Bercengkrama Dengan Alam Jember - Mukadimah

Liburan Gila 2013: Mukadimah
Paltuding Kawah Ijen
Cerita tentang liburanku selama Ramadhan sampai Lebaran 2013 di area Jember - Jawa Timur sampai ke Bali. Sebenarnya aku dan "jalan-jalan" sudah akrab sejak aku masih kecil. Menurut cerita ibuku (yang samar-samar aku ingat), dulu sebelum pindah ke Banjarmasin, kami sering sekali melakukan perjalanan dari Jember-Jogja-Kudus (Jawa Tengah) lalu yang paling jauh ya kepindahan kami ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Di Kalimantan pun kami sekeluarga sering melakukan perjalanan di kota-kota besar Kalimantan, seperti Palangkaraya dan Pontianak. Itu karena ayahku adalah seorang pelatih silat Seni Beladiri Silat BS. Melati. Kalaupun sedang tidak ada acara bersama keluarga di Kalimantan, aku masih ingat dulu sering main menyusuri sungai bareng temanku sekelas, tapi gak jauh-jauh amat soalnya waktu itu kami masih kelas 1 SD. 1997 kami pulang ke Jember dan menetap lagi disini.

Hidup di Jember keluarga kami diguncang krisis moneter, sehingga jalan-jalan ala keluarga kami terhenti. Tapi aku tak patah semangat kok! Di SDN Kebonsari 1 & 2 (eh sekarang sudah berubah nama jadi SDN Kebonsari 1, padahal raport SDku tertulis SDN Kebonsari 2, harus kemana aku mencari data SDku!? hah lebay hahaha) aku aktif mengikuti kegiatan Pramuka. Hal yang paling aku suka dari Pramuka adalah menjelajah alam dan berkemah. Yah meskipun area penjelajahannya cuma seantero Keluharan Kebonsari doang, tapi itu sudah cukup untuk motivasiku melakukan perjalanan-perjalanan lain diluar kegiatan Pramuka bersama sahabat-sahabatku.

Waktu SD aku punya banyak sahabat tapi mereka mempunyai minat dan keinginan masing-masing. Saat aku berkumpul bareng Rendika Singgih, Piriandi Mei Dida, Vivilia, Lila, dan Silvi yang kami bicarakan adalah belajar dan belajar. Hampir setiap minggu kami belajar berkelompok. Berbeda jika aku berkumpul dengan Pamuji Widodo dan Sumarianto, kami memiliki kesamaan yaitu makhluk paling kecil dari semua teman sekelas. Sehingga kami dijuluki Tiga Serangkai. Kalau bersama mereka aku bisa banyak cerita tentang acara televisi dan banyak khayalan lain. Yang paling menakjubkan adalah kebersamaanku dengan kedua sahabatku yang paling asik dan gila, Fiqi dan Ahmad.

Bareng Fiqi dan Ahmad aku sering jalan-jalan menjelajah alam. Tak peduli capek pulang sekolah, tak peduli cuaca panas terik (tapi kami peduli kalau hujan, dan tak berani keluar rumah), tak peduli sejauh apapun itu kami jalan kaki! Arahnya? Kemanapun kami suka ya kesanalah kami. Ke sawah, sungai, perumahan dan ntah lah kemana lagi, mungkin hanya itu hahahaha. Karena dulu yang punya sepeda cuma aku sama Fiqi, jadi sering kali aku sama Fiqi janjian tanpa sepengetahuan Ahmad untuk bersepedah bareng tanpa tujuan yang jelas. Pernah suatu hari aku sama Fiqi sudah kelewat batas.Kami bersepedah sampai ke kecamatan Mumbulsari. Kelas 6 SD bersepedah sampai sejauh itu gak kebayang sih sebenernya betapa khawatirnya orangtua kami, karena sepengetahuan kami mereka tak tau kami kemana. Tapi karena perjalanan terlalu jauh, kami lupa waktu sudah siang saat kami pulang. Ingatannku saat itu, sesampai rumah Fiqi kami ditanyai kemana aja, waktu kami jawab "Mumbulsari", kontan kami dimarahi sama Almarhum Mbah Fiqi. Itulah terakhir kami jalan-jalan gila, selain karena takut dimarahi lagi, saat itu kami juga mempersiapkan diri untuk EBTANAS.

Yah cukuplah intermezzo betapa aku suka jalan-jalan waktu kecil. Masih banyak cerita setelah itu, karena terakhir aku SD itu tahun 2001 dan sekarang sudah 2013. 12 tahun sudah terlewati, jadi bakal butuh banyak waktu luang untuk menulis dan mengingat kembali ada memori apa dan kemana saja waktu aku SMP dan SMA sampai kuliah? Terlalu panjang man... hehehehe sebenarnya dalam posting ini aku pengen cerita liburan gilaku bareng spupuku, Angga, selama Ramadhan sampai H+7 Lebaran.

Bersambung...
Kami bukan backpacker, bukan nekad traveler, bukan juga anggota organisasi pecinta alam. Kami ya kami, orang yang ingin jalan-jalan saja. Walaupun awalnya selalu tanpa tujuan, tapi pada akhirnya kami memiliki tujuan yang sama, yaitu PULANG KERUMAH DENGAN SELAMAT. Begitupun perjalanan ke Bali ini, tanpa rencana, tanpa tujuan, tanpa persiapan, tanpa jadwal, dan berbekal seadanya.
Bersambung ke:
Kerikil Berlumut Bercengkrama Dengan Alam Jember: Awal Rencana
Kerikil Berlumut Bercengkrama Dengan Alam: Kawah Ijen
Kerikil Berlumut Bercengkrama Dengan Alam Jember: Pesona 3 Pantai
Kerikil Berlumut Bercengkrama Dengan Alam Jember: Air Terjun Tancak
Kerikil Berlumut Liburan Gila Ala Insinyur Pikun (2013): Bali
Semoga dapat kerja yang liburnya cuma 2 kali dalam setahun yang masing-masing berdurasi 6 bulan. Baca juga kisahku yang lain, Cerita Lain Pada Jember Fashion Carnaval dan Main di Bekasi Seminggu Dengan Modal Rp 400ribu (2009). Nah setelah jalan-jalan liburan pasti lapar kan? Yuk mari icip-icip kuliner Jember, Rujak Bu Pani Kebonsari. Abis itu mampir deh buat baju ke RUDYS Tailor.

Nekad Traveler

Artikel ini pernah aku ikutkan dalam kompetisi menulis artikel Nekad Traveler oleh Telkomsel berjudul asli Liburan: Wisata Alam Sekitar Jember Saat Puasa Sampai ke Bali. Meskipun gak menangin apa-apa tapi setelah aku coba print ternyata sampai 15 halaman kertas quarto, jadi artikel ini aku revisi. Aku memecahnya menjadi beberapa judul post.


Insinyur Pikun in Vacation


4 Responses to "Bercengkrama Dengan Alam Jember - Mukadimah"

  1. asik ya mas berani menyebrangi laut ke bali... someday I'll be there.. amiiiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo gak nekad ya gak bakalan nyebrang mas...

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan saya yang menang NekadTraveler Blog by Telkomsel kangmasbro... Penasaran juga serperti apa pemenangnya...

      Hapus