Ini Bukan Tentang Film "Alangkah Lucunya Negeri Ini"

Sebuah film karya Deddy Mizwar, dan diperankan oleh Reza Rahadian, Deddy Mizwar, Slamet Rahardjo, Jaja Mihardja, Tio Pakusadewo, Asrul Dahlan, Ratu Tika Bravani, Rina Hasyim, Sakurta Ginting, Sonia, dan Teuku Edwin, ini mengisahkan sebuah kisah mengenai realita kaum marginal di Indonesia. Pada penutupnya dituliskan pasal Pasal 34 ayat (I) UUD 1945.
"Fakir miskin dan anak-anak terlantar diperlihara oleh negara"
Pada coretan ini aku tidak membahas tentang film tersebut, tapi yang ingin ku bahas adalah negeri ini memang "lucu". Lihat saja, para pemimpin diatas bertindak sesuka hati, dan rakyat di bawah memprotes tanpa ada solusi, berkoar-koar kalau yang dilakukan pemerintah itu salah, tapi tetap saja tidak mau membatu mencari solusinya, alasannya sepele "jika memberi solusi, lalu apa tugas pemerintah? enak-enakan tanpa berfikir?". Serba susah memang, tapi ini sudah mendarah daging. Atau mungkin itu disebabkan oleh pelajaran Bahasa Indonesia saat sekolah dasar yang berulang-ulang membahas peribahasa "kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak", sehingga terpatri dalam otak kita semua akan hal itu? hahahahha semoga tidak.

Coba kita crosscheck lagi...
Saat pemerintah terlihat melakukan korupsi atau kesalahan, maka banyak yang akan menghujat dan protes. Gak usah jauh-jauh, karena aku seorang mahasiswa maka akan aku bahas bagaimana seorang mahasiswa memprotes dan menghujat pemerintah. Saat pemerintah mengeluarkan kebijakan yang tidak sesuai dengan hati rakyat, mahasiswa langsung protes, menghina pemerintah dengan kata kata kotor, dengan makian yang kasar. Padahal Islam jelas mengajarkan pada kita "janganlah kau mengina bapak ibumu, guru-gurumu, dan pemimpinmu". Maksudnya bagus, agar pemerintah mau berubah lebih baik, tapi disampaikan dengan cara yang salah.


Pada fase yang lebih ekstrim, demonstrasi di depan gedung-gedung pemerintahan. Dengan orasi-orasi ala demonstran layaknya sedang mendukung team sepak bola. Tidak cukup dengan orasi para demonstran juga membawa spanduk-spanduk yang bertuliskan tuntutan mereka. Dan bisa lebih ekstrim lagi, demonstran juga berani membawa foto-foto karikatur pemimpin gedung tempat mereka berdemo, fase selanjutnya foto tersebut dibakar atau diijnak-injak.


Para demonstran tidak takut bagaimana pandangan publik internasional tentang pemerintahan negeri kita ini. Rakyatnya saja berani menghina pemerintahannya, apa lagi mereka yang orang luar? pertanyaan ini mungkin tidak pernah ada dalam benak para demonstran. Asal tuntutan mereka didengar, mereka sudah puas. Jika mereka sudah cape meneriakkan orasinya dan seakan tidak dihiraukan, mereka akan memaksa masuk gedung dengan merusak gerbang dedung tersebut. Lucu bukan? ingin agar pemerintah tidak korupsi dan menghamburkan uang tapi para demonstran malah merusak infrastruktur yang dibuat dengan uang juga? bukankah ini juga pemborosan dan buang buang uang?


yah semoga para demonstran sadar bahwa yang mereka kerjakan tidak sepenuhnya benar. Kebrutalan mereka malah membuat negeri ini dipandah rendah oleh publik internasional, kebrutalan mereka justru menambah daftar pembangunan infrastruktur yang sudah jadi.

Mari kita tengok kasus lain. Seperti status di FBku pada 15 Januari 2012,
DPR menganggarkan dana untuk toilet 2 milar? angka yang fvckntastis
(baru update?!kmane aje?!)
pengen ikutan protes sbenernya
tapi sebelum ikut protes aku mau menela'ah aku dan kalanganku
bagaimana seorang mahasiswa membuat proposal untuk kepentingan PKM misalnya atau kegiatan-kegiatan lain seperti acara pentas seni mungkin?
apakah dana yang kami (baca: mahasiswa/siswa) itulis itu adalah dana real yang tidak dilebih-lebihkan?
kalau iya, mari kita protes ke gedung kura-kura
*eh gedung DPR maksudnya
hehehehehehehe
What's on your mind?
January 15 2012 at 10:10am near Jember
Beberapa waktu lalu DPR mengajukan proposal pembangunan dan renovasi gedung dengan anggaran dana yang funtastis. Ntah dana itu sudah turun atau tidak, tapi yang jelas sama halnya serperti kami (mahasiswa) yang sedang membuat proposal acara, ntah itu proposal PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) ataupun proposal acara-acara pentas seni, kami pasti melebihkan dana yang kami ajukan dalam proposal. Tujuannya adalah jika terjadi kekurangan karena terdapat biaya yang tidak terduka kami tidak merugi.
Lucu bukan? jika orang lain yang melakukan diprotes, tapi bagaimana jika kita sendiri yang melakukan?

Mari kita berbelok ke kasus lain, kasus KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme) misalnya. Rakyat pasti  protes dan marah ketika mengetahui pemerintah KKN. Mari kita bandingkan dengan perilaku rakyat (kita) sendiri. Bukan rahasia jika Polisi melakukan pungutan liar (pungli) saat melakukan tilang atau sering di sebut sidang ditempat. Tapi sekarang ini Polisi sudah mulai sedikit merubah perilaku mereka dengan mulai meningalkan pungli-pungli tersebut. Tapi masih ada saja yang meminta agar disidang ditempat, bayar ditempat, atau dengan kata lain meminta agar polisi melakukan pungli, atau dengan bahasa yang lebih kasar kita mencoba menyogok polisi. Ada polisi yang mau ada juga polisi yang tidak mau dan tetap kekeh memberikan surat tilang dan menyita surat-surat kendaraan kita. Pada posisi kita saat  tidak berhasil "menyogok" polisi, kita yang memiliki teman atau saudara polisi lain atau mungkin TNI, pasti menghubung teman atau saudaranya itu agar ikut membantu kasus ini hahahahah. Lucu bukan? bukankah ini juga bentuk KKN?

Bukan hal yang sulit jika ingin negara ini maju.
"Berpikirlah sebelum bertindak, berpikirlah sebelum protes, carilah solusi sebelum vokal memprotes"

Ini bukan fiktif, apabila terdapat kesamaan tokoh/peristiwa merupakan unsur ketidaksengajaan.


Barakallahu minna wa minkum.




2 Responses to "Ini Bukan Tentang Film "Alangkah Lucunya Negeri Ini""

  1. I like this!!
    mungkin itu benar buat cadangan dit
    tapi apa ga kebesaran tu mpe 2M (dana toilet)
    bukan nominal yg kecil

    BalasHapus
  2. nah itu dia...
    kita lebih sering protes dari pada meminta perincian dananya..
    bukankah lebih berguna kalo kita minta rincian dananya dari pada sekedar protes kesana kemari
    hehehe
    cuma mencoba berfikir secara positif...
    makasih ya^^

    BalasHapus