Bercengkrama Dengan Alam Jember : Awal Rencana

Liburan Gila Ala Insinyur Pikun (2013) : Awal Rencana
Jember Tiara Park
Ini merupakan sambungan dari cerita sebelumnya, Bercengkrama Dengan Alam Jember - Mukadimah. Sebenarnya liburan gila macam ini sudah pernah kami lakukan diawal tahun baru 2013. Aku sama Angga menggila dan hanya satu hari itu saja. Perjalanan dimulai dari rumahku menuju Gunung Pasang (area masuk ke Air Terjun Tancak). Sampai gerbang Tancak, kami ragu untuk melanjutkan, akhirnya tercetus mencari pantai saja. Karena bosan dengan Pantai Papuma, aku mencetuskan untuk ke daerah Puger. Sampai di Puger yang kami lihat ya hanya itu-itu saja, tak ada keindahan yang berarti, hanya pedagang ikan dan nelayan. Meski "katanya" ada sebuah pulau bernama Pulau Kucur yang bisa ditempuh naik perahu selama 30 menit dari Pantai Puger. Tapi kami tidak berminat, dan ideku muncul untuk ke Taman Nasional Meru Betiri, disana ada Pantai Bande Alit. Dan mengarah kesanalah kami. Tapi perhitunganku meleset. Jarak dari Pantai Puger ke desa pintu masuk ke area Taman Nasional Meru Betiri sangat jauh. Jam 15.00 kami baru sampai di pintu masuk Taman Nasional Meru Betiri. Kami coba masuk sedikit, tapi cuma sampai beberapa ratus meter, nyali kami ciut. Sebenernya gak laki banget ya nyali ciut sebelum mencoba. Tapi kami punya alasan kuat, pertama kami gak bawa bekal, kedua jam sudah menunjukkan angka 15.00, ketiga jalannya terjal dan yang keempat sudah selarut itu ke areal hutan tanpa bekal serem juga kali. Dan kami pun pulang dengan tidak 'legowo'. Sampai di rumah, kami pun sama-sama mengatakan, "Suatu saat harus bisa ke Air Terjun Tancak, Pulau Kucur (Puger), dan Pantai Bande Alit!!".

Tapi rencana hanyalah rencana. Setelah hari itu aku dan Angga sama-sama sibuk. Aku sibuk dengan skripsiku dan Angga sibuk menuju Ujian Nasional. Akhirnya beberapa hari setelah aku sidang, kami menemukan 1 hari luang, 10 hari sebelum wisudaku atau 11 hari sebelum Ramadhan, dan itu kami habiskan untuk mencoba wisata air baru di Jember, Jember Tiara Park. Disana kami saling ledek, "Katanya mau kesana, katanya mau kesitu... kok gak jadi-jadi, udah mau puasa loh". Tawa pun pecah, dan rencana kembali kami buat. Sudah hampir Ramadhan, setidaknya 1 tempat harus kami tempuh. Ya! Rencananya sebelum Ramadhan kami harus ke Air Terjun Tancak.

Liburan Gila Ala Insinyur Pikun (2013): Awal Rencana
Kamera FujiFilm Finepix S2980
Tapi sekali lagi rencana tinggalah rencana, tanpa saya duga terncaya kegiatan pra Wisuda sangat padat, belum lagi ada acara nikahan Om-ku tanggal 2 Juli 2013. Tamatlah sudah rencana jalan-jalan ke Tancak saat itu. Sampai hari ke-2 Ramadhan, kamera yang akhirnya aku dan adikku berhasil beli datang ke Rumah. Kamera FujiFilm Finepix S2980, sebenarnya hanya kamera digital biasa (menurutku kalo dibandingkan dengan CyberShoot milik Sony, hasil fotonya masih kalah bagus dengan Sony), tapi karena desainnya tidak biasa menjadikan kamera ini elegan. Kapan-kapan deh aku buat review soal kamera ini, soalnya aku masih pengen nulis soal liburanku kemarin hehehehe...

Liburan Gila Ala Insinyur Pikun (2013) : Awal Rencana
Wisata Gunung Pasang (Pintu Masuk Air Terjun Tancak)
Sehari setelah dapat kamera ini, aku dan Angga merencanakan mencoba dan mempelajari beberapa mode pada kamera. Karena masih belajar amatiran, dihari pertama kami mengajak 2 sepupu kami untuk berfoto-foto ria. Rita dan Tyas, dua remaja yang selain cantik, tapi juga fotogenik dan suka sekali difoto (mungkin dan sepertinya begitu). Rencana awalnya didaerah dekat rumah mereka aja, gak mau jauh-jauh karena selain baru pertama kali ini keluar bareng mereka, mereka masih tergolong anak-anak. Bukannya gak berani, tapi sungkan sama keluarga besar. Aku yakin bakal ada omongan tidak sedap dibelakang, dari saudara dan keluarga (dugaan dan keyakinanku tak pernah meleset sob, dan terjadi juga sebenarnya). Dan akhirnya kami terdampar ke daerah wisata Gunung Pasang, areal pintu masuk ke Air Terjun Tancak.

Liburan Gila Ala Insinyur Pikun (2013) : Awal Rencana
Belakang Stasiun Kalisat Bersama 2 Jilbab Cantik
Ke esokan harinya, Angga aku daulat mencari model. Teman-teman sekolahnya cantik-cantik sob... Gila ya, pantes aja dia betah jadi pengurus banyak organisasi di sekolah. Dan akhirnya yang bisa kami ajak adalah si Cantik Bela dan si Manis Dina. Bela yang pakai baju coklat, kalo Dina yang Pink, sedangkan yang kota-kotak itu Anggi, eh Angga maksudnya hahahaha... Memang bakat jadi model mereka, gak perlu terlalu lebay bergaya tapi pas banget difoto. Eh sebenernya memang bagus difoto apa gara-gara aku suka salah satu dari mereka? Sssttttt... stop jangan dibahas lagi, sudah mulai ngaco tulisan ini. Yang jelas spontanitas mereka itu tampak pas sekali dikamera, tapi sayang sekali fotografer dan kameranya masih cupu jadi kurang ter-eksplor cantiknya.

Bersambung...
Kami bukan backpacker, bukan nekad traveler, bukan juga anggota organisasi pecinta alam. Kami ya kami, orang yang ingin jalan-jalan saja. Walaupun awalnya selalu tanpa tujuan, tapi pada akhirnya kami memiliki tujuan yang sama, yaitu PULANG KERUMAH DENGAN SELAMAT. Begitupun perjalanan ke Bali ini, tanpa rencana, tanpa tujuan, tanpa persiapan, tanpa jadwal, dan berbekal seadanya.
Bersambung ke:
Kerikil Berlumut Bercengkrama Dengan Alam: Kawah Ijen
Kerikil Berlumut Bercengkrama Dengan Alam Jember: Pesona 3 Pantai
Kerikil Berlumut Bercengkrama Dengan Alam Jember: Air Terjun Tancak
Kerikil Berlumut Liburan Gila Ala Insinyur Pikun (2013): Bali
Cerita Sebelumnya:
Kerikil Berlumut Bercengkrama Dengan Alam Jember - Mukadimah
Semoga dapat kerja yang liburnya cuma 2 kali dalam setahun yang masing-masing berdurasi 6 bulan. Baca juga kisahku yang lain, Cerita Lain Pada Jember Fashion Carnaval dan Main di Bekasi Seminggu Dengan Modal Rp 400ribu (2009). Nah setelah jalan-jalan liburan pasti lapar kan? Yuk mari icip-icip kuliner Jember, Rujak Bu Pani Kebonsari. Abis itu mampir deh buat baju ke RUDYS Tailor.

Nekad Traveler

Artikel ini pernah aku ikutkan dalam kompetisi menulis artikel Nekad Traveler oleh Telkomsel berjudul asli Liburan: Wisata Alam Sekitar Jember Saat Puasa Sampai ke Bali. Meskipun gak menangin apa-apa tapi setelah aku coba print ternyata sampai 15 halaman kertas quarto, jadi artikel ini aku revisi. Aku memecahnya menjadi beberapa judul post.


Insinyur Pikun in Vacation


10 Responses to "Bercengkrama Dengan Alam Jember : Awal Rencana"

  1. wah mantap sekali wisata di jember ini. jadi ngiler pingin segera berkunjung, :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang bikin ngiler cewek-ceweknya yang cantik atau tempat wisatanya? Hihihihih...
      Kami warga Jember selalu senang apabila ada yang berkunjung...

      Hapus
  2. Kok enggak diterusin wae ke Bande Alit mas.. masih jam 3 sore kok.. saya dulu malah jam 10 malam baru ampe pintu gerbang.. lumayan deh uji nyali ketemu banteng hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah masalahe aku sama saudaraku iku nyaline kurang gedhi mas... Pernah pas sak marine acara iki, aku nyoba dewean mrunu. Sampe 7KM aku kepreset-kepreset 3x (gara-gara spedahe kurang fit) jadinya pulang hahahaha...padahal siang itu apa lagi malem @_@

      Hapus
  3. aku jadi ingat salah satu lagu wajib

    Biarpun saya pergi jauh
    Tidakkan hilang dari kalbu

    sejauh apapun raga terbang...
    rumah tak kan pernah bisa dilupakan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang petualanganku selama ini terinspirasi lagu itu kok mbak...
      Terutama lirik yang satu ini

      Biarpun banyak negri yang kujalani...
      Yang masyur permai dikata orang...
      Tetapi kampung dan rumahku...
      Di Sanalah Ku Rasa Senang...

      Aku sendiri orangnya pengen banget keliling dunia, tapi aku harus tau seluk beluk kampungku :)

      Hapus
  4. Uuu... seru banget jalan-jalannya. ^^

    BalasHapus
  5. Suka kameranya, dan jalan-jalannya! Kalimat terakhir sangat oke punya tuh. Ngulik ya kapan2. Hehehehe

    BalasHapus