Job Hunter: Psikotes

psycotest
Psikotes
Pengalaman pertamaku selanjutnya pada Job Hunter: Tour de Jawa Timur (Lebay) adalah psikotes. Meskipun sudah tidak asing lagi dengan istilah yang satu ini, tapi aku belum pernah satu kalipun sebelumnya mengikuti tes ini. Aku pernah dulu mendengar teman-temanku SMA ikut psikotes untuk masuk pendidikan Polisi, TNI dan lain sejenisnya. Tak pernah aku tanyakan seperti apa bentuknya.

Setelah gagal pada Focus Group Discussion pada PT. Surya Madistrindo, Selasa 24 September 2013, keesokan harinya aku langsung bertolak ke Surabaya untuk mengikuti tes tulis (tes lanjutan- tes ke-2) Metro TV Surabaya. Dari kosan +Anggar Nur Herman Syah di Malang aku berangkat jam 5 pagi. Sebenarnya sampai Sidoarjo jam 6.15 tapi berhubung ini pertama kalinya aku melakukan perjalanan Malang - Surabaya, aku kesasar. Gak bisa mengandalkan Google Map kali ini, karena terhalang jalan tol. Sementara aku mengendarai sepeda motor yang gak boleh masuk jalan tol. Terlalu fokus dengan tulisan SURABAYA berplang besar, aku kesasar sampai Krian. Kesasar kali ini aku ogah untuk putar balik, tapi cari jalan lain. Dan berhasil, tapi masuk Kota Sidoarjo mengarah ke Surabaya jam 6.30 itu adalah sebuah kesalahan besar. Macet total broh! Sampai Jalan A. Yani Surabaya jam tanganku sudah menunjukkan 7.30 sedangkan acara tes dilakukan jam 8.00 dan tujuan yang aku tuju adalah sekitaran Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Surabaya yang aku gak ngerti itu dimana. Semoga Google Map kali ini gak nrobos jalan tol lagi.

Syukurlah masih saja menerbos jalan tol. Aku coba menerka-nerka arah selanjutnya melalui Google Map. Dan ketemu! Sampai depan tempat tes jam 8 persis. Pupuslah sudah rencana mandi dan sarapan sebelum tes, and you know what? belum ganti baju, masih pakai kaos oblong. Tanpa ragu dan malu, aku mepet ketembok dan mengganti bajuku dengan kemeja lengan panjang. Tanya orang-orang sekitar situ yang ternyata juga peserta tes, gedungnya saja baru dibuka dan tes juga belum dimulai.

Berikut urutan psikotes yang aku lewati:
  1. Tes pertama gampang, mencari antonim atau sinonim sebuah kata. Memahami pola-pola kata tertentu, yang kemudian kita diminta mencari pola kata selanjutnya sesuai dengan pola yang telah ada.
    Psikotes
    Tes Verbal
  2. Mencari rotasi gambar. Memahami pola-pola tertentu (dalam deretan gambar) yang kemudian kita diminta mencari prediksi berdasarkan pola yang telah ada.
    Psikotes
    Rotasi Gambar
  3. Menyusun gambar dalam kotak. Mencari pasangan gambar yang kira-kira cocok menjadi terusan/lanjutan gambar tersebut.
  4. Logika aritmatika dasar. Kalau sebelumnya kita diminta memahami pola kata dan gambar, kali ini kita diminta untuk memahami pola angka, setelahnya kita diminta untuk melanjutkan pola tersebut.
    Psikotes
    Logika Aritmatika Dasar
  5. Matematika dasar. Menguji kemampuan matematika dasar kita.
    Psikotes
    Matematika Dasar
  6. Memilih pilihan sesuai karakter. Tes ini terdiri atas pilihan-pilhan jawaban yang paling mencerminkan diri kita. Tes ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar motivasi, kejujuran, keteraturan, kedisiplinan, tanggung jawab dan kemampuan bekerja dalam teamwork.
  7. Menjumlahkan angka dalam kertas koran A3. Disediakan kertas selebar koran atau A3 (aku lupa), disana telah dicetak angka-angka satuan yang banyak sekali. Kita diminta untuk menjumlahkan dua angka yang berdekatan dalam waktu tertentu di setiap kolom dan menuliskan di antara kedua angka yang dijumlahkan. Tes ini digunakan untuk mengukur konsistensi, ketahanan, sikap terhadap tekanan, kemampuan daya penyesuaian diri, ketelitian sekaligus kecepatan dalam mengerjakan suatu pekerjaan. Tips dariku: jangan memaksakan diri diawal tapi menurun di tengah-tengah dan anjlok diakhir. Stay cool and keep calm aja.
    2 1 4 1 5 9 5 3 dan seterusnya.....
    5 5 4 5 8 4 6 4
    6 7 5 6 4 6 7 5
    7 9 6 8 5 8 7 6
    6 8 7 9 2 9 8 7
    8 4 8 4 4 3 9 8
    0 3 9 6 6 5 0 9
    3 2 0 3 7 6 4 0
    5 4 1 7 8 7 6 7
    7 5 5 8 2 8 3 2
    9 6 6 1 5 9 6 4
    2 7 7 3 6 0 8 5
    8 8 8 4 7 2 9 6
    0 0 9 7 8 5 0 7
    1 1 0 5 9 6 4 8
    5 5 4 8 3 7 6 8
    7 7 5 1 5 8 7 9
    9 8 6 2 6 9 8 0
    0 9 7 3 7 0 8 4
    3 1 9 7 8 4 6 2
  8. Menggambar dengan melanjutkan dari suatu gari/bidang (Wartegg). Tes ini terdiri atas 8 kotak yang berisi bentukan-bentukan tertentu seperti titik, garis kurva, 3 garis sejajar, kotak, dua garis saling memotong, dua garis terpisah, tujuh buah titik tersusun melengkung dan garis melengkung. Kita diminta menggambar dengan melanjutkan gambar yang sudah ada, boleh tidak berurutan kemudian menuliskan urutan gambar yang telah kita buat, lalu menuliskan gambar mana paling disukai, tidak disukai, sulit dan mudah menurut kita. Yang diukur dalam tes ini adalah emosi, imajinasi, intelektual dan aktifitas subjek.
    Psikotes
    Wartegg
  9. Menggambar pohon. Kriteria pohon: berkambium (dicotyl), bercabang dan berbuah.
  10. Menggambar orang. Menggambar sesorang, unuk kemudian kita deskripsikan usia, jenis kelamin dan aktifitas orang tersebut.
  11. Wawancara. Tenang gak bakal ditanya tentang seputar apa yang kita jawab tadi, tapi ditanya tentang kepribadian kita. Pewawancara akan mencatat jawaban kita, dan kemungkinan akan dibandingkan dengan hasil tes kita diatas.
Awalnya sih aku gak ngerti kalo ini adalah psikotes, karena undangannya hanya ditulis, "...... untuk mengikuti tes tulis di .......". Sampai sesi tes "menggambar" ibu moderator bilang, "menggambarnya pakai pensil ya", dan aku sendiri gak bawa pensil. Baiknya ada teman sebelahku mau meminjamkan dan ibu itu bilang lagi keseluruh peserta, "lain kali kalo ikut psikotes lagi jangan lupa bawa pensil". Oh ini toh yang namanya psikotes. Aku kira psiko tes itu tes kejiwaan yang hanya wawancara saja. Hahahaha. Aku punya beberapa tips umum buat yang pertama kali atau belum pernah ikut psikotes.
  1. Bawa pulpen dan pensil (jangan lupa cadangan dan rautan pensilnya, eh jangan bawa pensil mekanik deh, ribet broh cepet habis dan gampang putus)
  2. Stay cool and keep calm.
  3. Jawab sejujurnya.
  4. Karena "katanya" psikotes dimana-mana hampir sama/mirip, gak ada salahnya buat sering-sering latihan.
Ya seperti itulah pengalamanku saat psikotes, semoga bermanfaat bagi para Job Hunter yang lain.

Barrakallahu...

sumber gambar: Blog Lana


1 Response to "Job Hunter: Psikotes"