Me Versus Me

 gambar ilustrasi: film Star Wars, source: http://starwars.wikia.com/wiki/Duel_on_Tatooine_%28Naboo_crisis%29



Kalo di dunia perfilman ada film Me Versus High Heels, di dunia reality show ada Me Versus Mom. Bukan mau bahas soal film "Me Versus High Heels" sama acara "Me Versus Mom", aku mau bahas betapa susahnya melawan diri sendiri. Bukannya sok Inggris pake judul post dalam Bahasa Inggris (ya sedikit kepengen sih sebenernya bikin post dalam Bahasa Inggris full, tapi apa daya Bahasa Inggrisku gak bagus, but not bad lah :) ). Kalo diartiin secara langsung sih Me Versus Me artinya aku melawan aku. Eit bukannya bercermin terus tonjok-tonjokan sama cermin. Hahahaha.
Ya muqallibal qulub, tsabbit qolbi 'ala dinika wa 'ala tho'atika.
"Wahai Dzat Yang Maha Membolakbalikkan hati manusia, tetapkan hati ini untuk selalu dalam agamaMu dan dalam ketaatan kepada-Mu".
Sudah dua kali post aku sebutkan do'a ini, semoga pada gak bosen ya bacanya. Ya! hal yang gampang berubah-ubah selain air adalah hati manusia. Orang bilang sih cuma manusia labil dan abg-abg labil alias ababil saja yang begitu. Menurutku ngaa cuma ababil yang seperti itu, semua orang juga pasti begitu tapi kadar perubahan tiap orang gak sama. Ada yang sehari sekali suasana hatinya berubah, ada yang sejam sekali, ada juga yang semenit sekali hahahaha. Ada orang yang mampu menyembunyikan perubahan itu, ada juga yang gak bisa menutup dan malah ada pula yang pengen selalu nunjukin ke dunia atas perubahan suasana hatinya. Bahasa kerennya sih ABABIL. kwkwkwkwkkw.

Stop stop stop... stop membicarakan orang stop intermezzonya tapi jagan stop nulisnya hehehehe... oke oke ngarah kemana ini tulisan? aku juga gak tau, tapi seperti biasa... just let it flow hahahahaha. Sebenernya gambar yang dipampang diatas gak ada hubungannya sih sama  tulisan ini, tapi waktu search "Duel" ke Mbah Google nemu gambar itu dan kupikir cocok sih sama temaku, ya udah comot aja heheheheh. Kalo menrut keterangan web aslinya, itu gambar duel di film star wars, aku gak begitu suka film star wars jadi gak tau siapa itu.

Tapi biasanya manusia dalam ke"galau"annya, sering terjadi pertempuran dalam hatinya, antara hitam dan putih. Kalo baca soal hitam dan putih jadi inget post temenku Zaky di Grup FB Teknik Elektro kurang lebih gini:
Prof: "Apakah Tuhan menciptakan segala yg ada?"
Mhs: "Betul, Dia yg menciptakan semuanya."

"Tuhan menciptakan smuanya??" tanya profesor sekali lagi.
... "Ya prof, semuanya," kata mahasiswa itu.
Prof: "Jika Tuhan mnciptakan segalanya, berarti Tuhan
menciptakan Kejahatan..."
Mahasiswa itu terdiam & tdk bisa menjawab hipotesis profesor tersebut.

Ada mahasiswa lain berkata, "Prof, boleh saya bertanya sesuatu ?"
"Tentu saja," jawab si Profesor.

Mhsw : "Prof, apakah dingin itu ada?"
"Pertanyaan macam apa itu ? Tentu saja dingin itu ada."
Mahasiswa itu menyangkal, "Kenyataannya, Prof, dingin itu tdk ada. Menurut hukum fisika, yg kita anggap dingin itu adlh ketiadaan panas.
Suhu-460F adlh ketiadaan panas sama sekali & semua partikel menjadi diam & tdk bisa bereaksi pada suhu tersebut.
Kita menciptakan kata dingin utk mendeskripsikan ketiadaan panas".

Mahasiswa itu melanjutkan, "Prof, apakah gelap itu ada ?"
Prof menjawab, "Tentu saja itu ada."
Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Prof. Gelap juga tdk ada. Gelap adalah keadaan dimana tdk ada cahaya. Cahaya bisa kita
pelajari, gelap tidak.
Kita bisa menggunakan prisma Newton utk memecahkan cahaya jadi beberapa
warna & mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tak bisa mengukur gelap.
Seberapa gelap suatu ruangan diukur dg berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut.
Kata gelap dipakai manusia utk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.."

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Prof, apakah kejahatan itu ada?"
Dgn bimbang prof itu menjawab, "Tentu saja !"

Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda salah, Prof. Kejahatan itu TIDAK ADA. Kejahatan adlh ketiadaan Tuhan.
Seperti dingin atau gelap, kejahatan adlh kata yg dipakai manusia utk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tdk menciptakan kejahatan.
Kejahatan adlh hasil dari tak adanya Tuhan dihati manusia..."
Profesor itu terdiam..

"Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah,dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dar kesalahan dirimu sendiri". ( QS. Annisa 79 )

Gak ada hitam kalo gak ada putih. Dan kehitaman yang paling sulit aku hadapi dalam hidup adalah emosi dan lapar. Kalo banyak emosi pasti cepet lapar, kalo lapar cepet emosi. Ya begitulah aku. Kalo sebelumnya aku bilang me versus me bukannya maen tonjok-tonjokan sama cermin, tapi jujur aku sendiri pernah rasain rasanya nonjok kaca. Walhasil 6 jahitan bersarang ditanganku hahahhaha itu semua akibat emosiku yang tak bisa ku kendalikan. Kejadiannya sih sedikit konyol-konyol aneh, maklum namanya juga ABABIL :) Aku lupa waktu itu emosi gara-gara apa, tapi yang jelas waktu itu reflek nonjok kaca rumah nenek, udah pecah tu kaca gak ngrasa apa apa ditangan, biasa aja gak ada sakit-sakitnya. Abis nonjok langsung ngloyor pulang aja ke rumah, jaraknya sih paling cuma 5 meteran lah dari TKP, waktu jalan trasa basah ni tangan kanan dan ku kira itu kringat. Eh waktu buka kunci rumah baru ngeh kalo itu darah netes-netes di sepanjang gang dan baru kerasa sakit bin perih. Papa yang tau ini, langsung bawa aku ke puskesmas terdekat buat di priksa. Aneh kan awalnya gak kerasa, baru kliatan kalo luka baru brasa.

Kesimpulan yang kudapat sih simpel. Waktu "me versus me" bergejolak di hati kita, waktu kita memikirkan sebuah keputusan yang penting, kita harus pikir panjang dan jauh kedepan. Karena kita tak akan merasakan apapun waktu kita "memutuskan" sesuatu, tapi kita akan merasakannya saat melihat akibatnya.


Barrakallahu minna waminkum.


2 Responses to "Me Versus Me"

  1. waktu itu marah soalnya gak dipinjemi sepeda sama lek suli :p

    BalasHapus
  2. bukaaan...
    tapi nyari lek suli muter2 gak ktemu2
    tp waktune wes mepettt..
    #inget wesss

    BalasHapus