kami agar kami tidak terlalu tergantung dengan obat-obatan waktu sakit. "Kurangilah minum obat, jika harusnya minum 1, minum ½-nya saja, dan jangan sedikit-sedikit minum obat, banyak bergeraklah. satu lagi untuk dapat menjaga kesehatan, kurangi porsi makan, yang biasanya 1 piring coba jadi ½ piring, yang biasanya 3 kali sehari kurangi 2 kali sehar, dan terus bertahap. Insya Allah bisa menjaga kesehatan kita.". Mirip dengan OCD, dan aku lebih percaya pada Cak Nun ketimbang Deddy Corbuzier itu.

Lalu apa hubungan pola makan dan jerawat? Seperti yang kita tahu OCD adalah cara untuk diet dan usaha dalam rangka mengurangi diet. Sedangkan pola makan yang diajarkan Cak Nun adalah untuk menjaga kesehatan. Jerawat sendiri merupakan penyakit yang disebabkan (salah satunya) oleh minyak (lemak) yang berlebihan. Untuk itu aku belajar untuk mengurangi pola makanku agar aku bisa mengendalikan laju pertumbuhan jerawat di wajahku ini.

Kemarin pagi aku mulai menerapkan pengetahuan baruku ini. Mencoba mengurangi makananku. Waktu berjuang melawan nafsuku dan godaan untuk makan, ada seorang ABG cewek anak tetangga mengantarkan piring kerumah, piring milik ibuku. Cantik bukan main ABG yang satu ini, namun ada noda merah dilehernya yang membuatku berfikir untuk menggodanya. Linca namanya. "Hayo kenapa itu lehernya kok merah... pasti hasil karya pacarnya", ujarku menggoda. Dia pun tertawa dan berkata, "ah hasil karya nyamuk ini mas, dirumah lagi banyak nyamuk" sambil menunjukkan bentolan merah dileher jenjangnya itu. "Ah iya bentol, enak dong tuh nyamuk bisa main-main kesana hahahah... tapi awas loh pagi-pagi begini banyak nyamuk biasanya nyamuk Aedes Aegypti, awas demam berdarah loh Ca", timpalku. Dia pun menjawab, "Iya nih mas serem juga ya, tapi mau gimana lagi aku gak kuat sama bau obat nyamuk, eh udah dulu ya mas mau bantu ibu dulu". Dia pun kembali kerumahnya.

Lewat dua hari dari kejadian itu, aku gak pernah meliat Linca. Biasanya dia membantu kakaknya menjaga anak kakaknya itu bermain di depan rumah. Selain cantik, ABG ini ramah, dan rajin membantu keluarganya. 2 hari tidak melihatnya, jadi kangen juga udah 2 hari gak melihat aksi lincahnya itu. Selidik punya selidik, dia rupanya sedang tergeletak sakit di rumahnya, dan keluarganya bingung sakit apa.

Besoknya, pas baru pulang dari rumah teman, aku melihat ada becak melewati depan rumahku menuju rumah Linca yang akan mengantarnya ke Rumah Sakit. Ternyata ABG malang itu sakitnya makin parah, demamnya meskipun sempat turun sebentar, tapi naik lagi dan seperti itu terus. Aku pun ikut khawatir, apakah ABG ini terkena virus dengue yang menyebabkan penyakit demam berdarah itu? Ternyata kekhawatiranku betul. Setelah ada keluarga yang turut mengantar Linca ke Rumah Sakit pulang untuk mengambil baju Linca. ABG cantik itu harus dirawat inap karena trombositnya sudah turun drastis untung saja menrutu dokter keluarga ini tidak terlambat membawa Linca ke Rumah Sakit. Karena jika telat sehari saja, Linca dipastikan akan kritis.

Keluarga ABG Linca merupakan satu dari banyak keluarga yang tidak mengerti akan gejala dan bahaya penyakit demam berdarah. Penyakit yang memiliki nama panjang Demam Berdarah Dengue [3] atau lebih dikenal dengan DBD ini merupakan penyakit yang berbahaya yang dapat mengakibatkan kematian dan sampai sekarang belum ditemukan obat yang tepat untuk mengobatinya. Untuk itu kita harus berhati-hati dan mengetahui seperti apa gejala penyakit ini. Berikut adalah gejala dasar dari penyakit DBD:

  1. Panas yang tak kunjung turun selama tiga hari dan kemudian mendingin pada hari ke 4 dan 5. Panas demam ini muncul secara mendadak dan berkisar antara 38º sampai 40º Celcius.
  2. Merasa lemas, mengantuk dan tidur sepanjang hari.
  3. Tidak mau makan dan minum.
  4. Gelisah.
  5. Nyeri abdominal akut dan hebat.
  6. Tidak buang air kecil selama 4 hingga 6 jam.
  7. Terkadang muncul bercak-bercak merah ditangan/tubuh anak. Tapi ingat! Tidak semua pasien DBD mengalami gejala ini.
Jika menemukan gejala seperti itu pada keluarga kita, sebaiknya segera dibawa kedokter atau Rumah Sakit terdekat agari tida terlambat penanganannya, karena jika terlambat akan berakibat fatal.

[***************************************************]

Cerita ABG ini sebenarnya cerita sci-fi (abal-abal) atau fiksi imiah. Jika terdapat kesamaan nama dan tempat, itu hanyalah sebuah kebetulan saja. Sci-fi Cerita ABG ini ditujukan untuk mengingatkan kangmasbro dan mbakyusist sekalian betapa berbahayanya penyakit Demam Berdarah Dengue. Ingat musim hujan sudah dekat, nyamuk Aedes Aegypti yang lebih senang berkeliaran di pagi sampai siang hari ini menyukai air bersih yang tergenang. Jadi Usahakan lingkungan rumah kita bersih dan bebas dari sampah yang dapat menjadi sarang nyamuk. Waspadalah-waspadalah... 

Artikel ini turut mendukung gerakan PKK Warung Blogger tapi tidak didaftarkan sebagai salah satu peserta. Karena aku udah daftar pakai artikel berjudul, "Cerita ABG SMA di Gedung Tua Yang Panas".


Sumber referensi:
[1] Foto Nattasha Nauljam: Fans Page Nattasha Nauljam
[2] Pengetahuan OCD: Acara Hitam Putih di Trans7
[3] Penyebab dan gejala DBD: Tidak Semua Pasien DBD Mengalami Gejala Bercak Merah!



12 Responses to "Cerita ABG Noda Merah di Leher Si ABG Perawan"

  1. Cerita ABG keren nih..., yang kaya gini bisa melibas semua cerita ABG yang murahan itu .., hebat dan penuh manfaat... pola diet pun disampaikan dalam cerita ABG HE2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehehe...makasih atas kunjungannya mbak :)

      Hapus
  2. Judulnya cukup mengundang pembaca untuk terus membaca. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emang judulnya kenapa? :D
      Kalau kontennya mengundang untuk terus membaca ngga?

      Hapus
  3. Judulnya mengundang gairah membaca haha. Kontennya juga mengundang wawasan cerita fiksi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seperti orang makan Nof, kita kasih menu yang bisa mengundang selera makan dulu lewat aroma. Baru rasanya :D

      Hapus
  4. Judulnya sesuatu.
    Ya, emang hampir semua penyakit emang asalnya dari apa yg kita makan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sesuatu bagaimana judulnya? :D
      Iya lebih banyak penyakit dari konsumsi kita dari pada dari makhluk lain (katanya).

      Hapus
  5. followback blog aku ya kak :) sekalian tukeran banner kalau mau

    http://ekienglandmuse.blogspot.com/2013/06/tukar-banner-blog.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf kakak saya gak pasang link exchange dll :)
      Salam kenal :)

      Hapus
  6. wohohow banyak ilmu ya nih bang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maklum kan Insinyur
      wkwkwkwkwkwk *mulai besar kepala

      Hapus