Move on?

ilustrasi gambar http://tozzymodif.wordpress.com/
Move on - Sebuah kata yang ahir-ahir ini sering ku dengar, mungkin lagi jadi trending topic kali ya. Atau mungkin gara-gara lagu dari Bruno Mars yang move on. Aku sendiri kurang paham apa arti sebenernya, tapi berkat salah satu kawan kerjaku yang tidak mau disebutkan namanya, aku sedikit paham apa arti kata move on. Menurutnya konsep move on adalah mampu bergerak maju kedepan, melangkah menuju masa depan dari kegelapan masa lalu. MOVE ON MOVE ON MOVE ON MOVE ON hanya itu saja yang dibahas.


Sebenernya konsepnya bagus, move on, mampu melangkah maju menuju masa depan dari kegelapan masa lalu, tidak terus-terusan terpuruk pada kesedihan masa lalu. Move on, mampu bangkit lagi saat terjatuh. Ini menggelitik otakku yang sedikit aneh untuk berfikir. Oke... kita mampu move on tapi gak bisa grow up untuk apa? kita mampu bangkit saat kita jatuh tapi gak bisa belajar kenapa kita bisa jatuh, gak bisa belajar bagaimana menghindari agar kita tidak jatuh lagi untuk apa? Analoginya seperti 2 sepeda motor, honda ulung (honda tahun '80an) dengan honda tiger. Sama-sama pabrikan honda, sama-sama bisa melaju maju di jalanan, tapi honda ulung gak bisa menaiki jalan tanjakan, dan honda tiger bisa terus berjalan di jalan tanjakan. Itulah bedanya.

Apalah arti kata move on kalo kita gak bisa grow up? percuma dong kita mampu bangkit lagi saat kita terjatuh tapi ujung-ujungnya malah jatuh lagi kelobang yang sama? Kita mampu bangkit dari keterpurukan tapi gak mampu menjadi dewasa, gak mampu belajar dari kesalahan masa lalu. Waktu kita terjatuh, hal yang harus kita lakukan adalah bangkit lagi dan mempelajari kenapa kita bisa terjatuh agar kita tak jatuh lagi ke lubang yang sama. Kita harus berubah dari pikiran kekanak-kanakan kita menjadi pikiran yang lebih dewasa. Meski kita sadar sepenuhnya bahwa melaksanakan perubahan bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan tapi mudah diucapkan, belajarlah menghargai diri sendiri, gimana kita sekarang, itu akan memberikan keberanian untuk berubah dan berawal dari menerima masa lalu kita dan melihat bagaimana masa lalu membentuk hidup kita hari ini dan esok.

Sebenarnya kedewasaan seseorang bisa dilihat dari banyak hal. tapi yang paling utama menurutku adalah caranya dalam menghadapi, mengatasi dan mengambil hikmah dari permasalahan hidup yang dialaminya. Karena kedewasaan serta karakter seseorang benar-benar diuji saat orang tersebut mengalami suatu masalah.

Mari kita coba bandingkan, anak yang hidup dengan banyak fasilitas dan materi dari orangtua bisa membuat si anak hidup tenang tanpa adanya tantangan dan desakan hidup yang membuatnya bermalas-malasan dan cenderung lebih besar pasak daripada tiang. Dengan tidak dewasa anak-anak tersebut akan terus ingin bergantung pada orangtua selama mungkin sehingga tidak baik untuk masa depannya. Mereka hanya bisa move on. Mereka akan dewasa karena terpaksa. Berbeda dengan anak yang dibiasakan hidup penuh perjuangan hidup untuk menggapai masa depan yang lebih baik dari yang sekarang dijalani. Anak itu akan berupaya untuk maju menggapai apa yang diinginkannya dengan cepat menjadi dewasa karena keinginan sendiri dan mulai berjuang memperbaiki hidup. Tetapi tidak menjamin semua anak tersebut akan seperti itu. Justru bisa jadi kalau anak sifatnya hanya menerima nasib yang ditakdirkan ya selamanya tidak akan maju.

Balik lagi deh ke tulisanku yang berjudul "Just let it flow...",

"Rezeki dan jodoh ditangan Allah SWT, tapi jika kita tidak mengambildan menjemputnya, maka selamanya akan di tangan Allah"
banyak orang yang bilang, "Just let it flow" tapi ya hanya benar-benar membiarkannya mengalir apa adanya, tanpa mau berusaha dan hanya menerima apa yang ditakdirkannya. Karna orang-orang seperti itu gak bisa bedain mana yang pilihan hidupnya sendiri, mana yang takdir Allah. Dan mungkin mereka gak ngerti bahwa Allah gak akan merubah nasib manusia, jika manusia itu tidak berusaha merubahnya.

Modal kedewasaan berpikir akan tumbuh dan berkembang pada setiap manusia, apabila potensi otak manusia dapat dimanfaatkan dari dua sudut pandangan artinya pertama memahami makna otak dari phisik yang terkait dengan otak atas (kiri dan kanan) dengan fungsi “otak kiri” menangani angka, logika dll., yang memerlukan pemikiran rasional, dan “otak kanan” memfokuskan diri pada rupa dan bentuk, warna-warni dan kelembutan mengabaikan ukuran dan demensi menjadi kreativitas, imajinasi.. Otak bawah adalah otak bawah sadar. Dia mengendalikan emosi, sikap insting seseorang. Kedua pandangan dari sudut rohaniah dengan mengurikan huruf menjadi kata bermakna.

Kesimpulannya, ngapain bilang MOVE ON kalo belum bisa GROW UP, merasa sudah bangkit dari keterpurukan kalo belum mendapat kedewasaan diri itu percuma, jangan bilang sudah berlari meski baru jatuh padahal belum belajar kenapa bisa jatuh. Kata seorang motivator terkenal, modal kedewasaan itu adalah menerima perubahan sebagai suatu kebutuhan dalam usaha meningkatkan kebiasaan yang produktif dengan ditopang penguasaan ilmu sebagai informasi, pengetahuan sebagai keterampilan dan keinginan yang dilandasi dengan niat agar memiliki kemampuan untuk mengubah cara berpikir dalam mewujudkan wajah baru dalam perjalanan hidup. Karena move on dan grow up tidak hanya untuk sekedar berpacar-pacaran, berpasang-pasangan, bercinta-cintaan.

Semoga sama-sama bisa move on

Barrakallahu minna wa minkum.



7 Responses to "Move on?"

  1. move on oh move on . . . hohohohho

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah ini pasti lupa move on juga deh ya? :D

      Hapus
  2. ya btul, ngapain bilang MOVE ON kalo belum bisa GROW UP.
    setuju banget!

    BalasHapus
  3. wew aku suka banget! ngapain bilang MOVE ON kalo belum bisa GROW UP? keren!

    BalasHapus