Semua Atas Pentunjuk Allah


Setelah sebelumnya pada postingku "Ujian datang dari Allah, dan hanya kepada-Nya aku memohon agar diringankan ujianku" aku bercerita telah mendapatkan kerja... sekarang atas petunjuk Allah aku juga menyelesaikan tugas kerjaku untuk menlanjutkan sesuatu yang InsyaAllah lebih penting, skripsi.

Aku bekerja dengan petunjuk Allah dan aku pun keluar insyaAllah dengan petunjuk-Nya juga... Beberapa hari sebelum keluar dari pekerjaanku, aku sudah merasa tidak mampu atas pekerjaan ini, bukan karena pekerjaannya tapi keadaan orang-orang disekitarku dan lingkungan disekitarku, bahkan aku senang karena pekerjaannya berat dan menantang, malah capek sendiri kalo sudah gak ada kerjaan. Selain itu aku pun ingin segera selesaikan skripsiku, dan disuatu malam akupun berdo'a:

"Ya Allah... maafkan hamba-Mu ini... bukannya aku tak bersukur atas pekerjaan yang Engkau berikan padaku, tapi Wahai Engkau Yang Maha Tahu, keadaan ditempat kerja ini ...(*sengaja tidak disebutkan bagaimana keadaannya*)..., mohon berilah petunjuk-Mu Ya Rabb... apakah aku harus meninggalkan pekerjaan ini atau aku harus terus memperjuangkan pekerjaan ini. Jika memang aku harus meninggalkan ini, aku sangat bersukur Kepada-Mu Ya Allah... karena atas pekerjaan ini aku mampu membayar beberapa kewajibanku, dan karena itu pula aku meminta pekerjaan ini pada-Mu Ya Rabb... Aminn..."

Dan saat tidur aku pun bermimpi, sangat buruk, benda kesayanganku, uang koin koleksiku, hilang dicuri orang, dan aku pun terbangun dengan sangat ketakutan dan langsung berucap: "Ya Allah jika memang ini terjadi, aku akan meninggalkan pekerjaan ini tanpa pikir panjang lagi".

15 Juli 2012 aku menemukan koin yang aku suka, dan bermaksud menaruhnya dalam botol tempat koleksiku, tapi tak ku duka berat botol itu sudah jauh berkurang, dan setelah aku periksa ternyata banyak koin yang menghilang.
Dan tanpa pikir panjang dan tanpa banyak bicara aku pun mengemasi semua barangku dan aku pulang ke rumah.

Ini tidak bisa dikatakan aku berputar arah untuk mengejar kesuksesan, tapi aku sudah tidak menemukan jalan lagi, dan aku melihat (insyaAllah) ada jalan lain untukku, pasti ada jalan suksesku yang lain, yang penting aku sudah berhasil mengejar targetku, dan aku akan mengejar targetku yang lebih besar.


Ya muqallibal qulub, tsabbit qolbi 'ala dinika wa 'ala tho'atika.
"Wahai Dzat Yang Maha Membolakbalikkan hati manusia, tetapkan hati ini untuk selalu dalam agamaMu dan dalam ketaatan kepada-Mu".

Barrakallahu mina wa minkum.


0 Response to "Semua Atas Pentunjuk Allah"

Posting Komentar