Masih Tentang Skripsi: Pembuatan Wajan Bolik

Insinyur Pikun
Antena Wajan Bolik
Sesuai janjiku nih, aku bakal update 7 hal penting tentang skripsiku. Hal pertama yang ingin aku bagi disini adalah pembuatan wajan bolik. Sebenarnya wajan bolik adalah karya inovatif dari Pak +Onno Purbo. Sekilas dari yang ku baca di Wikipedia, Onno Widodo Purbo (lahir di Bandung, Jawa Barat, 17 Agustus 1962) adalah seorang tokoh dan pakar di bidang teknologi informasi asal Indonesia. Selain pakar, Onno juga dikenal sebagai penulis, pendidik, dan pembicara seminar. Di Wikipedia itu juga disebutkan tentang pendidikan dan penghargaan yang telah diraih serta karya-karya beliau yang begitu banyak dan panjang (gak bakal cukup kalo dibahas di post ini). Lalu apakah skripsi ini meniru (a. k. a. plagiat) dari karya Pak Onno Purbo?

Tentu saja tidak! Karena ini merupakan pengembangan dari karya Pak Onno. Dan sebenarnya yang saya titik beratkan dalam pembahasan bukanlah wajan bolik, bahkan saya tidak membahasnya sama sekali. Yang saya bahas adalah alat kontrol yang dapat mengontrol arah wajan bolik secara otomatis. Yuk markitip (mari kita intip) sedikit pendahuluan pada skripsi ini.

Latar Belakang
Seperti yang tertera pada latar belakang, "penempatan wajan bolik pun menentukan besar kecilnya sinyal yang didapat". Berangkat dari pemikiran itu muncul-lah ide, bagaimana membuat pengontrol yang dapat mengontrol arah wajan bolik tersebut? Jangan lupa secara otomatis. Banyak metode yang bisa digunakan, tapi aku memilih menggunakan Algoritma Genetika, menurutku ini metode paling pas yang bisa digunakan dalam alat kontrol ini (lalu menurutmu gimana?). Sabar sob, aku gak bakal bahas tentang Algoritma Genetika disini hari ini. Hari ini aku mau bahas tentang pembuatan antena wajan bolik.

Awalnya aku sangat kebingungan dalam desain pembuatan wajan bolik. Berawal dari pahamku yang memahami bahwa antena wajan bolik itu berawal dari antena tincan, hanya saja ditambah wajan sebagai reflektornya. Jadi antara kaleng dan wajan harus ada penyangga yang kuat. Meskipun aku baca di beberapa buku dan melihat hasil buatan temanku, Andik, cukup menggunakan pipa yang dilapisi almunium foil saja. Tapi buatku keliatan gak keren. Aku pengen semua terbuat dari almunium, meskipun susah dan sepertinya agak mahal, tapi aku akan lakukan demi kesempurnaan yang aku cari.

Hasil aku cerita sama Pakdhe tidak sia-sia. Aku dapat info bagaimana cara membuat antena yang aku inginkan. Ya meskipun sedikit menyebalkan, orang yang pertama tenar memanfaatkan teknologi ini adalah Keluarga Pakdhe, dan orang pikir aku terinspirasi dari mereka. Padahal Pakdhe yang aku kasih ide untuk membuat itu. Hahahaha sudah lah itu cerita lama yang penting sekarang skripsiku selesai dengan nilai 84 alias A. Dan yang paling penting aku dapat info bagaimana cara membuatnya. Ternyata pengrajin wajan, panci dan alat rumah tangga yang terbuat dari aluminium itu bisa mengerjakan seuatu sesuai dengan pesanan desain kita.

Diam-diam aku mencari info dimana tempat pengrajin itu tanpa bertanya Pakdhe (salahku sih, kalo aja aku tanya pasti aku tau tempat yang lebih dekat) dan aku dapat info didaerah Kalibaru - Banyuwangi ada banyak pengrajin tersebut. Aku meluncur kesana ditemani oleh adikku, +cewek labil. Disana aku cari wajan yang berdiameter pas, lalu menceritakan alat yang ingin aku buat.

Detail Wajan Bolik
Si bapak pengrajin terlihat bersemangat menyanggupi pesananku. Tapi aku lupa sama perhitungan. Jadi aku minta waktu sebentar untuk menghitung diameter dan ketinggian kaleng yang dibutuhkan.

Rumus Perhitungan Wajan Bolik
Untung dari kecil matematika dan fisikaku kuat, jadi gak sampai 10 menit perhitungan selesai. Tapi kami harus menunggu 2 jam untuk pengerjaan antena ini. Daripada bengong nungguin selesai, aku sama adikku coba jalan-jalan. Kata adikku di Kalibaru ada sebuah air terjun, jadi kesanalah kami. Air terjun Kalibaru (namanya apa ya? heheheh).

Air Terjun di Kalibaru
Setelah puas menikmati indahnya air terjun, kami langsung menuju pengrajin tadi. Tapi ternyata perjalanan pulang-pergi sambil menikmati indahnya air terjun, tidak menhabiskan waktu 2 jam yang diminta oleh pengrajin. Jadi kami sempatkan untuk mampir sejenak ke rumak temanku, Prio, di Dekat sana sambil numpang istirahat, sholat, dan makan tentunya hahahaha. Setelah semua selesai kami balik ke tempat pengrajin. Walaa.... antena yang ku pesan sudah selesai. Tapi sayang foto proses pembuatan yang ku titipkan adikku ke hapus hehehehe. Karena aku puas, harga yang aku bayarkan juga tidak mahal hanya Rp 125.000 saja. Lalu apakah antenanya bekerja?

Insinyur Pikun
Bentuk Antena Setelah Revisi
Antena bekerja, aku coba mengambil sinyal wifi di seberang jalan UPT TI Universitas Jember dengan Access Point UPT TI. Dan berhasil, sinyal didapat dari sana. Tapi... sensitifitas yang aku sebutkan pada latar belakang tidak aku temukan. Padahal waktu mencoba antena wajan bolik milik Andik, aku menyimpulkan bahwa arah juga menentukan dalam mendapat sinyal yang baik. Apakah perhitungannya salah? Aku coba hitung lagi dan tak ada kesalahan disana. Apanya yang salah? Kemungkinan selain posisi menentukan prestasi (ala Mahasiswa yang lagi UTS atau UAS gak sih?), bentuk juga menentukan kualitas. Ya akhirnya aku meruntuhkan perfeksionisku. Aku ikutin buku aja lah, pakai pipa yang dilapisi aluminium foil. Walaa... ternyata berhasil... mau tau hasilnya? Tonton vidio berikut. Cekidot...



Tunggu post selanjutnya ya...

Related post: Berbagi Sedikit Tentang Skripsiku, tujuh poin penting dalam skripsiku:
  1. Antena Wajan Bolik « LINKED »
  2. Membuat PCB « LINKED »
  3. Mikrokontroler AVR 8535 « NOT LINKED »
  4. Algoritma dan Flowchart « NOT LINKED »
  5. Pemrograman Visual Basic « NOT LINKED »
  6. Algoritma Genetika « NOT LINKED »
  7. Sensor Optocoupler « NOT LINKED »
  8. Komunikasi Serial Mikrokontroler AVR 8535 dengan Komputer « NOT LINKED »


1 Response to "Masih Tentang Skripsi: Pembuatan Wajan Bolik"

  1. gan blh tau proses pembutanx PENGENDALI ARAH HORISONTAL WAJAN BOLIK MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA??

    BalasHapus