Main di Bekasi Seminggu Dengan Modal Rp 400ribu (2009)

Gedung di Jember
Turunnya Harga Kereta Api per 1 September 2013
Ntahlah apa ini pantas untuk diceritakan atau tidak. Karena memang aku tidak memiliki foto-foto otentik yang mebuktikan cerita ini tidak hanya fiktif belaka. Cerita yang terjadi di tahun 2009. Sebuah cerita yang paling nekad dalam hidupku. Setelah share info tentang turunnya harga tiket kereta api ekonomi di Fans Page Facebook untuk blog ini, tiba-tiba memori otakku terbuka begitu saja akan cerita ini seakan baru terjadi kemarin.

Kereta api merupakan alat transportasi yang termurah (setidaknya saat itu, tahun 2009). Tidak seperti sekarang, harga tiket jauh atau dekat sama. Dulu harga tiket kereta api tergantung jarak yang kita tempuh. Harganya pun bersahabat dengan dompet, untuk kereta api Logawa (ekonomi) dari Jember ke Lempuyangan (Jogja) hanya Rp 38.000 saja. Tapi keadaannya kurang nyaman untuk penumpang, karena sistem saat itu adalah siapa depat dia dapat. Ya, siapa yang cepat mencari tempat duduk, dia yang dapat. Lalu bagaimana dengan yang lambat? Selamat menikmati berdiri saudara... Tapi sejak tahun lalu (kalau ingatanku gak salah) sistem tiketing kereta api ekonomi sudah teratur. Tempat duduk ditentukan oleh tiket dengan penomoran yang sesuai. Tapi, sejak awal 2013 ini seperti bencana bagi pecinta jalan-jalan murah penikmat kerta api. Dengan dalih penambahan AC (yang menjadi Ekonomi AC) tiket kereta api naik. Tapi masih ada harapan, karena tidak semua gerbong diberi AC. Hanya beberapa gerbong yang diberi label "Ekonomi AC" yang berharga Rp 100.000 sedangkan sisanya "Ekonomi Biasa" yang berharga Rp 40.000 per-orang. Celakanya adalah sejak Juli 2013, gerbong ekonomi tanpa AC dihapuskan, sehingga semua harga tiket kereta api sama! Di patok 100.000 per orang. Dengan harga yang selangit itu aku dan keluarga pun pindah dari kereta api ke bus yang harganya lebih murah.

SEAL Online Indonesia
Lalu ada apa dengan Bekasi di tahun 2009?!
Tahun 2009 aku masih seorang penggila game. Game yang aku mainkan adalah SEAL Online (baca kisahku di: Ujian datang dari Allah, dan hanya kepada-Nya aku memohon agar diringankan ujianku dan Kehidupan Sosial Pecandu Game Online). Di SEAL Online aku dapat banyak teman, sahabat, saudara, bahkan sampai dapat beberapa PACAR.

Fitur Couple Pada Game Seal Online
Tak banyak memang cewek tulen yang suka bermain game. Tapi pasti ada-ada saja yang gila game dan mereka cewek tulen. Game SEAL Online memang menyediakan fitur berpasangan (couple). Saat itu karakterku, Apperentice[Trickster]Dreamfield memang tidak memiliki couple. Kebetulan ada seorang teman Facebook, cewek, cantik, sexy juga, update status sedang mencari couple untuk karakter gamenya. Pikirku kapan lagi punya couple yang pemiliknya cantik? Aku pun menawarkan diri. Hari demi hari aku mulai dekat dengan dia, sering ngobrol, chat, sms, bahkan telpon. Sebenarnya aku curiga foto yang dia pasang itu bukan foto dia asli. Tapi peduli setan lah yang penting dia care, dan asik diajak ngobrol. Sampai pada akhirnya aku memberanikan diri untuk mengajak dia menjadi real-couple (a.k.a. jadian). Dia pun menerimaku asal aku tidak marah jika foto yang dia pajang di Facebook bukanlah foto dia yang asli. Aku pun menerima. Sejak itu tidak hanya telpon kami juga beberapa kali bermain dengan webcam.

FYI: Game online ini punya banyak chance untuk mendulang rupiah. Dari barang-barang yang kita buat di game, bisa kita jual untuk dijadikan rupiah. Lumayan lah bisa dibuat modal untuk main game lagi dan foya-foya hahahaha. Asetku dalam game yang aku simpan pada karakter Dreamfield saat itu tak kurang dari Rp 3.000.000. Sebulan setelah jadian dengan pacar baruku tersebut, tiba-tiba barang gameku ludes dicuri orang. Tak punya rasa curiga pada siapapun aku pun menggalau. Seminggu menggalau, akhirnya aku berhasil move on untuk bermain lagi berkat bantuan dari teman dan pacarku tadi. Tapi itu pun aku sudah enggan bermain secara intens.

Lebih dari dua minggu setelah kejadian, lagi asik-asiknya nyantai dirumah. Temanku satu warnet sms, "Dit ini ada yang jual barang mirip sama barang punyamu yang ilang". Ya udah aku langsung ke warnet buat liat (waktu itu masih belum punya koneksi internet sendiri dirumah). Bak kesambar petir aku melihat kembali semua barangku yang hilang sedang di jual didalam game. Aku pinjam karakter temenku untuk ngobrol sama si pemilik dagangan. Dengan kemampuan ngobrolku (yang gak penting), aku dapat nomor HP yang bisa dihubungi. Aku berpura-pura ingin membeli semua barang yang dia jual (borong). Dan minta disimpan, biar gak dibeli orang dulu. Dia mengiyakan dan meminta transaksi langsung di daerah Depok dan sekitarnya. What Depok? Jember ke Depok itu gak deket! Dan... Depok itu kan daerah pacarku tinggal, jangan-jangan... ah sudahlah jangan diceritakan dulu sama dia. Nanti aja kalo sudah fix baru aku ceritakan, kan asik juga aku bisa main dan ketemuan langsung sama pacarku ini.

Setelah mendapatkan nomor HP, aku langsung menuju rumah kakak angkatku, Renan, yang juga bermain game yang sama. Aku meminta Renan untuk menghubungi nomor tersebut untuk berpura-pura ingin membeli. Saat menelpon ternyata suara cewek yang muncul, agar tidak ketahuan Renan mengaku bahwa namanya adalah Bintoro. Dan nama suara cewek manis disebrang adlaha... A**. Damn! That was my girl! Lemes deh denger nama itu, untuk memastikan aku ikut mendengar suaranya dari headphone yang dipasang di HP Renan. Tambah lemes saja ketika aku mendengar ternyata suara yang kudengar adalah suara yang kukenal, my girl. Renan kemudian menutup telpon karena Si "Tersangka" menginginkan nego-nya dilakukan via sms. Jadilah si Renan dengan Si "Tersangka" sms-an. Sementara itu HPku berbunyi, ternyata telpon dari Si "Tersangka". Dia bilang kangen. Aku mengumpulkan segenap kekuatan dan bakat actingku, tanpa amarah dan tanpa dendam aku pun menanggapi kangennya dengan mesra. Tapi ternyata, sambil telponan dia sms Renan bernegosiasi soal barang. Pasti dia punya 2 HP atau mungkin pakai HP orang tuanya atau adiknya. Dia masih ngotot ingin langsung ketemuan di Depok, sementara aku tak punya kenalan di Depok, tapi di Bekasi banyak.

Singkat cerita aku meminta Renan (lewat secarik kertas dan bolpen) untuk mengarahkan dia ke Bekasi. Alhamdulillah dia setuju. Bekasi? kemana aku? Tapi ini uang 3 juta Man, sayang sekali kalo dilewatkan gitu aja. Sambil linglung aku minta bantuan teman-teman yang ada di Bekasi. Kali aja ada yang mau sandiwara jadi aku, tapi mereka gak ada yang mau. Kalo aku kesana baru mereka mau bantu tempat nginap dan lain-lain. Kalo masalah bersandirwara, mereka gak berani meskipun aku bayar berapapun. Takut salah, malah mereka yang bonyok. Okelah aku menyanggupi kesana. Tapi... Jember ke Bekasi naik apa? Butuh uang berapa? Aku tak pernah kesana! Bahkan bermimpi bisa bermain kesana pun tidak. Aku bertanya sama temen main gameku yang dari Bekasi dan kuliah ke Jember ada transportasi apa aja kesana. Paling murah ya kereta api. Dari Jember naik kereta api Logawa berhenti di Lempuyangan - Jogja. Sampai di Lempuyangan, beli tiket kereta api yang mengarah ke Pasar Senin. Dan duitnya... aku minta orang tua. Pura-pura mau ikut lomba robot di Jakarta (red: aku kuliah di Teknik Elektro Universitas Jember, jadi orang tuaku percaya saja), aku minta uang saku Rp 400.000 (ntah cukup atau tidak aku harus hemat). Niatku, sepulang dari perjalanan ini aku jual semua barang senilai 3 Juta itu, dan ku kembalikan uang orang tuaku.

Besok lusanya aku langsung berangkat ke Bekasi. Harga tiket kereta dari Jember ke Lempuyangan Rp 38.000 sedangkan dari Lempuyangan ke Pasar Senin seharga 40 sekian ribu rupiah (aku lupa). Masalah makan aku cuma makan satu kali dalam perjalanan, makan di Lempuyangan saja. Ntahlah ini sudah kebiasaanku, saat hormon Cortisol meningkat, aku bahkan lupa kalau aku masih punya perut yang harus diisi. Padahal kalau dalam keadaan normal, aku paling tidak kuat menahan lapar. Berangkat dari Jember jam 5 pagi, sampai Lempuyangan jam 4 sore. Aku masih bisa mandi, makan, sholat dan lain-lain, karena kereta yang menuju Pasar Senin berangkat pukul 6 sore. Di jadwalkan sampai Bekasi jam 4 pagi. Tapi karena ditengah perjalanan kereta mogok, jadi aku sampai di Bekasi jam 6 Pagi. Perjalanan dari Jember ke Lempuyangan aku menemukan tempat duduk. Tapi dari Lempuyangan ke Bekasi, semua tempat duduk penuh. Aku harus berdiri atau duduk di depan toilet.


Sesampainya di stasiun Bekasi, aku menghubungi Wisnu, temanku yang akan menjemput dan mengizinkanku untuk tinggal dirumahnya selama di Bekasi. Sambil menunggu Wisnu datang, aku mencari jadwal keberangkatan kereta di stasiun tersebut. Aku pun berkumpul dengan teman-teman dari Bekasi. Ada Juli, Siva, Acong, dan Ade. Kami sepakat melakukan penggerebekan di sebuah warnet di sebuah perumahan Jati Bening - Bekasi. Sementara itu, di Jember Renan ku instruksikan untuk menggiring Si "Tersangka" untuk ke arah perumahan Jati Bening. Dan dia menyanggupinya. Rencananya adalah, aku meminta Ade untuk menjadi teman si Bintoro untuk membantu transaksi, karena Bintoro sedang ada di luar kota. Ade meminta semua barang di transaksikan ke karakternya, baru uang dikasih. Setelah barang ditransaksikan, Ade keluar dan aku masuk. Si "Tersangka" kaget bukan kepalang. Karena sebelum dia berangkat tadi aku masih sms dan telpon dia, mesra-mesraan. Tanpa amarah dan sambil sok cool, aku hanya bertanya kenapa dia tega melakukan ini (sebenarnya mau marah, tapi berhubung yang aku adepin itu cewek manis, jadi ya terpaksa aku berlagak sok cool). Dia menjawab, itu semua karena dia jealous. Dia jealous akan kedekatanku denga seorang sahabatku cewek yang aku panggil 'Bunda'. Dia ingin hubungan kami renggang dengan kejadian ini. Setelah dia kehabisan kata-kata aku suruh dia pulang.

Sepulang dari penggerebekan tersebut, aku berniat langsung ke Jember. Tapi di tahan sama Wisnu. Dia bilang, "Ngapai lo ke Bekasi cuma sehari doang, ayo kita seneng-seneng disini sampe lo bosen, masalah makan gampang deh lo makan dirumah aja, gratis". Merasa tertantang dan tertarik aku mengiyakan saja. Acara di Bekasi ya cuma main-main game saja. Untuk menghemat uangku yang tinggal Rp 300.000, aku hanya main saat happy hour (jam murah paket malam). Tapi harga happy hour di Bekasi sangat mahal, gak kayak di Jember, 10 ribu sudah dapat 12 jam. Di Bekasi 20 ribu dapat main dari jam 9 malam sampai jam 6 pagi. Rencanaku aku main di Bekasi sampai uang tersisa Rp 100.000 dan aku pulang ke Jember dengan transportasi dan rute yang sama. Ternyata aku kelewatan batas. Rencananya sih aku main malam aja, pas paket murah. Pagi sampai siang aku nungguin Wisnu main aja. Eh ternyata, 3 hari disana uangku yang Rp 300.000 hampir habis. Tersisa gak sampai 50.000. Aku coba memelas ke Wisnu buat pinjem uang, tapi uang dia juga pas-pasan. Akhirnya aku jual satu barang gameku. Dan laku Rp 300.000. HOREEEEEEEEEEEEE!!! Aku lanjutkan hidupku di Bekasi, dan kali ini aku sangat berhati-hati dengan menyisahkan uang Rp 100.000 dengan cara menyimpan uang tersebut di tas. Tepat seminggu aku di Bekasi uangku masih sisa Rp 100.000 lebih. Aku pun pamit ke Wisnu untuk pulang ke Jember. Pengen rasanya aku kembali mengunjungi kota itu, Bekasi. Bertemu dengan teman-teman lamaku. Sudah lama kami tidak pernah ngobrol bareng lagi sejak game SEAL Online sudah gak menarik lagi. Suatu saat nanti aku pasti kesana lagi untuk sekedar berterimakasih kepada keluarga Wisnu, atau untuk bekerja dan menetap disana.

Itulah sebuah cerita lama yang menurutku adalah cerita yang paling Nekad dan paling gokol yang pernah aku lakukan. Bermodal sedikit, dan melakukan perjalanan ke Bekasi yang belum pernah aku jalanin sebelumnya. Dan demi kenyamanan semua, nama Si "Tersangka" aku samarkan, karena memang kasus ini sudah terjadi lama, barang juga sudah kembali (meski tidak semua), dan yang paling penting aku sudah iklas memafkan bahkan sejak pulang dari Bekasi waktu itu.

Mulai besok harga tiket kereta api ekonomi turun menjadi Rp 50.000. Transportasi murah akhirnya kembali muncul. Tempat menginap yang paling murah dan aman adalah warnet yang buka 24 jam. Beli deh paket happy hour. Semoga dapat kerja yang liburnya cuma 2 kali dalam setahun yang masing-masing berdurasi 6 bulan. Baca juga kisahku yang lain, Bercengkrama Dengan Alam Jember dan Cerita Lain Pada Jember Fashion Carnaval. Nah setelah jalan-jalan liburan pasti lapar kan? Yuk mari icip-icip kuliner Jember, Rujak Bu Pani Kebonsari. Abis itu mampir deh buat baju ke RUDYS Tailor.

Related post: Kehidupan Sosial Pecandu Game Online

Insinyur Pikun in Vacation


6 Responses to "Main di Bekasi Seminggu Dengan Modal Rp 400ribu (2009)"

  1. hahah
    sepertinya kita papasan ya waktu di stasiun,,hahha
    ternyata kamu mau ke bekasi bro,,,
    gak bareng aja sekalian si bro,,
    hahahhahahhahahahahahahahahhaha

    BalasHapus
  2. Kok gak bisa klik balas ya hehehehe.
    Ini blog hari ini banyak erronya. @_@

    Masa si bro kita papasan waktu itu? Itu kisah 2009, jadi aku gak ingat, kalo kamu ingat berarti ingatanmu cakep dong @_@

    BalasHapus
  3. wee... bolehlah gan bisa dgn 400ribu bisa traveling.. hemat itu indah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan hemat itu indah gan...tapi indah itu hemat (gak perlu mahal) hahahaha...

      Hapus
  4. wahaha.
    gara-gara item game online.
    gue juga penggemar game online mas.
    tapi kemaren bukan main Seal, gue main RF.
    kalau sekarang tinggal main Dota2 doang.
    lumayan juga item-item nya bisa di duit kan. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau Hobi bisa jadi uang kenapa nggak kan? :D

      Hapus