Bercengkrama Dengan Alam Jember: Pesona 3 Pantai

Liburan Gila Ala Insinyur Pikun (2013) : Pesona 3 Pantai
Pantai Puger
Cerita ini adalah lanjutan dari cerita sebelumnya, Bercengkrama Dengan Alam: Kawah Ijen. Setelah gunung rencana kami selanjutnya adalah pantai yang kami laksanakan setelah beberapa hari sepulang dari Kawah Ijen. Secara geografis di sebelah Selatan Jember berbatasan langsung dengan Samudra Hindia, jadi gak heran kalau memiliki banyak destinasi pantai. Sebenarnya saat itu pilihan tujuan kami adalah pesona tiga pantai, yaitu Pulau Kucur di Puger, Pantai Puger, dan Pantai Papuma. Rencananya sih berangkat sepagi-paginya dari rumah, tapi berhubung Angga masih ada acara, jadilah kami berangkat dari rumah pukul 9. Langit mendung tapi kami nekad, karena kami yakin tidak akan turun hujan. Sudah satu minggu tidak hujan pikir kami. Kenekatan kami pun berbuah pahit. Sampai Kecamatan Balung hujan turun cukup lebat. Tanpa berkecil hati kami terus melaju sampai ke Pantai Puger.

Liburan Gila Ala Insinyur Pikun (2013) : Pesona 3 Pantai
Pantai Papuma
Sasampainya disana hujan sudah reda tapi angin bertiup sangat kencang. Jam sudah menunjukkan pukul 10 lebih, para nelayan pun sudah merapat ke darat. Tak ada lagi yang mau melaut apalagi sekedar membawa dua orang bodoh menyebrang ke Pulau Kucur. Aku hanya bisa terduduk terdiam dipinggiran pantai sambil ditemani bau amis yang menyengat hidung. Dari pada bosan diam, aku mengeluarkan Handphoneku dan membuat sebuah cacatan cerita kecil tentang Mentari, Mendung, dan Hujan.
Setelah satu minggu berhasil menghilang, ntah kenapa dua hari ini Mendung menghiasi Langit lagi. Mentari pun enggan menampakkan tawanya yang sangat cemerlang. Jangankan tawa, bahkan senyum simpul tipisinya juga hilang ditelan kejumawaan Mendung. Bukannya takut, tapi Mentari enggan melihat kejumawaan Mendung, hingga dia malas untuk tersenyum sekalipun. Tak takut dengan kejumawaan Mendung, aku pun mencari Mentari yang pada akhirnya pencarianku tidak sia-sia, Mentari memunculkan senyum simpulnya diantara kesombongan Mendung. Bercengkrama dengan alam dikala berpuasa itu menyenangkan.
Setelah selesai, muncul-lah semangat nekat untuk melanjutkan perjalanan menuju Pantai Papuma. Secara geografis letak Pantai Puger dan Pantai Papuma sama-sama berada di Selatan Kota Jember, sama-sama menghadap ke Samudra Hindia. Tapi diperlukan waktu satu jam dari Pantai Puger menuju ke Pantai Papuma. Karena Pantai Papuma terletak di Kecamatan Ambulu yang berjarak sekitar 30 KM dari Kecamatan Puger. Bukan aku dan Angga mungkin kalo gak kesasar. Dari Kecamatan Puger ada jalan memotong menuju Kecamatan Wuluhan tanpa melewati Kecamatan Balung dan aku nilai lebih dekat. Baru pertama kali aku melewati jalan itu. Tak tau arah lalu hujanpun menggoda kami lagi. Dia turun dengan lebatnya. Kami nekad terus tak berhenti. Dengan keterbatasan penglihatan, kami tak melihat ada tanda-tanda arah jalan. Kesasarlah kami di area persawahan yang jarang ada penduduk. Setelah menemukan kampung terdekat kami bertanya dan ternyata kesasar lumayan jauh. Dengan penuh perjuangan akhirnya kami sampai di Pantai Papuma. Berbeda dengan Pantai Puger yang gratis, Pantai Papuma adalah pantai wisata yang berbayar. Untuk dapat memasuki kawasan tersebut kami harus membayar Rp 12.500 perorang. Di sana kami hanya berfoto-foto selama satu jam lalu memutuskan untuk pulang. Jalan ke Papuma gak lurus-lurus aja, tapi ada tanjakan dan tikungan berliku. Kami takut mendung akan memuntahkan hujan lagi. Sampai dirumah kami langsung membuat rencana perjalanan kami selanjutnya.

Bersambung...
Kami bukan backpacker, bukan nekad traveler, bukan juga anggota organisasi pecinta alam. Kami ya kami, orang yang ingin jalan-jalan saja. Walaupun awalnya selalu tanpa tujuan, tapi pada akhirnya kami memiliki tujuan yang sama, yaitu PULANG KERUMAH DENGAN SELAMAT. Begitupun perjalanan ke Bali ini, tanpa rencana, tanpa tujuan, tanpa persiapan, tanpa jadwal, dan berbekal seadanya.
Bersambung ke:
Kerikil Berlumut Bercengkrama Dengan Alam Jember: Air Terjun Tancak
Kerikil Berlumut Liburan Gila Ala Insinyur Pikun (2013): Bali
Cerita Sebelumnya:
Kerikil Berlumut Bercengkrama Dengan Alam Jember - Mukadimah
Kerikil Berlumut Bercengkrama Dengan Alam Jember: Awal Rencana
Kerikil Berlumut Bercengkrama Dengan Alam: Kawah Ijen
Semoga dapat kerja yang liburnya cuma 2 kali dalam setahun yang masing-masing berdurasi 6 bulan. Baca juga kisahku yang lain, Cerita Lain Pada Jember Fashion Carnaval dan Main di Bekasi Seminggu Dengan Modal Rp 400ribu (2009). Nah setelah jalan-jalan liburan pasti lapar kan? Yuk mari icip-icip kuliner Jember, Rujak Bu Pani Kebonsari. Abis itu mampir deh buat baju ke RUDYS Tailor.

Nekad Traveler

Artikel ini pernah aku ikutkan dalam kompetisi menulis artikel Nekad Traveler oleh Telkomsel berjudul asli Liburan: Wisata Alam Sekitar Jember Saat Puasa Sampai ke Bali. Meskipun gak menangin apa-apa tapi setelah aku coba print ternyata sampai 15 halaman kertas quarto, jadi artikel ini aku revisi. Aku memecahnya menjadi beberapa judul post.


Insinyur Pikun in Vacation


0 Response to "Bercengkrama Dengan Alam Jember: Pesona 3 Pantai"

Posting Komentar