Salah Satu Buah Kesukaanku: Manggis (Kulitnya jangan dibuang)


Sebenernya bukan kapasitasku buat nulis artikel soal kesehatan, tapi karena dukungan mbah google semua orang juga bisa menulis apapun hehehehe... Tulisan ini berawal dari obrolan dengan mamaku beberapa minggu lalu, saat kami belanja kain di sekitar Pasar Tanjung - Jember. Kebetulan saat itu lagi banyak yang jual buah manggis dan akupun tergiur untuk beli. Tapi mama bilang, "halah beli buah manggis itu mahal, daging buahnya sedikit kulitnya bayak, mahal kan". Aku pikir bener juga ya, tapi kemudian terpikir olehku pasti ada manfaatnya, karena aku yakin semua ciptaan Allah tidak ada yang percuma. Semua yang kita lalui baik ataupun buruk itu bukan hal yang sia-sia, bukan hal yanh percuma. Allah tidak memberikan kita takdir untuk meratapi "percuma". Kita harus mencari manfaat dan hikmah dari segalal sesuatu yang dilalui, karena kita tau pasti, Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum jika kaum itu tidak mau merubahnya sendiri. Kalopun kita sudah berusaha dan gak bisa, itu juga bukan usaha yang percuma, karena kita pasti dapat hikmah dan pengalaman.

Kok malah berdakwah... hahaha... ya sudah sekedar intermezzo saja. Kembali ketopik manggis tadi, nah setelah sampai rumah lupa lah ide buat nyari apa manfaat kulit manggis itu. Baru kemarin sore, ngobrol-ngobrol sama padhe Girin, ayahn si Anggar, soal mama yang sakit, pak dhe langsung nyuruh beliin mama buah manggis, tapi kulitnya dibuang. Katanya bagus buat kesehatan jantung. Langsunglah aku tanya-tanya mbah dukun Google, dan dapat artikelnya. Kurang lebih begini.

Buah manggis (Garcinia mangostana. L) tumbuh liar di hutan dan pegunungan dengan ketinggian pohon bisa mencapai lebih dari 15 meter namun mempunyai masa berbuah yang membutuhkan waktu lebih dari 10 tahun. Indonesia sebagai negara yang memiliki keanekaragaman hayati melimpah adalah salah satu sentra penghasil manggis yang diekspor ke berbagai belahan dunia seperti Amerika dan Eropa. Berdasarkan informasi yang saya dapat, di Eropa sana nilai jual kulit manggis sangat tinggi. Di sana kulit manggis dijadikan  jus yang harganya mencapai 20 US dolar atau berkisar 200 ribu rupiah per gelas. Sedangkan di Negara kita, buah manggis dijadikan bahan tebak-tebakan bahkan bisa jadi permainan “JUDI”

Mungkin sudah lama ada yang meyakini bahwa buah manggis itu berkhasiat, namun soal manfaat kulit manggis baru belakangan ini “naik daun”. Warna kulit manggis yang ungu diyakini kaya akan zat antioksidan kuat.

Kulit dari ratu segala buah Tropis (Queen of The Tropic Fruits) ini dapat menghasilkan senyawa xanthone, yaitu zat yang terbentuk dari hasil isolasi kulit buah manggis. Kadarnya mencapai 123,97 mg per ml. Xanthone mempunyai aktivitas antiinflamasi dan antioksidan. Senyawa xanthone dapat menangkal radikal bebas dan mencegah kerusakan sel sehingga proses degenerasi sel terhambat. Apalagi zaman sekarang, kita sudah banyak terkontaminasi oleh bahan-bahan kimiawi, bahan polutan dan bahan tiruan, dan itu semua sudah tak terelakkan lagi. Selain itu Xanthone bukan hanya sebagai antioksidan, tetapi juga antikanker. Belakangan ini para ilmuwan juga sedang melakukan uji potensi kulit manggis sebagai obat HIV.

Berikut 34 Fakta khasiat kulit manggis :
1. Anti-fatigue (energy booster/memberi tenaga)
2. Powerful anti-inflammatory (prevents inflammation/anti peradangan)
3. Analgesic (prevents pain/mencegah sakit urat saraf) 4
. Anti-ulcer (stomach, mouth and bowel ulcers)
5. Anti-depressant (low to moderate/mencegah kemurungan)
6. Anxyolytic (anti-anxiety effect/mencegah kegelisahan, panik & cemas)
7. Anti-Alzheimerian (helps prevent dementia/mencegah penyegah Alzheimeria)
8. Anti-tumor and cancer prevention (shown to be capable of killing cancer cells/Mencegah kanker)
9. Immunomodulator (helps the immune system/system kekebalan)
10. Anti-aging (Anti penuaan)
11. Anti-oxidant ( Buang toxic/racun dalam badan)
12. Anti-viral (membunuh kuman)
13. Anti-biotic (modulates bacterial infections)
14. Anti-fungal (prevents fungal infections/infeksi oleh jamur)
15. Anti-seborrheaic (prevents skin disorders/ mencantikkan kulit)
16. Anti-lipidemic (blood fat lowering/membuang kolesterol)
17. Anti-atherosclerotic (prevents hardening of arteries)
18. Cardioprotective (protects the heart/untuk jantung)
19. Hypotensive (blood pressure lowering/merendahkan tekanan darah)
20. Hypoglycemic (anti-diabetic effect, helps lower blood sugar/ mengurangi gula dalam darah)
21. Anti-obesity (helps with weight loss/kuruskan badan)
22. Anti-arthritic (prevention of arthritis/cegah sakit tulang)
23. Anti-osteoporosis (helps prevent the loss of bone mass/tulang rapuh)
24. Anti-periodontic (prevents gum disease/cegah gusi berdarah)
25. Anti-allergenic (prevents allergic reaction)
26. Anti-calculitic (prevents kidney stones/cegah batu karang)
27. Anti-pyretic (fever lowering/rendahkan suhu badan)
28. Anti-Parkinson (penyakit saraf parkinson)
29. Anti-diarrheal (mencegah diare)
30. Anti-neuralgic (reduces nerve pain/sakit urat saraf)
31. Anti-vertigo (prevents dizziness)
32. Anti-glaucomic (prevents glaucoma/sakit mata)
33. Anti-cataract (prevents cataracts)
34. Pansystemic (has a synergistic effect on the whole body/Mengimbangi seluruh badan)
Nah loh banyak kan itu manfaat kulit buah manggis. Ada 34 manfaat, tapi aku sendiri gak 100% ngerti apa maksud dari ke 34 manfaat tersebut. Tapi kalo cuma sedikit-sedikit ngerti lah, yang jelas kulit buah manggis ini menghasilkan senyawa xanthone, yaitu zat yang terbentuk dari hasil isolasi kulit buah manggis yang mempunyai aktivitas antiinflamasi dan antioksidan. Mantep gak tuh? Siang ini setelah jum'atan rencananya aku beli buah manggis buat mama, tapi gimana sih memilih buah manggis yang bagus itu? Akupun bertanya lagi sama mbah google soal memilih buah manggis, dan aku temukan artikel berikut.

Tips memilih buah manggis:
Kematangan. Manggis yang masih mentah dan berwarna hijau akan terasa tidak enak atau sepat dan tidak ada rasa manisnya, sedangkan kalau kadaluarsa kita tidak bisa menyantapnya karena sulit dibuka.

Warna buah sudah ungu kehitaman, warna ini sebagai  pertanda buah sudah masak dalam keadaan optimal. Warna buah manggis berubah seiring dengan kematangan buah dari warna hijau, kuning, coklat, lalu menjadi merah. Merah inipun bertingkat dari merah menjadi coklat kemerahan, ungu kemerahan dan terakhir paling bagus adalah ungu kehitaman alias buah sudah masak sempurna. Kalau membeli mendapatkan warna yang ungu kehitaman ini, maka kita mendapatkan buah yang terbaik.

Siap santap. Meskipun buah sudah tidak mentah alias tidak berwarna hijau lagi yang berarti sudah berwarna merah, coklat kemerahan dan ungu kemerahan tidak bisa langsung disantap karena getahnya masih banyak saat dipetik, sehingga perlu pemeraman beberapa hari agar warnanya berubah menjadi ungu kehitam-hitaman. Untungnya dulu waktu kecil dibelakang rumah budhe ada pohon manggis selalu tersedia manggis yang sudah siap santap untuk keponakan yang datang dari jauh, kalaupun terpaksa kepingin dan sedang tidak ada yang siap santap, ya terpaksa petik langsung dimakan dengan segala konsekuensi kena getah dimana-mana.

Lihat bagian bawah buah. Disisi bawah buah manggis ada semacam kelopak, yang waktu saya kecil selalu untuk tebak-tebakan dengan teman mengenai jumlah biji didalamnya. Pilih yang bijinya diatas empat, yang berarti akan lebih banyak daging yang bisa dimakan, kalau kurang dari empat biasanya isinya besar-besar alias daging buahnya lebih sedikit.
Tangkai dan kelopak. Pilih yang tangkainya masih hijau, kelopak masih komplit dengan warna yang sama dengan tangkainya.
Empuk. Raba dan pencet buah manggis, jangan terlalu keras, nanti rusak dan bisa dimarahi penjualnya. Buah yang sudah empuk menunjukkan buah yang sudah masak, sedang kalau keras menunjukkan buahnya sudah kadaluarsa atau terlalu tua. Inilah uniknya buah manggis, semakin tua bukan semakin lunak tetapi justru semakin keras.

Hindari getah kuning. Ayahku mengatakan ini blendok, dulu kupikir getah kuning kayak damar kuning ini penyakit, ternyata setelah aku baca di MMAIPB, getah kuning ini akibat buah terjatuh dan penyok saat dipanen, atau memar sewaktu diangkut. Memar ini menimbulkan getah dan berubah menjadi kuning, kalau terdapat kuning diluar didalam pasti kuning, meski diluar getah kuningnya cuma sedikit didalam bisa lebih banyak. Getah kuning ini menimbulkan rasa pahit jika termakan.

Pilih buah yang kecil sedang. Semakin besar buah, semakin besar biji didalam sehingga yang termakan lebih sedikit. Sehingga kalau ingin makan buahnya, pilihlah yang kecil sedang, tetapi bila pingin mengambil manfaat dari kulit buahnya pilihlah yang besar-besar. Karena buah yang besar, kulitnya juga semakin tebal.

Selamat memilih buah manggis.



Lalu bagaimana cara mengolah kulit manggisnya? menurut Pakdhe sih bisa langsung dijus atau langsung direbus, atau dijadiin teh (dijemur sampai kering lalu direbus).

Semoga bermanfaat.
Barrkallahu minna wa minkum.


1 Response to "Salah Satu Buah Kesukaanku: Manggis (Kulitnya jangan dibuang)"

  1. mampus setelah berkeliling jember gak nemu manggis, ternyata sudah gak musim.
    apes...

    BalasHapus